CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 April 2020

Ramadhan Daring


Assalamualaikum wr.wb hai Bloggers Alhamdulillah kita dipertemukan lagi di Bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan ini. Momment Ramadhan adalah moment yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam dan masyarakat pada umumnya. Pada bulan ini semua sektor kehidupan ikut berperan, bersama-sama mencoba mengejar keberkahan yang Allah SWT janjikan. Namun, moment Ramadhan kali ini harus disambut dengan berbeda. Yah berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena wabah virus corona dimana-mana. Meski demikian, di dalam sunyi masih harus dijaga keistiqamahan dalam beribadah, berserah diri, juga penuh harapan dalam doa agar kondisi dapat segera pulih kembali.

Dalam tulisan ini sebenarnya saya Cuma mau curhat aja sekaligus mengingatkan diri sendiri agar tetap semangat mengisi hari-hari Ramadhan dengan sama produktifnya seperti sebelumnya. Nuansa ramadhan yang semangat, hangat, dan bersahabat. Semua orang saling berlomba menuju kebaikan dan mengajak dalam kebaikan. Hal itu menjadi penyemangat sendiri tiap orang untuk meningkatkan ibadah di bulan penuh berkah. Tetapi di tengah kondisi wabah yang mengharuskan kita melakukan self-quarantine, membuat kita berjaga jarak dengan yang lain, melakukan ibadah hanya dari rumah, menyebabkan kondisi ibadah kita juga sekan tidak ada moodbooster nya kecuali apa yang memang biasa dilakukan oleh keluarga di rumah. Padahal pada kondisi yang lalu kita dapat melakukan ibadah lebih sebagai imbas pengaruh lingkungan atau nuansa ramdahan yang tercipta. Meski demikian kita tidak boleh menyalahkan keadaan, percayalah bahwa semua ini sudah diatur oleh Allah sang Maha Pengatur, percayalah bahwa ada hikmah di setiap cobaan, dan wabah kvirus Corona ini adalah peringatan bagi setiap kalangan. Barangsiapa yang bersabar dan menyikapinya dengan benar sungguh Allah akan menyiapkan balasan hadiah yang tak terbayang. Wallahuallam bi shawwab.

Nah karena itu, Ramadhan di tengah kondis wabah adalah suatu tantangan tersendiri bagi kaum mukminin wa mukminat. Iya, tantangan kaerna kita harus bias beradaptasi dengan cara beribadah kita di Bulan Ramadhan agar tetap khidmat, benar-benar memanfaatkan waktu dengan optimal, dan tidak terabwa arus bermalas-masalan dalam kedok physical distancing. Beberapa hal yang perlu saling kita jaga dalam keistiqamahan beridabah dapat dimulai dari rajin sholat lima waktu tepat waktu. Hal ini bisa langsung dibiasakan bahkan sebelum atau setelah ramdahan. Terlebih di masa karantian ini, rutinitas harian ridak terlalu banyak menyita waktu, maka sholat tepat waktu harus diutamakan. Cara ini sekaligus dapat membuat kita disiplin dalam beribadah. Kedua adalah tetap sholat tarawih berjamaah dengan keluarga. Meskipun sholat tarawih adalah shilat malam sunnah di Bulan Ramadhan, tapi ingtalan keutmaan sholat tersebut untuk setiap malam nya sangat luar biasa. Usahakanlah sholat sunnah muakad yang hanya bisa dijalankan satu tahun sekali di bulan Ramadhan ini bisa dilaksanakan secara berjamaah, seperti sediaka kalanya dimana setiap malam masjid-masjid tidak pernah sepi oleh jamaah. Ketiga adalah saling memberi makanan ketiak berbuka, terutama bagi yang kurang mampu. Jika baisanya ada jadwal pembagian takjil di masjid-masjid, mungkin cara tersebut data diganti dengan langsung memberikan door to doot ke rumah-rumah. Meski kurang efektif tetapi setidaknya kita tidak melewatkan pahala untuk saling memberi makan berbuka, karena denagn harapan ridaha-Nya kita pun akan mendapat pahala seperti pahala mereka yang berpuasa. Amalan ini juga cocok dilakukan bahi kaum Hawa ketika sedang halangan untuk tidak berpuasa.

Rabu, 27 Desember 2017

Enjoyable Mangunan

Pada tanggal 13 Maret 2017 yang lalu penulis beserta keluarga berkesempatan mengunjungi objek wisata daerah Mangunan yang sedang banyak digandrungi wisatawan. Kebun buah dan hutan pinus menjadi andalan objek wisata di kawasan ini, tetapi penulis mendapati daya tarik lain yang masih berada di kawasan hutan pinus. Berikut ulasan lebih lanjut perjalanan Early dan keluarga di Kawasan objek wisata Mangunan, Dlingo, Bantul, DIY.

Early dan keluarga melakukan perjalan di pagi hari jadi, sekitar pukul 06.40 penulis dan keluarga sudah sampai di objek pertama yakni Kebuh Buah Mangunan. Di kebun buah ini terdapat area atas dan bawah. Saat masuknya kendaraan ke Kawasan Kebun Buah Mangunan maka itulah lokasi area bawah, dimana kita langusng dimintai tiket masuk sesuai jumlah pengunjung dan kendaraan yang digunakan. Di area bawah terdapat danau buatan, kolam, dan taman bermain. Bisa dikatakan bahwa di aera bawah merupakan area lama dari kebun Buah Mangunan. Di area bawah ini inventarisir jenis-jenis tanaman buah juga lebih rapi. Kerindangan berbagai macam pohon buah nampak dari jalanan pintu masuk kawasan Kebun Buah Mangunan hingga area bawah ini.  Pohon jeruk, pohon rambutan, pohon mangga, dan pohon durian mendominasi area bawah kebun buah Mangunan. Beberapa dari pohon tersebut sudah ada yang berbunga dan berbuah, tetapi tidak ada izin untuk memetiknya secara langsung. Apabila wisatawan menggunakan kendaraan roda empat maka perlu ekstra berhati-hati karena tanjakan dari area bawah ke area atas cukup terjal dengan tikungan yang tajam. Tetapi beberapa warga lokal dan petugas parkir siap untuk membantu mengarahkan kendaraan.

Foto di background tulisan Kebun Buah Mangunan
Sampai di area atas, telah disiapkan lahan parkir yang cukup luas. Wisatawan Kebun Buah Mangunan lebih banyak mengeksplor di area atas yang cukup dekat dengan panorama-panorama perbukitan bercampur kebun-kebun buah dari ketinggian. Jadi di area atas kelimpahan jenis pohon-pohon buah tidak sebanyak di bawah, tetapi lebih pada penyuguhan view-view perbukitan lepas dan pepohonan buah dari kejauahan. Di area atas dibangun dan disiapkan anjungan yang menjorok ke arah jurang atau di lereng perbukitan kebun buah dengan luasan dan tata letak yang. Anjungan  tersebut dilengkapi beberapa anak tangga dan undakan tertentu agar pengunjung dapat berpotret dengan pemandangan di atas ketinggian. Selain anjungan, taman di bagian atas juga dilengkapi beberapa rumah pohon dan tempat duduk sebagai fasilitas untuk pengunjung menikmati panorama alam.

Menikmati panorama alam di Kebun Buah Mangunan ini memang lebih enak pada siang dan sore hari. Pada pagi hari, seperti yang dirasakan penulis, kabut-kabut alami dari perbukitan masih nampak dan terasa. Bahkan, semua perbukitan terlihat berwarna putih dan berjalan di area atas tersebut juga terlihat menembus kabut. Kabut pagi tersebut menambah kesejukan di Kebun Buah Mangunan. Selain rumah pohon dan anjungan, yang menjadi andalan spot foto dari objek wisata ini adalah tulisan Kebun Buah Mangunan.  Di spot foto tulisan ini langsung terlihat cakrawala hijau dan biru yang berpadu antara Perbukitan Mangunan dengan langit pagi yang mejadi background foto. Puas menikmati pemandangan alam dan kesejukan pagi di Kebun Buah Mangunan, perjalanan kami lanjutkan ke situs Hutan Pinus Mangunan.


Foto di atas rumah pohon


Foto di antara pohon-pohon pinus
Lokasi Hutan Pinus Mangunan kira-kira masih masuk ke arah timur dari jalan raya Mangunan. Lokasi hutan pinus berada di persimpangan jalan di area kiri. Hutan pinus terlihat di kanan kiri jalan tetapi lokasi objek wisatanya berada di kanan jalan, sementara parkir berada di kiri jalan (dari arah timur). Biaiya tiket masuk objek wisata hutan pinus sebesar Rp5000/orang saat itu. Di dalam kawasan hutan pinus kita langusng disuguhkan pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi seakan menjadi pasak-pasak penangkal sinar matahari yang sudah mulai memanas. Tentu saja udara sejuk masih menyelemuti kawasan tersebut meski matahari mulai memuncak. Di kawasan hutan pinus yang tanahnya lembab dan becek (karena habis terguyur hujan)  pengunjung perlu berhati-hati dalam berjalan dan menapaki jembatan-jembatan kecil yang dibuat.

Pengunjung diperbolehkan menggelar karpet atau tikar untuk duduk bersama atau memakan bekal, tetapi harus bertanggung jawab terhadap kebersihan tempat. Di hutan pinus bagian atas, kepadatan pengunjung sedikit berkurang dan lokasi ini sering dimanfaatkan sebagai spot foto-foto. Namun, jika akan melakukan sesi foto yang cukup lama maka perlu membayar retribusi yang lebih (seperti jika akan melakukan sesi foto pre wedding). Di bagian atas hutan pinus juga terdapat beberapa ayunan dan pohon-pohon yang sengaja disusun membentuk semacam tempat duduk. Pada musim tertentu, beberapa warga lokal menyewakan ayunan tidur yang dapat dipasang di antara pohon-pohon, tetapi saat penulis dan keluarga berkunjung tidak ada yang menyewakan lantaran kondisi pohon yang sedang lembab dan licin kurang aman jika akan dipasang ayunan-ayunan tidur dari rangkaian tali tersebut.

Hampir semua di sudut Hutan Pinus Mangunan dapat digunakan sebagai sopt berfoto. Namun, setiap objek pasti ada spot foto andalan yang utama. Spot foto andalan di hutan pinus ini berada di bagian atas dengan dukungan panggung kayu sehingga  membuat para pengunjug lebih bisa mendapat backgrpund hutan-hutan pinus yang masih asri (tidak terlihat rombongan pengunjung yang menggelar tikar). Spot foto ini juga digunakan untuk sesi foto pre wedding. Spot foto utama ini sanhat diincar oleh pengunjung, sehingga harus sabar mengantri untuk foto di sini. Tetapi jangan berkecil hati jika tidak berfoto di spot foto utama, masih banyak area lain Hutan Pinus Mangunan yang apik diabadikan di lensa kamera.

 Foto di balik surga bunga tersembunyi
Area baru dari Hutan Pinus Mangunan berada tersembunyi di bagian atas hutan ini, dimana pohon pinus mulai jarang tumbuh. Tetapi sebagai gantinya, bunga-bunga yang menawan siap mempesona siapa saja yang menyambanginya.  Area semacam taman bunga kecil disiapkan di lereng atas di hutan pinus. Area ini sangat colorfull mengingat  berbagai bunga tumbuh di sini seperti matahari dan flamboyan. Meski banyak tumbuha bunga area ini juga cukup rindang dengan adanya beberapa pohon yang digunakan sebagai rumah pohon. Selain itu terdapat beberapa tempat duduk kayu yang langusng menghadap pada view taman bunga maupun panorama perbukitan di sekelilingnya. Jadi melalui view dari tempat duduk kayu terdapat integrasi pesona alam yakni cantiknya bunga-bunga dengan teduhnya pesona perbukitan hijau daerah Mangunan. Pengunjung yang beruntung dapat mengeksplor taman bunga di lereng Bukit Mangunan ini dengan puas dan senang hati. Akan tetapi bagi pengunjung yang terburu-buru dan tidak mau mengeskplor maka akan sangat disayangkan, tidak dapat menikmati surga bunga ini. Di tempat ini juga sudah tidak dikenakan biaya tambahan karena masih dalam kawasan hutan pinus.


Sebagai tips untuk berwisata di Kawasan Mangunan perlu dilakukan perjalanan di pagi hari karena udara masih sejuk dan dapat menikmati panorama alam yang masih asri dengan kabut alami. Selain itu, eksplor terhadap setiap detail objek wisata juga perlu dilakukan. Eskplor dilakukan agar pengunjung benar-benar menikmati suguhan yang ada di objek wisata beserta fasilitas yang perlu dijaga. Dengan demikian tujuan ke objek wisata bukan hanya hunting foto hits saja tetapi menikmati kedamaian alam, menyegarkan dan menenangkan pikiran, mensyukuri kebesaran Allah SWT melalui kenampakan alam ciptaan-Nya, dan tentu saja menjaga serta melestarikan keindahan pesona alam  tersebut.

Minggu, 23 Juli 2017

Di balik Kesederhanaan Purworejo

Halo..assalamualaikum bloggers..
Kali ini..Early mau share cerita liburan sederhana di Purworejo beberapa hari yang lalu. Tepatnya tanggal 17 Juli 2017 Early sengaja escape dari Jogja mengisi liburan berkepanjangan ini hehehe. Sekitar pukul 07.00 pagi Early berangkat dari Jogja menuju Purworejo menggunakan mobil. Tiba di Purworejo sekitar pukul 09.00. Early sangat menikmati perjalanan ke Purworejo karena Early melintasi tiga Kabupaten di DIY, mulai dari Kabupaten Sleman tempat domisili Early, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Kulon Progo. Di tengah-tengah perjalanan Early menikmati banyak panorama mulai dari perbukitan, bentangan sawah, hingga sungai dan jembatan yang masih alami.



Sampai di Purworejo, Early dan ayah langsung menuju hotel Plaza yang terletak di Jalan Tentara Pelajar Nomor 21, Kecamatan Purworejo, Purworejo, tepat di depan SMA Negeri 1 Purworejo. Hotel ini juga direkomendasikan teman kuliah Early yang asil Purworejo (Thanks to Alam Reformasi). Hotel Plaza merupakan salah satu hotel terbaik yang kota kecil ini punya dan termasuk hotel berbintang. Early beruntung mendapatkamn view kamar dengan pemandangan persawahan di belakang hotel yang masih hijau dan sejuk.


Sebenarnya, Purworejo bukan termasuk Kota Wisata atau kota yang terkenal dengan ciri khas tertentu. Tetapi, berkat penjelajahan sendiri dan hasil kunjungan selama di kota ini 3 hari, Early berhasil menemukan apa keunikan dari kota ini. Purworejo merupakan sebuah Kabupaten yang didalamnya terdapat beberapa kecamatan besar seperti Kecamatan Purworejo, Kecamatan Kutoarjo, Kecamatan Bagelen, dan lainnya. Pada post kali ini, Early akan memfokuskan tentang keistimewaan Kecamatan Purworejo. Di Kecamatan ini terdapat makam Jenderal Sarwo Edi Wibowo, salah satu jenderal besar  yang meninggal tragis karena serangan G30S/PKI.Di Purworejo juga merupakan tempat kelahir komposer nasional yakni Wage Rudolf Supratman, tepatnya di daerah Kaligesing. Jadi, tidak heran di daerah yang cukup kecil dan sederhana ini ternyata merupakan daerah cikal bakal para pahlawan kebangsaan. Di jalan-jalan protokol kita juga akan menjumpai banyak tugu, patung-patung, dan beberapa cagar budaya berbentuk bangunan. Salah satu patung yang Early jumpai di sana adalah patung W. R. Supratman yang sedang membawa biola. Patung ini dapat ditemui di perempatan Pentok.


Selain dari aspek historis, Purworejo juga memiliki keunggulan dalam bidang pertanian dan perkebunan. Di Purworejo, kita masih banyak melihat petak-petak sawah yang terawat dan lahan-lahan produktif yang terurus. Hal ini berimbas pada lingkungan kotanya yang tetap sejuk meski tidak diapit gunung secara dekat. Selain itu, wilayah ini juga memiliki keunggulan hasil alam berupa buah durian dan biji kopi robusta. Durian asal Purworejo ini memang terkenal dengan daging buah yang tebal dan rasa manis-pahit khas durian. Daerah pernghasil durian yang utama ada di Kaligesing dan Watuudan. Terdapat dua jenis durian Purworejo ini yakni durian hasil setek dan okulasi antara Duran lokal dan Durian montong dan kedua adalah durian lokal. Keduanya sama-sama enak dengan ciri khas sendiri. Untuk durian hasil okulasi dan setek memiliki rasa pahit yang cenderung manis dengan daging buah tebal seperti durian montong, warna nya juga lebih kekuningan. Sementara untuk durian yang murni lokal rasanya lebih diidominasi rasa pahit khas durian dengan daging buah yang tidak kalah tebal, namun warna tidak cenderung kuning.  Untuk kopi robustanya, dianggap terbaik karena termasuk dalam daftar 15 kopi terbaik di Indonesia. Daerah penghasil kopi robusta ini juga terdapat di Kaligesing. Sebenarnya, potensi hasil alam seperti durian dan kopi robusta dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi kabupaten ini untuk berkembang. Berdasarkan hasil wawancara dengan warga lokal, mereka justru kurang mengenali potensi ini dan seakan kurang dapat “menjual” keunikan daerahnya (terutama untuk potensi kopi robusta). Sehingga ada baiknya, pengalaman ini dapat menjadi koreksi dan evaluasi pagi pemerintah daerah setempat dan warga asli untuk bersama-sama mengembangkan daerah melalui potensi yang sudah ada.



Masih tentang hasil alam dan makanan, kita akan mengulik tentang buah tangan yang didapat di Purworejo. Ketika Early berjalan-jalan di sekitar hotel, tanpa sengaja Early menemukan kios kecil di pinggiran sungai. Kios tersebut ber-pelang kecil sekitar 2x1 meter bertuliskan Pusat Oleh-Oleh Purworejo, Kue Lompong “Asli” Oleh-Oleh Khas Purworejo. Early tertarik dengan jajanan khas tersebut dan menuju ke kios. Early sedari awal tiba di Purworejo, memang berpikir apa makanan khas dari Purworejo. Setelah mendekat ke kios Early memgintip sedikit cara pembuatan kue lompong ini. Jadi, kue lompong merupakan jajanan khas Purworejo yang berbahan dasar tepung ketan, kacang, dan tepung lembu (sebutan untuk tepung dari tanaman lompong). Tepung lembu inilah yang menjadikan warna jajanan ini hitam. Tanaman lompong sebelum dibuat tepung diremas-remas dan diambil sarinya. Kue lompong ini memiliki tekstur yan agak keras dengan isian kacang seperti pada kue moci. Namun, kue ini dapat bertahan hingga satu minggu apabila rutin dikukus untuk memperlunak tektsur kue. Meski terkesan berpenampilan kurang apik (karena segi warna hitamnnya), kue ini memberikan cita rasa yang khas dari komposisi tepung lembu. Tepung lembu ini memang jarang dibuat dan ditemukan di pasaran, tetapi daerah Purworejo yang tanahnya masih gemah ripah loh jinawi maka tidak sulit untuk menemukan tanaman lompong di kanan-kiri sawah maupun ladang.

Berbicara tentang kehidupan sosial, masyarakat Purworejo termasuk masyarakat yang agamis. Di beberapa perkampungan berdiri banyak surau dan pondok pesantren. Sekolah-sekolah juga banyak didirikan dan terurus dengan baik. Maka tak jarang dari daerah sekitar Purworejo banyak yang menjadi penglaju untuk menempuh pendidikan di Purworejo. Masyarakat Purworejo juga masih cenderung memilih pada zona nyaman, artinya memang sedikit sekali pembangunan kota yang dapat kita lihat. Gedung-gedung tinggi pusat perbelanjaan besar, pasar-pasa swalayan memang tidak terlalu kelihatan banyak di Purworejo. Pemerintah daerahnya sendiri memang masih sangat preventif dan sangat hati-hati sekali. Sehingga tidak banyak terlihat proyek pembangunan besar-besaran di sana. Meski demikian, hal ini berdampak positif pula dalam upaya penjagaan kearifan lokal dan kekayaan alam terutama lahan-lahan persawahan dan produktif lainnya. Kebutuhan perumahan, gedung, pertokoan, diatur secermat mungkin agar tidak sampai mengacaukan sektor-sektor essensial lain yang sesungguhnya memiliki kepentingan atas hajat hidup orang banyak.


Demikian, cerita pengalaman Early di Purworejo, sebuah kota kecil yang istilah jawanya nggak “neko-neko”, adem ayem, tata, titi, tentrem, kerta, raharja. Di balik kesederhaan kota dan daerah ini ternyata menyimpan banyak harta berharga yang masih dapat dimanfaatkan dengan optimal secara bijak. Berlarut-larut dalam zona nyaman memang tidak akan selamanya baik dan membawa perkembangan. Terpenting dalam menyikapi dan mengembangkan kota kita perlu banyak berpikir panjang, tenang, dan rasional demi pembangunan yang berkelanjutan untuk kebahagiaan generasi mendatang. 

Jumat, 14 Juli 2017

PESONA MANGROVE DI GRAND MAERAKACA

Assalamualaikum wr.wb.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi cerita liburan saya tanggal 1 Juli 2017 yang lalu di Grand Maerakaca Semarang. Pada awalnya saya tertarik mengunjungi objek tersebut karena view hutan mangrove nya yang masih alami. Tetapi ternyata Grand Maerakaca PRRPP (Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan) Semarang ini tidak hanya menyuguhkan keindahan hutan mangrove. Tempat yang cukup luas ini merupakan lahan yang disiapkan khusus sebagai taman mini Jawa Tengah. Jadi, tempat ini di desain khusus mulai dari layout tanahnya (pemetakan tanah) yang sengaja diatur menyerupai bentuk provinsi Jawa Tengah. Lalu, di dalamnya pun berisi berbagai anjungan sesuai banyaknya Kabupaten/Kota di Jawa Tengah dengan penataan (penempatan berdasarkan posisi)  yang mirip aslinya di lapangan. Di tiap anjungan Kabupaten/Kota didirikan rumah adat dan bangunan atau miniatur khas dari daerah tersebut. Contohnya Kabupaten Kudus dengan Masjid menaranya, Kabupaten Salatiga dengan buayanya.  

                                       (foto di salah satu anjungan di PRPP Maerakaca)

Ketika sampai di depan pintu masuk PRPP  saya dan keluarga yang sedari awal ingin mengunjungi kawasan Mangrove langsung membaca peta area yang terpampang besar di dekat pintu masuk. Kemudian kami mengikuti jalur yang sudah ditunjukkan dan langsung menuju area Mangrove. Ternyata area mangrove in bukan wahana baru di Grand Maerakaca PRPPP ini tetapi hal yang baru dari kawasan ekosistem mangrove adalah pembuatan mangrove tracking di sebelah timur jembatan harapan. Adanya Mangrove tracking sepanjang 135 meter membuat pengunjung dapat mengenal lebih dekat ekosistem pemecah ombak alami ini. Tracking mangrove didesain dengan sederhana tetapi menyimpan nilai estetika tersendiri sehingga tak heran spot ini menjadi andalan tempat pemotretan dan selfie kawula muda. Selain itu, ada juga paket untuk acara pre wedding atau pemotretan khusus di kawasan mangrove ini.'

Tracking mangrove mengitari kawasan hutan Mangrove yang diibaratkan sebagai miniatur kepulauan Karimun Jawa. Di sekitar kawasan Mangrove juga menyewakan perahu sampan dan kapal motor agar pengunjung dapat menjelajah lebih jauh kawasan Mangrove ini. Untuk menyewa perahu sampan Anda dikenakan biaya Rp10.000,00 per orang. Perahu sampan kecil berkapasitas dua orang sementara perahu sampan besar berkapasitas 4-6 orang. Apabila menggunakan jasa pendayung maka Anda dikenakan biaya tambahan Rp10.000,00.  Berfoto di atas perahu sampan sambil di diiringi oleh pemandangan sejuk Mangrove menjadi hal yang menarik belakangan ini. Tak suka mendayung, Anda juga dapat menikmati indahnya pemandangan alam dari kepenatan kota dengan duduk-duduk santai di tepi dermaga atau menikmat hutan mangrove dan laut lepas dari atas jembatan.



Keindahan alam yang sederhana ini patut diapresiasi dengan menjaga lingkungannya tetap asri dan bersih. Sebagai pengunjung yang baik kita tidak serta merta hanya menikmati tetapi juga berkewajiban menjaga dan merawatnya. Dengan terus menjaga dan merawatnya maka akan lebih panjang, lebih lama, dan lebih nyaman lagi bagi diri kita dan anak cucu kita untuk menikmati pesonanya. Satu hal yang dapat ditambahkan dari objek wisata Grand Marakaca PRPP Semarang terutawa di kawasan magrove yang tengah naik daun adalah publikasi mengenai sisi edukasi dan pentingnya Mangrove bagi keseimbangan ekosistem pantai. Adanya sisi edukasi ini akan menambah pengetahuan wisatawan sehingga diharapkan mereka tidak hanya menikmati keindahan tetapi mendapat tambahan informasi yang mendorong mereka untuk menjaga kelestarian alam.


Kamis, 29 Desember 2016

Nuansa Kuno di Pasar Seni Triwindu

Assalamualaikum Bloggerss..
Gimana liburannya di akhir tahun ini???
Semoga menyenangkan yaaa

Kali ini Early mau share salah satu tempat hang out di Surakarta, Solo the Spirit of Java hehe. Nah, tempat itu bernama Pasar Seni Triwindu. Pasar ini menjual barang-barang antik, bekas, onderdil, dan sebagian barang-barang baru yang memiliki nilai seni tinggi. Jadi, kalau di Jogja ya bisa dikatakan seperti pasar Klithikan, tapi yang di Solo ini lebih ke barang-barang antik dan barang-barang kolektor. Pasar Triwindu terletak di Jalan Gatot Subroto, Banjarsari, Solo. Pasar ini memliki sejarah yang panjang karena sudah dibangun semenjak 1939 ole KGPPA Mangkunegara VII. Kemudian setelah melalui beberapa kali pengembangan akhirnya pasar ini diresmikan lagi oleh Ir.Joko Widodo pada tahun 2011. Pasar ini memang tidak terlalu luas tetapi sarat dengan koleksi benda-benda ancient yang unik dan sudah jarang sekali kita temui. Di lantai bawah kita banyak menemui kios-kios yang menjual barang-barang antik seperti batu-batuan, cincin akik, aneka perhiasan, uang logam dari zaman ke zaman, uang kertas, lampu-lampu, keris, dan lukisan. sementara di lantai dua kita akan lebih banyak menemukan benda-benda antik yang sangat bekas serta onderdil beberapa mesin (per berbagai ukuran ada di sana). Di lantai dua barang yang ditemukan juga lebih unik-unik, seperti adanya setrika zaman dahulu (setrika arang) yang dialihfungsikan untuk pot bonsai, lalu ada juga kamera-kamera kuno, tv dan radio kuno, serta mesin tik era pra kemerdekaan dulu. Selain itu, juga banyak gelas-gelas kuno berbagai ukuran, cawan dan guci antik, bahkan ada juga tabung-tabung bahan kimia bekas praktikum. Jadi, di pasar Triwindu ini kita berdalih untuk cuci mata ke benda-benda kuno tersebut hehe. Oh ya, satu lagi di lantai bawah sisi samping dan belakang terdapat juga kios-kios antik yang memajang sepeda motor kuno beserta onderdilnya.

Meskipun penuh benda-benda lama tetapi ada kesan sendiri yang ditawarkan pasar Triwindu ini, yakni kesan antiknya. Banyak pengunjung yang mencari atmosfer ini di tengah hiruk-pikuknya modernitas zaman. mereka sengaja ke sini untuk mencuci mata atau sekadar memotret barang-barang lawas tersebut. Hasilnya kesan kuno dan antik tersebut tetap terlihat manis di lensa kamera. Suasana pasar yang ramah juga mendukung pengunjung untuk menikmati atmosfer kekunoan  itu dan membuat memori kita pada zaman-zaman yang lalu terbuka kembali hehe.


(dengan latar berbagai lampu hias era dulu dan sekarang)


                                  (dengan latar berbagai piring hiasan dan foto kuno)

Selain menikmati atmosfer kekunoaan yang ditawarkan pasar Triwindu ini kita juga bisa menikmati suasana kota Solo di depan pasar. Trotoar lebar yang ramah untuk pejalan kaki membuat kita bisa leluasa menikmati suasana kehangatan Kota Solo (terutama di pagi dan sore hari) Jalanan yang tidak terlalu ramai ditambah suasana keramahtamahan serta kebersihan memberikan kenyamanan dan ketenangan sendiri untuk kita nikmati. Jadi, refreshing dan liburan itu nggak harus mahal ya bloggers..

                                                  (suasana di trotoar depan pasar Triwindu)

Sabtu, 24 Desember 2016

Antusiasme dan Terimakasih

Assalamualaikum bloggers, pembaca semuaa.. :) nggak terasa aja udah di penghujung 2016 hehehe...wah, maaf juga selama 2016 Early agak vakum juga ya di blogg ini hehe..postnya nggak terlalu banyak. maklum, juga sih jadi di 2016 ini Early banyak hajatan besar mulai dari UN SMA, SBMPTN, UM UGM hehe dan akhirnya alhamdulillah berujung ditempatkannya Early oleh Allah di Departemen Kimia, FMIPA UGM melalui jalur SBMPTN.

Early senang para pembaca sangat antusias dengan post-post Early dan Early sangat tidak menutup diri untuk teman-teman agar kirim e mail ke zahwaearly@gmail.com apabila mau bertanya apapun itu terkait post-post Early, insyaAllah Early balas. Tapi maaf juga ya..kalau balasnya tidak secepat orang chat hehehe.

Nah, karena sudah di bangku perkuliahan nih heheh...Early punya satu lagi wadah tulis-menulis yakni di  earlyzahwa.web.ugm.ac.id. Di sana banyak post update Early selama di 2016 terutama selama awal menjadi mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada. Jadi, bagi kawan-kawan yang pengen kepo tentang UGM terutama masalah ospeknya dan juga tugas-tugasnya boleh lhoo sekarang menyambangi web itu. Selain post tentang PPSMB (Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru) UGM, Early juga post tentang hasil-hasil smeinar dan kuliah umum yang Early ikuti selama di bangku perkuliahan. Semoga post-post di web tersebut, juga bisa menambah inspirasi, aspirasi, dan motivasi kawan-kawan untuk melakukan apapun yang terbaik dalam hidup hehehe.

Terakhir...Early sangat berterimakasih atas semua bentuk antusiasme pembaca blog ini baik yang comment dan yang e mail ke zahwaearly@gmail.com.Semoga melalui tulisan-tulisan Early ini teman-teman bisa tambah informasi, tambah wawasan, dan mungkin ide-ide baru juga untuk menulis dan melakukan aktivitas positif yang lain. Pesan Early terus tumbuhkan budaya baca-tulis yang produktif untuk membangun karakter bangsa yang lebih baik. Terimakasih :))

Wassalamualaikum wr.wb

Senin, 06 Juni 2016

Ku Petik Inspirasi di Hari Pertama Puasa



Hello guys. nggak terasa .udah lama gak psoting..dan nggak terasa juga udah berjumpa di bulan Ramadhan lagi. Di hari pertama puasa ini, nggak sengaja sih aku liat film salah satu stasiun TV. Film ini awalnya ilm kupikir membosankan karena tentang kartun monster-monster gitu. Namun ternyata, film produksi Disney yang menjadi prekuel dari film “ Monster Inc” ini mengandung pelajaran-pelajaran baik yang bisa aku tangkap. Nah, dari awareness ini aja udah dapat pelajaran untuk don’t judge the book from its cover. (Jangan keburu merasa bosen dulu pada suatu hal, tapi nikmatilah proses dan apa yang ada dulu. Lalu, baru bisa kamu putuskan ini merasa cocok buat kamu tidak, hehe)

Oke, kembali ke film. Pelajaran-pelajaran yang tersirat dari film ini mulai muncul pada bagian klimaks dan akhir. Bermula dari monster mata hijau bernama Mike. Dia baru saja diterima di Monster University (ya mungkin intinya Universitas terkenalnya di dunia monster). Si Mike ini memiliki cita-cita untuk masuk ke Jurusan Menakut-Nakuti (agar menjadi monster yang membuat takut). Dia juga ingin memasuki Dewan Mahasiswa yang aktif dalam perlombaan menakut-nakuti. Sebagai mahasiswa baru yang sangat bersyukur bisa diterima di MU Monster University), Mike memiliki ambisi kuat untuk berprestasi di jurusan menakut-nakuti ini. Dia sangat rajin membaca buku teori menakut-nakuti. Oleh dosen bagian teori, keterampilan Mike sangat baik dalam memaparkan teori-terori yang harus dilakukan dalam setiap kondisi. Berbeda dengan teman Mike yakni Sullivan, yang agak rendah kemampuan dalam menghafal teori. Dalam suatu ujian praktek simulasi menakut-nakuti terjadi pertengkaran antara Mike dan Sullivan ini. Pertengkaran mereka sangat menghebohkan hingga membuat kepala jurusan marah dan langsung memberi ujian mereka di tempat kejadian. Hasil dari ujian praktek itu membawa Mike dan Sullivan terbuang dari kelas menakut-nakuti.

Perjuangan Mike mencapai cita-citanya tentu saja tidak berhenti. Di dalam Dewan Mahasiswa menakut-nakuti, Mike membentuk sebuah kelompok untuk mempersiapkan ajang bergengsi lomba menakut-nakuti tingkat Universitas. Di dalam kelompok Mike ini juga beranggotakan Sullivan yang awalnya agak ogah-ogahan satu kelompok dengan rivalnya. Tim yang dibentuk Mike ini dinamai OK!. Anggota dalam tim ini tidak semuanya dari kelas menakut-nakuti. Ada salah satu anggota yakni monster bintang laut yang sudah bekerja sebagai sales, meski sebelumnya dia juga memiliki cita-cita masuk ke jurusan menakut-nakuti. Setiap anggota dari tim OK! ini sangat rajin berlatih. Mereka juga mematuhi ajaran ketua mereka yakni si Mike yang memang memiliki kelebihan pengetahuan teknik menakut-nakuti. Anggota kelompok OK! ini diajarkan Mike untuk memaksimalkan apa yang diri mereka punya dalam usaha menakut-nakuti (karena setiap monster punya kelebihan dan ciri khas berbeda). Meskipun awalnya sang rival Sullivan sangat tidak bersemangat bekerjasama dalam tim OK!, namun ada suatu peristiwa yang membuat Sullivan yakin dengan kemampuan timnya. Hal ini terjadi saat lomba pertama yang mereka ikuti,  Sullivan tiba-tiba menghancurkan strategi Mike di tengah lomba. Namun, ternyata Mike tidak terlalu khawatir, justru memerintahkan anggota lain untuk mencari perhatian monster gurita penjaga perpusatakaan. Alhasil, berkat kerjasama yang baik dari anggota lainnya mereka berhasil mengambil bendera dan tidak dibuang monster penjaga ke kolam.

Perjalanan lomba dan perjuangan tim OK! semakin berlanjut. Keterampilan mereka semakin terasah.  Dalam hal menakut-nakutin ternyata bukan hanya soal seram semata, tapi ada teknik dan strategi berbeda yang

Jumat, 01 Mei 2015

Perjalanan OSN Geografi- Part 1

Hi Guys udah beberapa bulan terakhir saya lagi sibuk nih sama kegiatan OSN. Ya sebenernya belum sampe OSN-nya sih tapi setidaknya rangkaian acaran untuk menuju perhelatan tersebut. Di tahun ke 4 aku ikut OSN sejak SMP-dulu saya sekarang udah mantep sama bidang Geografi. Nah, tahun 2015 ini menjadi tahun terakhir aku ikut OSN cz saya udah kelas 11 nih hehehe. Postingan kali ini saya mau share tentang perjalanan saya selama menempuh kegiatan-kegiatan olimpiade tersebut.

Untuk bidang geografi sendiri saya udah 2 kali coba sebelumnya, yang pertama waktu kelas 9 SMP. Aku udah coba ikut OSK SMA bidang geografi. Ya, dulu entah kenapa pengen itu, soalnya sih Geografi itu bidang baru yang menurutku belum banyak saingan, atau belum banyak yang coba lah. Jadi, saya spekulasi karena bidang baru berarti kan kita sama-sama belajarnya tuh, belum ada yang keliatan senioritas atau ahli banget kan makanya aku coba di tahun 2013 itu. Nah, selama proses pembinaan di SMP, jujur sih emang kurang diperhatika cz belum ada guru juga yang khusus di bidang geografi. Dulu saya cuma belajar dari LKS-LKS dan catatan tentangga saya yang kebetulan di SMA 6 Yk (Cuma seberang sekolah). Jadi, yang otodidak bisa dibilang belajarnya. Selain itu, saya juga menggali beberapa informasi dari sumber lain. Ya, meskipun belum dalam-dalam amat lah. Setidaknya saya berusaha belajar saat itu. Ketika hari H seleksi OSK saya merasa enjoy. Saya merasa soalnya cukup bagus dan menantang , dan yang lebih bagus lagi soal itu sesuai hati saya. Maksudnya saya suka menafsirkan gejalan-gejala alam, fenomena sosial, dan lainnya yang berhubungan dengan ilmu bumi tersebut. Di soal-soal Geografi juga banyak pengetahuan umum yang bisa dibilang susah-susah gampan, tapi karena itu kita jadi berusaha meng-eksplor lebih banyak lagi di dunia ini. Soal-soal pengetahuan umum dan geografi lainnya seperti menunjukkan seberapa peka anda dengan kehidupan di bumi sekarang, dan inilah point yang membuat saya tertantang. Maka saya tetap ikhithar dan fokus pada bidang geografi sampai sekarang.

Hasil dari OSK Geografi saat SMP ya sudah bisa diterima kalau saya tidak lolos Mungkin soal spekulasi juga karena kalau salah min 0.5. Saya memang sangat berhati-hati tentang itu jadi nggak mau jawab ngawur. Tapi, mungkin kalau saya mau berani bisa betul juga. Ah, i don’t know so well tapi yang penting udah coba. Toh, saya juga ngggak tahu selisih berapa poin sya dengan poin yang bisa diterima (saya rasa ya masih cukup jauh). it’s no problem, this  is for begin. But, i’m still feel happy and satisfied enough with my self. I feel strive, hardwork enough thought that time a i also prepare for UN. So, although the result not bring me in next step, i feel i did my job well enough. And then, my mother’s friend who become lecture of Geography faculty UGM and also the correct team tell that i am potential in geography, my reachment is well enough in compete with high school. Nah, karena itu pula, aku semakin mantap dan yakin serta berjanji pada diri sendiri bahwa ketika highschool akan meneruskan pendalaman pada ilmu Geografi dan ikut OSK lagi bidang Geography.
Lanjut ketika aku sudah duudk di kelas 10, saya menjalani hari-hari belajar Geografi di kelas dengan suka cita. Saya merasa geografi sudah menjadi kompetensi saya. Tetapi saat itu pula, ada hal lain yang menggoda saya yakni pelajaran kimia xixixi. Saat itu menurut guru sih, saya dinilai mampu ikut OSK kimia, sudah ditunjuk pula. Tetapi dengan mohon maaf sekali saya menyatakan sudah pilih bidang Geografi. Mungkin menurut beberapa guru eksak terlihat aneh ketika saya yang sudah masuk kelas MIA ikut Geografi, ya meskipun ada mapel lintas minat Geografi. But, i’m no so attention that, saya hanya berusaha ikhitihar dan istiqamah belajar geografi. Pembinaan OSN di SMA memang juga tidak terlalu intens, tapi saya selalu datang pada setiap pertemuan yang diadakan. Saya tekun mengerjakan soal-soal latihannya, mendengarkan penjelasan dari Pak Guru saya, Bapak Aris Sutardi. He is excellent teacher that i meet so far. Meski guru geografi di sekolah saya cuam satu, saya beruntung Pak Aris adalah guru yang sangat cerdas dan berwawasan luas sehingag dalam pembelajarannya saya sering mendapatkan hal-hal baru menegnai fakta-fakta geografi sekarang. Hal itu membuat otak saya lebih berisi hehehe

Tidak hanya mengandalkan pembinaan di SMA, selama liburan semester 1, sekitar bulan desember sara juga aktif cari info dari kakak-kakak kelas SMP. Alhamdulillah ada alumni yang sudah ikut OSN Georgafi di tahun 2013 kemaren, yakni mbak Amrina Rosyada. Beruntung pula big Boss BMW (Bocah Mipa Wolu) aliansi bocah-bocah olimp di SMP saya juga cukup peka langsung kasih kontak saya ke mbak Amrina. Langsung saja saya kontak mbak Amrina, meskipun saat SMP ya nggak terlalu dekat amat sih tetapi bersyukur mbak Amrina is friendly and open jadi aku langsung enak pada pinjeman buku dan soal-soal. Meski ada perasaan sedikit minder karena mbk amrina di Padmanaba dan saya di Prasetyatama hoho, tapi ya saya nggak mau bawa-bawa jauh lah, lagipula mbk Amrina orangnya nggak terlalu mempermasalahkan status sekolah. Dan menurut saya, itu juga bukan sesuatu yang penting, hal yang lebih menentukan adalah soal effort, strenght, commitment, believed, and also spirit. And yes i can proof it then...

Minggu, 29 Maret 2015

Ternyata Semua itu dari Liberalisme

Helo temannn udh lam anih gak nge-post...nah skrg aku mau berbagi cerita nih tentang beberapa wawasan baru yg aku dapet akhir-akhir ini. langsung aj aya biar gk bikin penasaran..wkkwkw chek it out

Guys, kalian tahu kan fenomena remaja masa kini..yaap akhir-akhir irni kita sering disoroti tentang kenakalan-kenakalan remaja ya mulia yang klasik kyk tawuran, free sex, penganiayaan, pemerkosaan, hingga yang lagi tenar-tenar ini aksi begal motor. Nah, semua itu adalah akibat dari kerusakan mental remaja itu sendiri. Sekarang di zaman yang unbordered ini apapun, siapapun, dan dimanapun dapat terjadi dan terengaruhi. So, kita harus tetep mawas diri ya firends. Makanya, kadang kita ngerasa aman atau nayamn sama seseorang atau di suatu tempat, atau kita ngerasa biasa-biasa aja kemana-mana sendiri, tapi ketahuilah aksi kejahatan akibta ulah remaja yang tak waras kyk yang aku sebutin di atas itu dpt mengintai dimana saja. Jadi, teman-teman harus tetap waspada nih dengan siapa saja dan dimana saja. Ya, waspada juga bukan berarti su'udzon sih tapi istilahnya kita bisa memilah, memfilter, dan menjaga diri kita untuk selalu dalam lingkungan yang aman dan nyaman dan bersama orang-orang yang shaleh dan shalehah. 

Nah, yang jadi pertanyaan besar untk fenomena di atas adalah mengapa hal ini bisa terjadi?? mengapa aksi kenakalah remaja semakin menjadi? apakah sebuah pertanda hancurnya negeri ini?
Wah, kalau penulis liat tayangan berita tentang kejadian2 di atas jadi miris sendiri dan berucap naudzubillah terus menerus berharap hal itu tdk terjadi lagi dan lagi dan biasr segera terhenti. Berdasarkan beberapa kajian yang penulsi ikuti 2 bulan terakhir ini, ternyata agar permasalahn dari kenakalan remaja skrg adalah akibat dari suatu faham barat yang secara tidak langsung telah merembet ke negeri Pancasila ini. Faham itu tdk asing lagi di telinga kita yakni sebuah "Liberalisme". Yap liberaslime berasal dari kata "liberal" yang artinya bebas, dan -isme menyatakan faham. Jadi liberalisme adalah faham yang menjunjung tinggi kebebasan seseorang.Liberalisme berasal dari Prancis, yakni saat terjadinya Revolusi Prancis faham ini mulai muncul pada kalangan borjuis. Saat itu kalangan borjuis mengingkan suatu kebebasan bahwa mereka bisa bertindak sendiri tanpa dikekang oleh strata di atasnya maupun dibwahnya yakni golongan bangsawan yang peling berkuasa dan golongan rakyat biasa, Awalnya hal ini hanya berlangsung dalam bidang ekonomi (intens)nya. Tapi lambat laun faham ini terbawa dalam aspek kehidupan lainnya seperti politik hingga budaya. Nah, yang dalam bidang budaya inilah yang tidak terkontrol sampai sekarang yang bsia nyebabin perbuatan-perbuatan demikian. 

Lho kok bisa? dengan cara bagaimana? Liberalisme kan suatu baham tentang kebebasan dimaan individu menjadi pengatur dirinya sendiri dan tidak boleh ada siapaun yang mengekang kemauannya. Jadi istilahny, "semau-mau gue". Nah, kalau udah ada kata what ever, its up to me, kita jadi tak terkontrol, karena menanggap apa yang kita lakukan itu ya sekehendak diri kita, mau salah bener, dosa, pahala, semua terserah kita. Ini juga jadi ciri pada sikap individualistik. Yah, kalau dibilang itu emang bener sih yang namanya kebebasan. Tapi, kalau kalian tahu kebebasan apa sih yang sebenernya real di dunia ini? Suatu kebebasan yang menjadi ciri dari kemerdekaan pribadi atau istilah formalnya adalah Hak Asasi Manusia itu menjadi label dari liberalisme skrg. Ups, tunggu dulu kalau kita ngaku-ngaku ingin memperjuangkan HAM, atau menganggap kesewenangan kita adalah sebuah HAM, Nah apakah itu benar di dalam kacamata KEMERDEKAAN HAM sendiri?

Jumat, 02 Januari 2015

Cerita Liburan

Hai teman-teman tak terasa akhirnya kita memasuki tahun 2015.Semoga di tahun ini semakin mendapat keberkahan, perubahan yang baik, dan dapat terwujud harapan-harapan kita. Nah, selama liburan musim hujan ini(hehe, alih-alih ikut yang negara 4 musim), ya maksudnya selama liburan di akhir semester satu yang melewati musim hujan ini. Early dapat banyak pengalaman. Semua lengkap ada yang sedih dan menyenangkan. 
Oke, kita mulai ceritanya ya..

Pada minggu-minggu pertama, Early mendapat berita yang..ya bisa dibilang kurang menyenangkan, karena rencana Early untuk liburan ke Jakarta dengan kakak sepupu batal, Ya karena si kak mau ujian semester sih jadi hari-harinya masih disibui dengan persiapan ujian (maklum yang udah kuliah). Early ngerasa sedih banget, padahal Early udah lama banget pengen bertandang ke Jakarta lagi, soalnya terakhir ke Jakarta udah sekitar thun 2006 kan udh hampir 10 tahun ya?. Nah, makanya itu Early ngebet banget pengen ke Jakarta.Selain itu Early pengen ke Jakartanya sama kakak sepupu soalnya biar keliatan lebih mandiri gitu terus kan biar bisa naik kereta juga. Early juga udah lama nggak naik kereta api (sama lamanya kayak nggak ke jakarta). Well, apa boleh buat karena jadwalku dengan kakak sepupu berbeda, akhirnya Early harus bisa menerima kenyatan ini dengan lidah yang masih menggigit. 

Mendengar berita ini, mama Early sebenernya juga kurang tega, mungkin mama sebenernya pengen neyenengin hati Earlly dengan allowing anaknya ke Jakarta bareng kakak sepupu, Tapi ,karena ya si kakak aja ujian gitu jadi nggak bisa. Mama Early lalu memutuskan untuk merencanakan liburan keluarga ke Jakarta. Eaely sih merasa cukup senang karena setidaknya bisa mengobati kerinduan ke Jakarta meskipun tidak mengobati keinginan Early untuk naik kereta. Liburan ke Jakarta dengan keluarga naik mobil it's okelah yang penting juga liburan dan ke Jakarta. Early menyongsong semangat baru dengan rencana itu.

Namun, alih-alih sudah membayangkan kota Jakarta, tiba-tiba perubahan itupun kembali terjadi. Pada awalnya kami menyusun liburan ke Jakarta setelah berkunjung ke rumah saudara yang baru punya anak di Cepu. Tetapi setelah mama dan papa memepertimbangkan harga hotel yang melambung dan belum sama sekali ketemu harga promo, maka mama memberikan suatu alternatif penggunaan dana untuk lain keeprluan. Altrenatif itu adalah membehel gigi. Ya, gigi Early memang lama sudah tidak terlihat rapi, renggang, bahkan gigi bagian atas terlihat miring. Oleh karena belum mendapatkan hotel dan harga hotel yang promo maka mama menyarankan untuk mengalokasikan dana libruan untuk membehel gigiku saja. Sebenernya aku masih sedikit bingung kalau suruh milih Liburan ke Jakarta atau membehel gigi., ya karen adua-duanya aku pengen. Tapi, ya karena dana yang tidak mencukupi keduanya terwujud, dan karena untuk liburan ke Jakarta masih banyak kekurangan dan persiapan maka mama meyarankan untuk membehel gigiku dan aku pun memilih alternatif ini. 

Membehel gigi, aku sebenrnya juga sudah ingin lama, tapi rasanya agak mustahil karena tabunganku belum menyentuh digit itu untuk dapat membehel gigi. Setelah mama menawarkan altrenatif ini aku sangat senang dan tidak menyangka kalau mama sama papa mau membehel gigiku ini. Well, akhirnya pada libruan kami fokus untuk kosultasi tentang behel gigi dan punya target membehel gigiku sebelum masuk sekolah. Aku pun memulai untuk menjalani serangkaian proses untuk membehel gigi. 

Ketika menjalani rontgen gigi, Early menemukan kesedihan lagi. Kesediahnnya bukan waktu di-rontgennya tapi kejadian setelahnya. Waktu itu, papa Early negebet banget buat upgrade program BBM Early. Sebenernya Early nggak terlalu ngurusin itu, karena yang pentinng bisa BBM-an. Tapi karena si papa pengen biar dapat aplikasi BBM terbaru, Makanya kami pergi ke counter penjualan tablet Early dulu untuk minta upgrade BBM. Waktu dulu yang buat BBM Early juga papa sama adik Early jadi yang tau pasti ya harusnya mereka. Nah, waktu BBM diupgrade, Early perlu login lagi untuk mendapaykan aplikasi BBM baru dengan akun yang sama. Unfortunely nya papa sama adik Early ya termasuk Early juga lupa passwornya,. Jadi, semua kontak ilang deh huhuhuhu sedih banget waktu itu. Terutama Early keselnya sama papa dan adik Early yang suka ngutak-utik tablet Early tapi nggak bertanggung jawab saat itu. 

Minggu, 06 Juli 2014

KURANG MERASAKAN PIALA DUNIA 2014

    Tahun 2014 sebenarnya merupakan tahun yang cukup special. Selain adanya pesta demokrasi di Indonesia pada tahun ini juga diselenggarakan ajang pertandingan sepak bola tersohor yakni piala dunia. Piala dunia dimulai tanggal 9 Juni 2014 lalu dan ditayangkan juga oleh stasiun TV swasta di Indonesia. Semarak piala dunia di Indonesia tidak mengalami grafik turun meski bangsa ini juga tengah disibukkan dengan urusan kampanye dan politik. Beberapa media elektronik dan cetak juga tetap mengirimkan reporternya ke Rio de Jenario, Brazil meski di Indonesia juga sedang dibutuhkan banyak reporter untuk meiliput berita seputar pemilu. Lagu piala dunia juga tidak jarang didengar meski menurut saya itu seperti lagu ketika zaman 2006. Semua kemeriahan sepak bola piala dunia dihadirkan di Indonesia dengan sama meriahnya seperti tahun-tahun sebelumnya.
      Namun, satu hal yag berbeda pada pikiran dan perasaan saya sekarang. Saya yang memang bukan bola mania merasa sama sekali tidak terdorong untuk menonton salah satu pertandingan saja pada Piala Dunia. Padahal  empat tahun yang lalu ketika pesta bola ini juga diselenggarakan (tahun 2010) saya sangat semangat menyambut dan menikmatinya. Saat itu, saya yang pada dasarnya tidak menyukai bola dan miskin pengetahuan tentang bola merasa tergerak hatinya untuk menonton piala dunia. Hampir tidak pernah terlewatkan pertandiangan bola piala dunia di televisi saya. Saya rela mennunggu siaran bola dan begadang hingga pukul 01.00. Saya sama sekali tidak merasakan kantuk, malas, atau pantangan lain selama menikmati piala dunia. Hal yang saya rasakan mungkin saya terkena virus piala dunia. Semua pandangan saya serasa pandangan pecinta bola.
     Berbalik dengan keadaan sekarang. Saat ini pesta bola tersebut sama sekali tidak tampil di layar kaca saya. Meskipun opportunity saya untuk menontonnya lebih banyak ketimbang 4 tahun yang lalu. Tahun ini piala dunia masih bisa dinikmati ketika para pelajar termasuk saya menghabiskan waktu untuk libur kenaikan kelas. Selain itu, akhir-akhir ini saya juga sering tidur larut malam dan berkutik di depan laptop untuk menyelesaikan Tugas Kaca KR. Hal ini seharusnya bisa lebih membuat saya mudah untuk menonton bola, karena saya masih bisa terjaga hingga larut malam. Minimal untuk satu pertandingan saya masih bisa menontonya. Namun, anggapan ini tidak terjadi pada diri saya. Di tahun dan bulan bola ini saya merasa tidak ada apa-apa, tidak ada piala dunia. Saya memilih untuk langsung beristirahat ketika telah selesai mengerjakan tugas. Selain itu, saya pun juga tidak berminat untuk menonton siaran ulang pada siang hari. Hasrat saya untuk menonton bola 4 tahun lalu  rupanya hilang.


Jumat, 27 Juni 2014

JERIT MALAM - Part 2

      Mata sudah tertutup sekitar 15 menit. Belum ada tanda-tanda untuk terbuka, juga belum ada tanda-tanda untuk melanjutkan perjalanan. Kami hanya bisa mengisi waktu malam yang semakin larut itu dengan mengobrol dan beristirahat. Aku sempat tertidur, karena kurasa badan sudah tak tahan menopang kelelahan dan rasa kantuk. Kaki semakin pegal, berkali-kali kuluruskan kakiku ini, lalu kulipat kembali.
      Setelah beradaptasi dengan keadaan sekitar dan suara teman-teman yang tak jelas. Akhirnya aku sudah bisa mengenali orang-orang di sekitarku. Di samping kananku ada Yovita pimpinan Sangga Wardah Hafidz. Sementara di sebelah kiriku ada Safira, pimpinan sangga R.A Kartini. Kami saling berpegang tangan, tanda bahwa kami saling berdekatan. Shafira sempat bercerita padaku bahwa salah satu anggota sangganya hilang dari barisan. Aku terkaget dan semakin takut dengan keadaan ini. Serta merta, setelah Safira menceritakan hal itu padaku, aku segera meneliti anggota sanggaku. Syukurlah, anggota sanggaku masih lengkap berjumlah 7 orang.
     Namun, teka-teki hilangnya Aurel (anggota sangganya yang hilang) masih saja berada di benak ini. Safira mengatakan bahwa  ketika sangganya diperintahkan untuk duduk pada pos empat, Shafira masih mendengar suara Aurel. Namun, beberapa menit kemudian ketika Safira mengajak anggotanya untuk mengobrol bersama, dia tidak mendapati suara Aurel lagi. Safira juga tidak mendengar tanda-tanda kepergian Aurel seperti suara langkah kaki, ada orang yang mengikuti, dan sebagainya. Safira sangat khawatir dengan Aurel. Dirinya takut Aurel akan dibawa kemana karena terpisah dari sangganya. Selain itu, Safira juga takut jika dihukum karena tidak dapat menjaga anggota sangganya.
     Kubantu Safira, dengan berteriak kecil memanggil Aurel. Namun, tidak ada jawaban. Entah karena Aurel tak mendengar, Aurel tak ada di tempat, atau karena Aurel memang diperintahkan untuk tidak boleh menjawab. Beberapa kali aku memanggil Aurel dalam tempo waktu yang berbeda. Tetapi sama saja, belum ada jawaban Aurel kudengar. Rupanya teriakanku dan candaan teman-teman yang lain sudah terlalu berisik. Sehingga akhhirnya kami ditegur oleh Kakak Pembina.
   Teguran dari kakak Pembina menandai kelanjutan acara jerit malam ini. Kami diperintahkan untuk kembali berdiri dan berbaris. Namun, dengan posisi mata masih tertutup slayer. Kemudian, kakak Pembina menggabungkan 2 sangga menjadi satu barisan. Sanggaku bergabung dengan sangga Shafira. Aku menyambung barisan dengan memegang pundak anggota sangga Safira yang paling belakang. Setelah semua anggota bersiap saling berpegang erat pundak teman di depannya, perjalanan pun berlanjut.

Kamis, 26 Juni 2014

JERIT MALAM - Part 1

      Pengalaman berkesan waktu kemah kemaren, yaitu waktu kegiatan jerit malam. Acara jerit malam dimulai pukul 20.00 WIB, belum terlalu malam bagi kami semua satu sangga. Kebetulan karena barisan kami termasuk barisan depan, sehingga kami diberangkatkan dahulu oleh kakak-kakak DA (Dewan Ambalan). Perjalanan dimulai dengan menyusuri hutan di belakang bumi perkemahan. Pada menit-menit awal keberangkatan kami masih sempat disapa kakak-kakak DA yang meberikan kami say good bye, see you, dan be careful. Kemudian ada juga dari pihak guru dan kameramen yang melepas kepergian kami.
      Kami mulai sedikit panik, ketika jalanan yang kami lewati mulai menanjak. Suasana mulai gelap dan cahaya dari bumi perkemahan mulai tak terlihat. Kami sudah di tengah hutan. Mati kami kosong dan tabu. Hanya 3 senter yang kami boleh kami nyalakan ketika jerit malam ini. Kami terus konestrasi dengan medan yang kami lewati, serta teliti mencari petunjuk arah. Sebelumnya kakak DA, telah mberiathukan bahwa penunjuk arah uatama ada 3. Yaitu segitiga merah berarti belok kanan, segitiga kuning berari lurus, dan segitiga biru berarti belok kiri. Sekitar 70 meter awal kami menyusuri hutan, belum ada tanda-tanda yang kami dapat. Suara Qs. Al Fatihah, Qs. An-Naas, dan Qs. Al Falaq terus kami dengungkan untuk keselamatan diri kami dan memperkuat keberanian kami saat itu.
       Tanda awal yang kami temukan adalah segitiga merah di persilangn jalan simpang lima. Persilangan jalan itu cukup aneh karena ada 3 lajur atau 3 jalan ada di sebelah utara dengan sudut serong yang saling berimpitan. Ketika menemukan tanda segitga merah tersebut, pada awalnya aku sudah mengarah ke simpang ketiga yang merupakan jalur ketiga dari 3 lajur yang saling berdekatan tersebut. Menurutku jalur tersebut sudah terhitung belok kanan, karena dari pohon yang ditempel tanda segitiga merah ada di pertengahan antara 3 lajur yang berdekatan tersebut. Tapi, beberapa teman menganggap bahwa belokan ke arah kanan ada pada beberapa meter dari pohon yang memang sudutnya lebih terlihat membelok.
       Suasana mulai memanas, kebingungan,  dan khawatir mulai memuncak. Aku sebagai pimpinan sangga tidak langsung memaksa kehendak dan secara aklamasi memutuskan untuk belok ke lajur pilihaku itu. Aku menyarankan untuk mundur pada posisi awal dimana terdapat belokan kanan yang sedari tadi dianggap teman-teman sebagai belokan kanan yang tepat. Kembali ke posisi awal itu, semakin mencakam bagi kami. Cahaya-cahaya silau entah dari sumber apa, kilatan, dan suara aneh mulai menjadi-jadi. Hingga akhirnya kami memutuskan bersma untuk berbelok pada yang sudah kusarankan tadi. Kami semakin yakin dengan jalan yang kami pilih ketika dari sayup-sayup kami mendengar suara kakak DA yang sudah tak asing di telinga kami. Mereka menunggu kedatangan kami di pos 1.  
      Perjalanan mulai terasa lebih menantang, ketika kami mulai memasuki pos kedua. Jalanan menikung mulai banyak kami lalui, bahkan ada juga jalan yang sengat sempit bagi kami sehingga langkah kami benar-benar terhambat. Dalam perjalanan menuju pos 2, nyali kami sebenarnya belum kuat. Meski kami, juga sempat melewati beberapa rumah warga, tetapi kami juga lebih banyak mendengar embikan kambing, lolongan anjing, dan hawa dingin menyeramkan. Sehingga tanda-tanda aman yang kami lihat rupanya masih kalah dengan suasana yang kami rasa saat itu. Dingin, gelap, cahaya silau, semak-semak yang bergerak, dan suara-suara aneh yang entah darimana asalnya.

Rabu, 25 Juni 2014

NIKMATNYA MAKAN SAAT KEMAH

Pada tangal 23-25 Juni 2014 aku mengikuti kegiatan Kemah Akhir Tahun yang diselenggarakan sekolahku yakni SMA Negeri 1 Pakem. Kemah dilaksanakan di bumi perkemahan  Lembah Merapi, Turi, Sleman. Selama kemah sanggaku selalu mengusahakan untuk memasak makanan sendiri. Bagi kami, memasak makanan sendiri untuk setiap anggota sangga akan lebih menghemat dan mengenyangkan. Pasalnya, apabila kita hanya mengandalkan mie instan atau roti saja sebagai pengganjal perut, belum tentu akan cukup menegembalikan energi kita yang terkuras mengikuti kegiatan kemah. Oleh sebab itu, sanggaku memutuskan dan telah menyepakati untuk memasak bersama, terutama tetap memasak nasi sebagai makanan pokok. Sanggaku juga telah membuat menu masakan yang akan kami masak selama kemah.

Masakan kami yang paling berkesan adalah bakso dengan mie kuning dan bihun. Bakso yang kami buat serupa dengan bakso yang biasa dijual di kaki lima atau gerobak. Masakan tersebut kami buat bersama hingga saling mencicipi makanan, sebelum dihidangkan. Alhamdulillah, bakso yang kami buat tersebut laris manis, terbukti setiap anggota sangga makan dengan porsi banyak dan ada pula yang menambah makan. Aku sendiri sebagai anggota sangga yang ikut memasak dan membawa bahan makanan bakso merasa senang dan puas. Teman-teman menyukai bakso yang kubawa sehingga aku merasa tidak sia-sia membawa bahan makanan tersebut.

Aku yang pada awalnya tidak terlalu suka memakan bakso dengan nasi seperti yang dilakukan teman-teman, menjadi suka dan “feel yummy with this food”. Aku sendiri tidak terlalu tahu penyebabnya. Mungkin ini disebabkan karena kelaparan yang terlanjur kurasakan dan menu makanan hanya itu. Penyebab lain dikarenakan aku memakan masakan bakso tersebut bersama-sama dengan teman-teman. Namun, yang pasti aku merasakan suasana hangat ketika makan bersama dengan teman-teman yang sama-sama menyukai masakan bakso tersebut.

Minggu, 22 Juni 2014

HARI SIBUK

Hari ini total sibuk banget, banyak planinng, banyak acara, banyak pikiran. Hari ini adalah H-1 aku kemah. Biasa kalau kemah, banyak bawaan, banyak persiapan, banyak macem-macemnya lah. Meskipun sudah ada beberapa barang yang persiapkan sebelumnya, tetap saja checking sana-sini itu penitng. Selain persiapan kemah, hari ini ada saudara-saudaraku dari Kudus yang berlibur ke Jogja. Aku sendiri udah kangen banget sama mereka. Tapi, kalau dilihat jadwalku yang sudah penuh dengan acara packing persiapan kemah, Aku harus berkorban dan memilih.sesuai kepentinganku. Sebenarnya, aku juga tidak merasa enak, di tengah mereka tiba di rumahku aku lagi sibuk sendiri jemur pakaian biar bisa dipakai untuk kemah. Namun, bagaimana lagi aku tetap harus melakukan itu biar kemah besok, bisa berjalan dengan lancar. Disamping ada saudara, hari ini aku diajak jenguk tetangga. jam 10 pagi. Ya, mau bagaimana lagi aku akhirnya tetep gak bisa jenguk soalnya sekitar jam sepuluhan itu, aku masih prepare kemah, selain aku juga pengen nikmati hari minggu dulu (hehehe), nonton acara kesukaan (Travelezza), dan tidak berapa lama kemudian saudara-saudaraku itu datang. Nggak enak juga kan kalau nggak dialayani, jadi aku bantu ibuku menyambut saudara-saudaraku itu. Setelah mereka sampai rumah, dan memutuskan untuk lanjut jalan-jalan lagi, aku akhirnya juga tetap nggak ikut. Aku memilih untuk pergi ke pasar sama ibu nyiapan buat beli bahan-bahan untuk masak waktu kemah besok. Tuh kan, aku tetep banyak acara. Nah, sampai saudaraku pulang pun, aku masih sibuk packing dan beresin barang-barang biar besok cap-cus tinggal berangkat. Ini dia, kesibukanku hari ini, aku bingung sih mau nulis apa lagi,Yap, pada intinya hari ini aku padat banget, dan aku juga harus persiapan fisik dan mental untuk kemah besok. Well, temen-temen cukup di sini aja ya tulisannya. Doakan kemah saya lancar, amiin :)

Kamis, 19 Juni 2014

TERBELALAK KAGET

Kurasa pepatah don’t judge book from this cover adalah hal yang paling tepat kurasakan kali ini. Jika rasanya memberanikan diri bertemu orang-orang asing itu susah, bahkan terlihat tidak mungkin ketika kau harus mengajaknya berbicara dengan kondisinya yang terlihat pendiam di matamu. Namun, sebaiknya kau tak ambil simpulan dulu. Bisa saja pikiranmu salah, dan apa yang menjadi kenyataan setelah kau mencoba lakukan itu adalah 180 derajat lebih baik dari apa yang kau bayangkan.

Untuk engkau yang buatku terkejut malam ini
Untuk engkau yang  sudah lama ingin kutanyai
Untuk engkau yang rasanya pasti jadi teladan sejati
Namun, dari waktu dulu baru tahu kalau sebenarnya kau asyik sekali.

Yah, aku hanya bisa berharap
Sikapmu malam ini bukan hanya satu kali
Tapi akan berulang kembali
Hingga menjadi sebuah kebahagiaan
Yang semakin berarti

Ini cuma perasaanku yang excited  malam ini, antara takut, senang, terkejut, jadi satu. Kemudian bayang-bayang panjang semakin melambung, dan rasa kekaguman semakin menggebu. Oh, apa ini benar-benar kenyataan. Namun yang jelas, gara-gara malam ini, gara-gara tugas kaca cari narasumber lima, setidaknya aku tahu kalau sifatmu tidak sama dengan yang ada dipikiranku.  


Jumat, 20 Desember 2013

Ketika Aku Jadi OSIS 1

Maaf sebelumnya kalai postingan ini mungkin menyindiri beberapa pihak. memang intinya aku nge-post di sini emang mau curhat sama blog lewat tulisan ini 

Selama SMA ini aku ikut OSIS, meskipun cum ajadi seksi bahasa dan budaya ya aku cukup bersyukurlah bisa berkesempatan menjadi pengurus OSIS. Sebenarnya aku juga rada siap tidak siap untuk jadi ini. au cum awalnya coba-coba dan nggak niat banget buat ikut seleksi OSIS. Aku nggak lolos 2 tahap terakhir tapi entah mengapa juga akhirnya aku tetep kepilih. Awal-awal jadi OSIS aku ya cukup menikmati sih. meskipun kegiatan pelatiha2 terus menerus nggak kenal waktu. pokoknya capek banget. Tapi ya aku berusaha bisa menjaga diri. Karena aku tahu, sebagai pengurus OSIS kita perlu ditempa pelatihan-pelatihan dulu lah. untuk kegiatan-kegiatan itu aku masih bisa kompromi dengan diri ku sendiri. Sebenernya, kalian tahu aku dulu di SMP emang nggak ikut OSIS, aku orangnya juga nggak suka kebanyakan kegaitan nggak jelas, pulang sore, atau apalah yang diluar ekstra atau kewajiban dari sekolah. Tapi, ya kalau jadi OSIS, emang harus begini kali ya. 

Awal-awal rapat OSIS aku berusaha untuk aktif, belajar ngomong laporan kegiatan dan sebagainya. Tapi, lebih awa lagi dari itu, ketika kau bertemu dengan partnerku. ya, entah mengapa ya mungkin gara-gara kakak kelas. Pertama aku merasa canggung aku berusaha untuk mendekati dan ngobrol bareng dgn Mbk x itu. Tapi ya entah mengapa dia seperti menolak omonganku, dia mau ayik sendiri dengan urusannya, asyik sendiri dengan teman-temannya sesama kelas 2 dan lainnya. Dan dia cuma berkeluh kesah nggak jelas ke aku tanpa aku perlu tahu apa penyebabnya. aku nggak tahu itu harus gimana. aku rasanya kurang bisa klop sama partnerku ini. Padahal aku menyadari partner adalah teman bekerjasama kalau dalam komunikasi sosial aja nggak bisa klop gini, gimana nantinya. haduh, waktu itu aku pusing banget. mana rapat-rapat awal selalu sampe sore jam 5.an paling baru sampe rumah. dengan keadaan rapat di sana nggak jelas. aku belum bisa omong banyak2 karena ya cuma denger pengarahan ini-itu yang yang menyita waktu. 

Lanjut, berlanjut akhirnya baru beberapa minggu setelah diadakannya pelantikan resmi baru aku bisa rada nyambung dan klop sama mbk x ini. oh ya sebelum pelantikan ada gladi bersih dulu, aku yg emang bukan anggota tonti agak susah sih menyamakan hentakan kaki dgn yg lain, ya jadi musti latihan lebih. tapi sayang aku emang nggak bisa ikut. latihan pertama sebelum gladi bersih aku bsia ikut. tapi waktu gladi bersih aku bener2 nggak bisa di rumah ada acara keluarga pengajian ayah-ibuku sebelum haji. sebagai anak aku ya mesti adalah untuk membantu mereka. apalagi banyak saudara. masa' aku nggak terlihat di acara keluarga itu cuma karena ikut gal bersih OSIS. Ayahku emg udh nyuruh aku ijin, aku juga udah ijin ke ketua osis tahun lalu yg mau nyerahin jabatan. mereka juga udah mengijinkan. dari ku sendiri kalau rumahku nggak jauh gini dari Pakem, insyaAllah aku bela2in kok jam 5.45 udh ada di sekolah cuma gara2 ikt galdi bersih tsbt. pagi pelantikan, ada latiahan akhir lagi. aku ikut. banyak dari mereka langsung nyoraki dan mencerca pertanyaan dengan "kenapa nggak ikut" , "ngapain.e kamu kok nggak ikut:" aku cum anjwab beberapa prtyaan aja. dan penjelasanku tentang acra keluarga itu nggak ada artinya buat mereka. terserah dalam hatiku. nah, ketika aku salah langkah atau kurang sama itu barulah ada salah anggota yg nyelutuk "huu, salahnya kemaren nggak berangkat" siapa suruh nggak berangkat", dan beberapa komenan pedas lainnya. aku cuma deneger aja tanpa respon. dalam hatiku, mereka nggak tahu kepentingan keluarga saat itu, mereka sok-sokan banget emang mereka yang jadi teldan sendiri di OSIS, sumpah gaya ngomong mereka itu sombong banget. 
walhasil, ya meskipun aku nggak ikut gladi bersih itu aku tetep bisa nampilin yang terbaiklah waktu pelantikan dan nggak banyak melakukan kesalahan.

pengalaman nggak2 enak pertama ketika aku jadi OSIS ya kyk2 gini ini. tapi aku berusaha sabar lah, ini cuma baru langkah awal. meskipun dalam hati aku ngersa kurang comfort di pengurusan sekarang ini. semoga memang tidak ada ganjalan lagi atyau bisa dikuatkan ketika menerima cobaan2 lain

Curhat Tentang Lingkungan Hidup

Ini beberapa curcolku mengenai lingkungan hidup di lingkungan sekitarku. sebenarnya uneg-uneg ini sudah ada yang kuceritakan ke beberapa teman. cuma ini mau share ke yang lain aja yang barangkali belum tahu. Kali aja apa yang kalian rasakan sama kayak yang kurasakan. Bisa sambil comment juga kalau punya pengalaman yang sama. Selamat membaca :) 

1. Sebelumnya maaf ya jika menyinggung, jujur sesebelnya keadaan itu kalau kita nunggu di ruangan atau suatu tempat yang ada orang merokoknya dan kita tidak bisa menghindari dari keadaan itu. Contoh di bus kota, halte yang penuh, atau tempat-tempat umum lainnya. mengingat tentang merokok sembarang saya jadi ingat Perda beberapa provinsi seperti DKI Jakarta yang sudah menerapkan kawasan dilarang merokok atau adanya smoking area di tempat-temoat umum. Mungkin kalau di Yogyakarta belum banyak tempat-tempat umum dengan fasilitas tersebut. Tapi saya berharapnya kedepannya rencana ini bisa terwujud.

2. Jujur saya kalau jalan-jalan dan terpaksa buang sampah tapi nggak ada tempat sampah saya nahan mbuangnya dengan cara masukin ke saku baju/celana. Itu kalau sampahnya seperti sampah kertas/plastic (sampah kering) saya berusaha nunggu cari tempat sampah untuk membuangnya. Tapi entah mengapa kalau hal itu ketahuan orang tua saya, langsung suruh tuh sampah buang aja di jalan. Padahal saya merasa berat dan bersalah jika melakukan itu


3. Jujur ya saya pengen SMAPA jadi sekolah berwawasan lingkungan. Pasalanya wilayah SMAPA sudah strategis di daerah pegunungan. Keadaan geografis SMAPA yang cenderung berundak-undak menjadikan ciri khas tersendiri dengan sekolah lain. Hal ini seharusnya bisa ditambah dengan memperindang halaman atau setiap sudut yang ada di SMAPA. Menurut saya sudut “ademnya” di SMAPA itu cuma di halaman depan yang sebelah selatan dan komplek kamar mandi (utama). Sudut-sudut tersebut merpakan sudut yang penuh kehijauan dengan pohon yang rindang. Saya berharap sudut-sudut lain seperti di lapangan, halaman sebelah timur (yang ada warungnya) juga bisa diperindang. Terlebih lagi mungkin bisa di koridor-koridor kelas dipajang tanaman hias dengan pot-pot yang tertata rapi. Well, mungkin ini bisa disajidakan padangan/harapan ke depan bagi kita semua yang menjadi tanggung jawab dan program kita bersama.  

Rabu, 01 Mei 2013

Menjelang UN 2013

NB: Sebenernya udah aku tulis sejak bulan Maret 2013 tapi baru dipublish sekarang heheh :))

Halo teman-teman semua ketemu lagi deh sama Early. sudah lama ya udah nggak nge-post, selain sibuk persiapkan UN, Early juga emang nggak ada waktu untuk ngutak-atik komputer sama gaara2 udah nggak ada tugas TIK yang ada kaitannya sama blog. Jadi, nggak minta posting lagi deh. 

Kali ini Early mau bagi cerita, ya sekedar relaksasi ajalah sebelum UN yang tinggal 20.an hari lagi. 
Alhamdulillah, kevakuman ku untuk nggak main di dunia maya membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Untuk TPM Kota I aku dapet rank 2 se-Kota ya awalnya aku juga nggak nyangka, karena aku mengerjakana soal itu ya dengan relax tapi tetep serius. Hmm..meskipun nggak dapat rank 1 tapi aku tetep bersyukur malahan peringkat itu membuatku untuk terus berpacu dan berjuang biar the final resultnya nanti dapat yang terbaik dan tertinggi. Tetapi, ya namanya juga belajar, latihan, dan kompetisi ya. Ada saatnya di atas dan terkadang turun. Untuk TPM 2 Kota nilaiku sebelumnya bisa minimal mempertahankanlah dari nilai TPM 1, cuma aja math aku nanggung banget salah 1, mungkin kalau math aku bisa 10.00 aku bisa tetep pertahanin nilai yang dulu. Tetapi, kemajuan yang lain, alhamdulillah di TPM 2 IPA ku dapat 10.00, alhamdulillah aku seneng banget. aku berharap nilai 10.00 ini juga tetep bisa bertahan di UN sesungguhnya nanti (Amiin). Selanjutnya di TPM terakhir TPM Provinsi nilai-nilai se-sekolah pada menurun.. ya aku juga kurang tau sih penyebabnya. Selain itu soalnya yang prov aku nya sih merasa mudah dan bisa mengerjakan. tapi entah mengapa hasilnya kurang memuaskan begitu. Teman-temanku juga merasakan sama ada sih yang nilainya meningkat, tapi masih dikategorikan rendah, ada juga yang turun banget. Alhadmulillah sih nilaiku masih dalam range tinggi meskipun menurun. aku berharap besok saat UN sesungguhnya nilainya benar-benar maksimal dan tertinggi lah Amiin ;)

Tapi yang buat agak  capek setelah TPM Provinsi langsung dilanjut Ujian Sekolah sampai minggu depannya. Ya, bisa dibayangkan lah ya, capai pikiran, otak, tenaga, dan fisik. Setiap pagi suruh mikir terus heheh..jadi cepet laper deh heheh. Antara Ujian Sekolah dan TPM sama2 pentingnya, tapi dalam hal ini kita tidak boleh meremehkan pelajaran non UN yang selama ini mungkin kita duakan dengan pelajaran UN. Jadi, untuk lulus percuma NEM tinggi kalau Uujian Sekolahnya tidak sesusai denga kriteria kelulusan. Oleh karena itu, di Ujian Sekolah ini aku tak kalah sungguh-sungguh dan seriusnya dalam belajar dan mempersiapkannya. Aku berharap nilai Ujian Sekolahku sama bagusnya dengan nilai UN ku nanti Amiin. 

Minggu, 30 Desember 2012

Lagi-lagi Buatku Iri ;/

Terlepas dari momen kesesalan yang ada kaitannya dengan BMW dan penyesalan serta kekecewaaan tentang postingan yg lalu "Mereka Buatku Iri, Mereka Buatku Termotivasi. Ternyata ada satu lagi peristiwa yang sampai ini nggak mau aku ungkap atau buka lagi. Karena jika kukeruk lebih dalam kisah dan asal muasalnya itu aku akan membuatku semakin terbuai dengan penyesalan dan ketidakberuntungan yang menimpa diriku. Namun, aku sadar ini memang ada kesalahanku yang tidak mengutamakan peluang. Tetapi di sisi lain, hal itu sulit terbagi olehku yang punya prinsip di kelas 9 FOKUS UN DAN BELAJAR. Yap, bagaimana lagi disinilah pilihan dari kedua hal penting harus diputuskan Dan aku memang memutuskan untuk meninggalkan peluang bukan tanpa permisi, tetapi sebelumnya telah kuupayakan dengan cukup serius mengerjakannya. 

Memang sih, kalau tanpa keseriusan mendalam tidak akan berhasil dgn baik, selain kendala dalam membagi waktu  belajar dang ngurusin "peluang" ada juga kurang disiplinnya aku ikut pembinaan dan ngga ada yg ngajarin aku secara intensif. Dalam konteks ini aku masih butuh bimbingan , apalagi yg namanya membuat sih "peluang" itu harus butuh namanya waktu untuk mengkahyal, mengamati, dan meneliti segala yang ada di sekitar kita. Well, waktuku sudah hbs di sekolah dengan berbagai macam tugas, dan pekerjaan yang harus aku selesaikan, dan materi-materi yg sdh harus aku pahami dgn baik dan benar. Alhasil aku nge-cut ngerjain si "peluang" itu sebenarnya sih aku ditanya sama bu M gimana kabar si "peluang" aku cuma bisa tersenyum dan tertawa kecil, jawab" masih dibuat bu hehehe" ya cuma jawaban polos gitu aja. Karena ya mau gimana lagi kan, klo wktku juga sama dibagi ngurusin pelajaran jadi agak keteteran. Belum lagi, di rumah nggak mungkin aku nongkrong di depan laptop ber jam-jam ngabain kerjaan rumah "chores" lah , nanti dikira gimana gitu. Yakin, deh bakal diceramahin sama ibuku, "kamu tuh bisanya cuma di kamar aja belajar aja". Nggak cuma itu, aku juga harus jaga kondisi badan, soalnya sudah sering aku telat makan. Takutnya dengan semakin dibebani ngurusi si "peluang" itu makanku jadi makin nggak rutin. Bukankah kesehatan lebih penting dari segalanya. Nah, itu juga sama istirahatku jangan sampai aku terus-terusan begadang padahal bukan ujian beneran atau tes  dgn materi yang banyak, kasihan tubuhku. Itu beberapa alasan yang menjadikan aku nggak ikut dalam ajang "peluang" yg cukup bagus itu. Walaupun sdh ada addtional day utk submit si "peluang" tetap saja itu tidak terkejar dan membutuhkan banyak waktu, tempat, dan dukungan orang-orang di sekitar. Sedangkan ibuku saja tentunya sdh capai jemput aku dan adik-adikku, akku nggak punya kakak/om/tante yg mungkin bisa bantuin aku dlm membuat si "peluang" ini. Jadi, ya demikian, aku tidak ikut ngumpulin si "peluang" itu.