CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 06 Juni 2016

Ku Petik Inspirasi di Hari Pertama Puasa



Hello guys. nggak terasa .udah lama gak psoting..dan nggak terasa juga udah berjumpa di bulan Ramadhan lagi. Di hari pertama puasa ini, nggak sengaja sih aku liat film salah satu stasiun TV. Film ini awalnya ilm kupikir membosankan karena tentang kartun monster-monster gitu. Namun ternyata, film produksi Disney yang menjadi prekuel dari film “ Monster Inc” ini mengandung pelajaran-pelajaran baik yang bisa aku tangkap. Nah, dari awareness ini aja udah dapat pelajaran untuk don’t judge the book from its cover. (Jangan keburu merasa bosen dulu pada suatu hal, tapi nikmatilah proses dan apa yang ada dulu. Lalu, baru bisa kamu putuskan ini merasa cocok buat kamu tidak, hehe)

Oke, kembali ke film. Pelajaran-pelajaran yang tersirat dari film ini mulai muncul pada bagian klimaks dan akhir. Bermula dari monster mata hijau bernama Mike. Dia baru saja diterima di Monster University (ya mungkin intinya Universitas terkenalnya di dunia monster). Si Mike ini memiliki cita-cita untuk masuk ke Jurusan Menakut-Nakuti (agar menjadi monster yang membuat takut). Dia juga ingin memasuki Dewan Mahasiswa yang aktif dalam perlombaan menakut-nakuti. Sebagai mahasiswa baru yang sangat bersyukur bisa diterima di MU Monster University), Mike memiliki ambisi kuat untuk berprestasi di jurusan menakut-nakuti ini. Dia sangat rajin membaca buku teori menakut-nakuti. Oleh dosen bagian teori, keterampilan Mike sangat baik dalam memaparkan teori-terori yang harus dilakukan dalam setiap kondisi. Berbeda dengan teman Mike yakni Sullivan, yang agak rendah kemampuan dalam menghafal teori. Dalam suatu ujian praktek simulasi menakut-nakuti terjadi pertengkaran antara Mike dan Sullivan ini. Pertengkaran mereka sangat menghebohkan hingga membuat kepala jurusan marah dan langsung memberi ujian mereka di tempat kejadian. Hasil dari ujian praktek itu membawa Mike dan Sullivan terbuang dari kelas menakut-nakuti.

Perjuangan Mike mencapai cita-citanya tentu saja tidak berhenti. Di dalam Dewan Mahasiswa menakut-nakuti, Mike membentuk sebuah kelompok untuk mempersiapkan ajang bergengsi lomba menakut-nakuti tingkat Universitas. Di dalam kelompok Mike ini juga beranggotakan Sullivan yang awalnya agak ogah-ogahan satu kelompok dengan rivalnya. Tim yang dibentuk Mike ini dinamai OK!. Anggota dalam tim ini tidak semuanya dari kelas menakut-nakuti. Ada salah satu anggota yakni monster bintang laut yang sudah bekerja sebagai sales, meski sebelumnya dia juga memiliki cita-cita masuk ke jurusan menakut-nakuti. Setiap anggota dari tim OK! ini sangat rajin berlatih. Mereka juga mematuhi ajaran ketua mereka yakni si Mike yang memang memiliki kelebihan pengetahuan teknik menakut-nakuti. Anggota kelompok OK! ini diajarkan Mike untuk memaksimalkan apa yang diri mereka punya dalam usaha menakut-nakuti (karena setiap monster punya kelebihan dan ciri khas berbeda). Meskipun awalnya sang rival Sullivan sangat tidak bersemangat bekerjasama dalam tim OK!, namun ada suatu peristiwa yang membuat Sullivan yakin dengan kemampuan timnya. Hal ini terjadi saat lomba pertama yang mereka ikuti,  Sullivan tiba-tiba menghancurkan strategi Mike di tengah lomba. Namun, ternyata Mike tidak terlalu khawatir, justru memerintahkan anggota lain untuk mencari perhatian monster gurita penjaga perpusatakaan. Alhasil, berkat kerjasama yang baik dari anggota lainnya mereka berhasil mengambil bendera dan tidak dibuang monster penjaga ke kolam.

Perjalanan lomba dan perjuangan tim OK! semakin berlanjut. Keterampilan mereka semakin terasah.  Dalam hal menakut-nakutin ternyata bukan hanya soal seram semata, tapi ada teknik dan strategi berbeda yang

Kamis, 18 Juni 2015

I will always miss you all

Ini beberapa foto yang diambil waktu pembinaan provinsi 9-14 Maret 2015 di Hotel UNY. 
Seneng banget ketemu anak-anak cerdas di-DIY, Wow mereka asyikk dan seru meski awalnya kita diem-dieman kayak pertama kali masuk sekolah aja. Tetapi di akhir kita berasa akrab banget hehehe..mungkin karena waktu itu kita senasib sepenanggungan sih hehe...belajar pagi, istirahat malem hohoh..


Ini foto waktu malam terakhir pembinaan. Waktu itu terakhir habis dikasih materi sama kakak2 dari Geografi UGM. Terus daripada makin pusing sama materi akhirnya kita pada foto-foto deh. Nah, kita itu yang termasuk awet di kelas malam soalnya masih pengen tanya2 lagi sama kakak2 tutor. 
Waktu awal yang ambil foto groofie ini dek Daffa yang paling kiri, mukanya kepotong hehe. Tapi pakai hapenya si Carol paling kanan dengan posenya yang gokil. Dari kiri ke-kanan ada Daffar-Rosi-Woro-Aku-Alai-Carol-yang paling depan kanan ad Tifa terus yang paling belakang ...aduh lupa siapa namnya yang jelas si cowok-cowok itu masih kelas 9 lho...Hebat mereka dah ikut yang tingkat SMA :)


Ini gantian yang bawa kameranya si Tifa. Habis Daffa gak profesional sih eh( sorry ya Daff) nah, kalau ini fotonya asyik..hehe
I will miss you friends terutama sama Alai dan Rosi. Mereka adik kelas yang super..terus semangat yang sayang, aku yakin tahun 2016 bisa lolos nasional Amiin

 Kalau in kerjaannya Carol, Tifa, sama  Rossi. Jadi, pisang dari dinner di restoran diambil sama Rosi sampe ke kelas. Biasa sih, Rosi itu suka ambil buah2an dibawa ke kelas, terus dimakan, sampai dosen-dosennya pada pengen sih, ya..karena dosennya belum makan sebelum nagajar hehehe...
Nah, pisang-pisang nya itu sama Rosi belum dimakan-makan terus Carol sama Tifa minta tapi bukan buat diamakan sih. Melainkan ini nih di tulis-tulisin TTD kita sama sedikit quotes menjelang pembinaan Prov. Aneh-aneh aja sih tapi lucu juga. Alhasil aku juga tetep ikut-ikutan kok kasih TTD dan Quotes. 

Meski nggak semuanya kasih TTD sih tapi aku seneng aja liat ucapan2 mereka. Kita kayak satu keluarga gitu saling menyemangati meski sebenarnya kita akan bersaing di seleksi Provinsi. Tapi, yang penting aku dapat kebersamaan dan keseruan dengan teman-teman baru ku tersebut, dan  buat yang nggak ikut foto juga.-> Makasih ya..Clint Daffa Kesbang, Zithny Ilman, Brian, Temennya Brian yang pake kacamata. Dek Salwa, sama lainnya deh yang dari SMA 9 Yogya aduuuh I'm sorry i fast to forget your name..makasih buat kalian yang menghias hari-hari pembinaan, yang buat aku semakin2 belajar lagi karena nggak mau ketinggalan. Makasih semuanya ya...Semoga kita bisa ketemu lain waktu dengan cerita kesuksesan dan kebahagiaan :))) Miss you all 

Senin, 15 Juni 2015

Dirusak Kecerdikan Semu



Taktala jarum jam terus bergulir
Mengejar kedeewasaan hati dan moral
Pada tiap-tiap jiwa muda penuh asa
Yang terus haus akan sebuah keberhasilan

Mereka terus menggerong menantikan sukses datang
Disambut indahnya mentari setiap pagi di sekolahan
Namun, energinya cepat habis disedot kehampaan
Mereka tak mau tahu semua harus bisa terus berjalan
Menyusur semua rintangan yang banyak menghadang

Tak mau pikir rumit lagi, tak mau pikir sulit
Sudah cukup banyak tekanan yang rasanya mereka dapati
Sekalipun baterai mereka masih mampu menopang puluhan tahun lagi
Mereka tak mau ambil repot
Tapi mereka mau berpikir lebih dalam hal licik
Untuk suatu kecerdikan yang terkelabui oleh suasana tenteram

Tak tahu dari mana asalnya, darimana yang mengajari
Siapa dalang atau sang promotor di bidang ini
Rasanya virus ini mudah sekali menulari
Mudah sekali merusak onderdil asli
Sehingga jiwa-jiwa yang terus dilumasi tak sulit lagi dikorosi

Mereka menganggapnya sebagai suatu kecerdikan
Tetapi alim bilang ini kelicikan
Namun tetua bilang ini sudah jadi kebiasaan
Lantas, bagaimana seharusnya tindakan mereka ini?

Dunia yang hanya bisa menjawabnya
Dengan lonceng waktu yang ingin terus berdentang
Dengan mentari yang masih selalu dinanti
Oleh mereka yang tak aus akan keburukan ini

Maka yang bertahan dalam darurat ini hanya segelintir
Dari mereka-mereka lain yang mampu manjaga aslinya
Hanya segelintir lagi dari mereka yang mau menjaga aslinya
Karena kesempurnaan sejati, kebenaran dan keagungan abadi
Memang hanay ada sedikti dalam suatu piramida
Menempati puncaknya terus unggul dan berbakti
Pada Tuhan Maha Pengasih dan Penyanyang
Mereka yang senantiasa diberi bukan sekadar polesan dan pelumas biasa
Namun, pancaran iman dan taqwa
Yang semoga terus terjaga hingga akhir zaman kelak





Yogyakarta 14 Juni 2015 

Karena Ku Sedang Ingin dan Butuh

Hati ini pernah terasa kering,
Seiring kemarau yang datang terlambat dipanggil
Hati ini terasa kerontang
Butuh kesegaran namun tak sekadar cairan
Kasih sayang tak sekadar pelukan
Melainkan perhatian dari seorang lain yang senantiasa membayang

Memang tidak rutin seperti ibadah shalat
Atau acara bulanan seperti arisan
Namun, rasa-rasa ini adalah rasa ketika kita butuh perhatian
Dan ketika itu pula fitrah seseorang semakin terbuka
Menunjukkan rasanya kasih sayang, cinta, dan rindu merenda
Pada seseorang yang telah lama terpisah
Namun memendam memori kebahagiaan
Kebersamaan di masa lalu
Yang terus dan tak ingin terhenti
Meski ini semua tak pasti terjadi

Inilah kisah romansa yang tak istimewa
Namun, penuh dengan rasa dan asa
Semua pasti bergulir pada waktunya
Di saat kita memang sama sedang mementingkannya
Untuk sekadar melepas penat
Untuk sekadar membuang peluh dan gelisah
Karena meski hanya sekadar tatap aksara
Tetapi terasa sangat berarti
Dalam menyampaikan sinyal-sinyal kiasan
Kelembuatan hati yang senantiasa ingin terpancar
Dua sijoli muda yang tak tahu
Entah dimana ia akan berpangkal
Mereka masih punya banyak waktu
Untuk menentukan
Tuhan yang telah merajut rencana-Nya

Biarkan mereka terus mengalir
Larut dalam kebahagiaan dan kehidupan
Larut dalam suka mereka bercengkerama
Meski hanya sesaat tak terus-menerus
Tetapi buat mereka bahagia dan dekat
Buat mereka semakin bergairah
Melanjutkan perjalanannya kembali
Meraih mimpi-mimpinya lagi
Hingga suatu saatnya nanti
Rencana Baik itu pasti akan menghampiri





Yogyakarta 14 Juni 2015 

Sabtu, 13 Juni 2015

Perjalanan OSN Geografi-Part 2

Next story about my journey in geographic olympiad
 Yap, in the year 2015, it is the last chance for me to follow that competition. Tentu saja di tahun terakhir ini aku tidak mau menyia-nyiakan. Belajar semakin belajar, tentu saja pengalaman kemaren2 akan menjadi guru berharga bagi langkah terakhirku ini. Pada desember 2014 lalu sebelum kenaikan semester, saya sudah diwanti-wanti oleh Pak Aris agar semakin giat berlatih, mengerjakan soal, dan membaca buku. Beliau juag turut aktif mencarikan materi-materi, memberikan modul, dan membelikan buku-buku suplemen olimpiade. Meskipun itu masih terbatas, tapi saya berusaha memanfaatkan apa yang ada itu dengan maksimal.  

Pak Aris menerangkan bahwa di awal 2015 akan diadakan seleksi pra olimpaide khusus untuk Kabupaten Sleman, diman ayang lolos bisa dapat tambahan pembinaan khusus dari Dinas. Pak Aris menginginkan agar saya bisa lolos pada seleksi tersebut sehingga saya bisa dapat tambahan pembinaan. Pak Aris sebagai pembina olimp Geografi sekaligus Kebumian memang tidak cukup banyak waktu intensif mengawal kedua bidang itu. Maka beliau mengharapkan saya bisa lolos sehingga bisa pembinaan bisa lebih maksimal dan tidak hanya mengandalkan dari pak Aris saja. Terlebih lagi sekarang pak Wahyu sudah tidak mengajar di SMAPA. Mendengar adanya berita seleksi pra olimpiade tersebut kembali menyadarkan saya bahwa liburan akhir tahun ini harus diisi dengan hal sama seperti tahun lalu yakni belajar dan belajar mempersiapkan olimpiade. Terlebih lagi pak Aris sudah membekalkan beberapa buku materi olimpiade. Maka langkah saya berikutynya adalah mengkaji sungguh-sungguh buku-buku itu. Sekaligus juga membuat ringkasan dan cara lain sesuai metode belajar saya.

Dalam buku Suplemen Olimipade Geografi yang diterbitkan oleh Gadjah Mada University Press memang kebanyakan lebih menekankan pada geografi pertanian ya penyusun buku utama bu Rika Harini juga merupakan Dosen Geografi Pertanian saat itu. But, materi-materi lain seperti geomorfologi dan meteorologi juga cukup. Saya membuat ringkasan khusus mengenai 2 hal tersebut. Januari 2015 sudah datang dan seleksi pra olimpiade semakin dekat. Berbagai persiapan sudah saya lakukan sehingga jujur ketika H-1 saya hanya mengulang sedikit2 materi saja bahkan malamnya saya malah mengerjakan PR Biologi hehehe. Well, saya ingin menghadapi seleksi tersebut dengan hati yang tenang dan diharapkan nanti bisa mudah mengerjakan dengan pikiran yang tenang teresbut. Pertengahan Januari saya melaksanakan seleksi pra olimpiade tersebut. Tiap mapel diwakili 4-5 orang. Seleksi ini hanya diikuti oleh 10 SMA pilihan di kabupaten Sleman yang utamanya sekolah-sekolah tersebut adalah sekolah yang menjunjung olimpiade. Beberapa sekolah tersebut diantaranya SMA 1 Sleman, SMA 1 Kalasan, SMA 1 Depok,  SMA 1 Godean, SMA 1 Minggir, SMA de brito, SMAI Budi Mulia, dan tentunya sekolah saya SMA 1 Pakem.

Melihat berbagai pesaing dari sekolah-sekolah tersebut saya tidak merasa berkecil hati. Saya berusaha tetap menanamkan kepercayaan diri. Ketika mengerjakan, alhamdulillah saya merasakan kemudahan dan kelancaran dalam menjawabnya. Saya bisa mengerjakannya. Di akhir-akhir pengerjaan meski saya telah selesai dan sedang mengoreksi sudah ada beberapa peserta yang selesai dahulu dengan gayanya yang menurut saya terkesan arrogant menampilkan kecepatannya. Penilaian memang didasarkan atas skor tertinggi dan jika ada nilai yang sama diperhitungkan kecepatan waktunya. Maka mulai banyak peserta yang terkesan memperhatikan target kecepatan waktu saja, tapi saya tak tahu apakah mereka telah yakin pada kebenaran jawabannya atau tidak. Saya berusaha tetap santai dan tenang dengan mengoreksi jawaban dengan baik. Meski semakin banyak peserta keluar dari ruangan bak rayap berterbangan. Akhirnya 100 soal sudah mampu saya selesai dengan keyakinan yang mantap dan suah dikoreksi, saya pastiakn saya tidak akan merugi dengan jawaban yang seharusnya betul tapi salah menyilang. Well, jawaban sudah dikumpul dan terlihat saya menempati urutan 10. Hufft...saya berharap masih tetap lolos karena kuota lolos untuk tiap mapel hanya 10. 

Jumat, 01 Mei 2015

Perjalanan OSN Geografi- Part 1

Hi Guys udah beberapa bulan terakhir saya lagi sibuk nih sama kegiatan OSN. Ya sebenernya belum sampe OSN-nya sih tapi setidaknya rangkaian acaran untuk menuju perhelatan tersebut. Di tahun ke 4 aku ikut OSN sejak SMP-dulu saya sekarang udah mantep sama bidang Geografi. Nah, tahun 2015 ini menjadi tahun terakhir aku ikut OSN cz saya udah kelas 11 nih hehehe. Postingan kali ini saya mau share tentang perjalanan saya selama menempuh kegiatan-kegiatan olimpiade tersebut.

Untuk bidang geografi sendiri saya udah 2 kali coba sebelumnya, yang pertama waktu kelas 9 SMP. Aku udah coba ikut OSK SMA bidang geografi. Ya, dulu entah kenapa pengen itu, soalnya sih Geografi itu bidang baru yang menurutku belum banyak saingan, atau belum banyak yang coba lah. Jadi, saya spekulasi karena bidang baru berarti kan kita sama-sama belajarnya tuh, belum ada yang keliatan senioritas atau ahli banget kan makanya aku coba di tahun 2013 itu. Nah, selama proses pembinaan di SMP, jujur sih emang kurang diperhatika cz belum ada guru juga yang khusus di bidang geografi. Dulu saya cuma belajar dari LKS-LKS dan catatan tentangga saya yang kebetulan di SMA 6 Yk (Cuma seberang sekolah). Jadi, yang otodidak bisa dibilang belajarnya. Selain itu, saya juga menggali beberapa informasi dari sumber lain. Ya, meskipun belum dalam-dalam amat lah. Setidaknya saya berusaha belajar saat itu. Ketika hari H seleksi OSK saya merasa enjoy. Saya merasa soalnya cukup bagus dan menantang , dan yang lebih bagus lagi soal itu sesuai hati saya. Maksudnya saya suka menafsirkan gejalan-gejala alam, fenomena sosial, dan lainnya yang berhubungan dengan ilmu bumi tersebut. Di soal-soal Geografi juga banyak pengetahuan umum yang bisa dibilang susah-susah gampan, tapi karena itu kita jadi berusaha meng-eksplor lebih banyak lagi di dunia ini. Soal-soal pengetahuan umum dan geografi lainnya seperti menunjukkan seberapa peka anda dengan kehidupan di bumi sekarang, dan inilah point yang membuat saya tertantang. Maka saya tetap ikhithar dan fokus pada bidang geografi sampai sekarang.

Hasil dari OSK Geografi saat SMP ya sudah bisa diterima kalau saya tidak lolos Mungkin soal spekulasi juga karena kalau salah min 0.5. Saya memang sangat berhati-hati tentang itu jadi nggak mau jawab ngawur. Tapi, mungkin kalau saya mau berani bisa betul juga. Ah, i don’t know so well tapi yang penting udah coba. Toh, saya juga ngggak tahu selisih berapa poin sya dengan poin yang bisa diterima (saya rasa ya masih cukup jauh). it’s no problem, this  is for begin. But, i’m still feel happy and satisfied enough with my self. I feel strive, hardwork enough thought that time a i also prepare for UN. So, although the result not bring me in next step, i feel i did my job well enough. And then, my mother’s friend who become lecture of Geography faculty UGM and also the correct team tell that i am potential in geography, my reachment is well enough in compete with high school. Nah, karena itu pula, aku semakin mantap dan yakin serta berjanji pada diri sendiri bahwa ketika highschool akan meneruskan pendalaman pada ilmu Geografi dan ikut OSK lagi bidang Geography.
Lanjut ketika aku sudah duudk di kelas 10, saya menjalani hari-hari belajar Geografi di kelas dengan suka cita. Saya merasa geografi sudah menjadi kompetensi saya. Tetapi saat itu pula, ada hal lain yang menggoda saya yakni pelajaran kimia xixixi. Saat itu menurut guru sih, saya dinilai mampu ikut OSK kimia, sudah ditunjuk pula. Tetapi dengan mohon maaf sekali saya menyatakan sudah pilih bidang Geografi. Mungkin menurut beberapa guru eksak terlihat aneh ketika saya yang sudah masuk kelas MIA ikut Geografi, ya meskipun ada mapel lintas minat Geografi. But, i’m no so attention that, saya hanya berusaha ikhitihar dan istiqamah belajar geografi. Pembinaan OSN di SMA memang juga tidak terlalu intens, tapi saya selalu datang pada setiap pertemuan yang diadakan. Saya tekun mengerjakan soal-soal latihannya, mendengarkan penjelasan dari Pak Guru saya, Bapak Aris Sutardi. He is excellent teacher that i meet so far. Meski guru geografi di sekolah saya cuam satu, saya beruntung Pak Aris adalah guru yang sangat cerdas dan berwawasan luas sehingag dalam pembelajarannya saya sering mendapatkan hal-hal baru menegnai fakta-fakta geografi sekarang. Hal itu membuat otak saya lebih berisi hehehe

Tidak hanya mengandalkan pembinaan di SMA, selama liburan semester 1, sekitar bulan desember sara juga aktif cari info dari kakak-kakak kelas SMP. Alhamdulillah ada alumni yang sudah ikut OSN Georgafi di tahun 2013 kemaren, yakni mbak Amrina Rosyada. Beruntung pula big Boss BMW (Bocah Mipa Wolu) aliansi bocah-bocah olimp di SMP saya juga cukup peka langsung kasih kontak saya ke mbak Amrina. Langsung saja saya kontak mbak Amrina, meskipun saat SMP ya nggak terlalu dekat amat sih tetapi bersyukur mbak Amrina is friendly and open jadi aku langsung enak pada pinjeman buku dan soal-soal. Meski ada perasaan sedikit minder karena mbk amrina di Padmanaba dan saya di Prasetyatama hoho, tapi ya saya nggak mau bawa-bawa jauh lah, lagipula mbk Amrina orangnya nggak terlalu mempermasalahkan status sekolah. Dan menurut saya, itu juga bukan sesuatu yang penting, hal yang lebih menentukan adalah soal effort, strenght, commitment, believed, and also spirit. And yes i can proof it then...

Minggu, 29 Maret 2015

Ternyata Semua itu dari Liberalisme

Helo temannn udh lam anih gak nge-post...nah skrg aku mau berbagi cerita nih tentang beberapa wawasan baru yg aku dapet akhir-akhir ini. langsung aj aya biar gk bikin penasaran..wkkwkw chek it out

Guys, kalian tahu kan fenomena remaja masa kini..yaap akhir-akhir irni kita sering disoroti tentang kenakalan-kenakalan remaja ya mulia yang klasik kyk tawuran, free sex, penganiayaan, pemerkosaan, hingga yang lagi tenar-tenar ini aksi begal motor. Nah, semua itu adalah akibat dari kerusakan mental remaja itu sendiri. Sekarang di zaman yang unbordered ini apapun, siapapun, dan dimanapun dapat terjadi dan terengaruhi. So, kita harus tetep mawas diri ya firends. Makanya, kadang kita ngerasa aman atau nayamn sama seseorang atau di suatu tempat, atau kita ngerasa biasa-biasa aja kemana-mana sendiri, tapi ketahuilah aksi kejahatan akibta ulah remaja yang tak waras kyk yang aku sebutin di atas itu dpt mengintai dimana saja. Jadi, teman-teman harus tetap waspada nih dengan siapa saja dan dimana saja. Ya, waspada juga bukan berarti su'udzon sih tapi istilahnya kita bisa memilah, memfilter, dan menjaga diri kita untuk selalu dalam lingkungan yang aman dan nyaman dan bersama orang-orang yang shaleh dan shalehah. 

Nah, yang jadi pertanyaan besar untk fenomena di atas adalah mengapa hal ini bisa terjadi?? mengapa aksi kenakalah remaja semakin menjadi? apakah sebuah pertanda hancurnya negeri ini?
Wah, kalau penulis liat tayangan berita tentang kejadian2 di atas jadi miris sendiri dan berucap naudzubillah terus menerus berharap hal itu tdk terjadi lagi dan lagi dan biasr segera terhenti. Berdasarkan beberapa kajian yang penulsi ikuti 2 bulan terakhir ini, ternyata agar permasalahn dari kenakalan remaja skrg adalah akibat dari suatu faham barat yang secara tidak langsung telah merembet ke negeri Pancasila ini. Faham itu tdk asing lagi di telinga kita yakni sebuah "Liberalisme". Yap liberaslime berasal dari kata "liberal" yang artinya bebas, dan -isme menyatakan faham. Jadi liberalisme adalah faham yang menjunjung tinggi kebebasan seseorang.Liberalisme berasal dari Prancis, yakni saat terjadinya Revolusi Prancis faham ini mulai muncul pada kalangan borjuis. Saat itu kalangan borjuis mengingkan suatu kebebasan bahwa mereka bisa bertindak sendiri tanpa dikekang oleh strata di atasnya maupun dibwahnya yakni golongan bangsawan yang peling berkuasa dan golongan rakyat biasa, Awalnya hal ini hanya berlangsung dalam bidang ekonomi (intens)nya. Tapi lambat laun faham ini terbawa dalam aspek kehidupan lainnya seperti politik hingga budaya. Nah, yang dalam bidang budaya inilah yang tidak terkontrol sampai sekarang yang bsia nyebabin perbuatan-perbuatan demikian. 

Lho kok bisa? dengan cara bagaimana? Liberalisme kan suatu baham tentang kebebasan dimaan individu menjadi pengatur dirinya sendiri dan tidak boleh ada siapaun yang mengekang kemauannya. Jadi istilahny, "semau-mau gue". Nah, kalau udah ada kata what ever, its up to me, kita jadi tak terkontrol, karena menanggap apa yang kita lakukan itu ya sekehendak diri kita, mau salah bener, dosa, pahala, semua terserah kita. Ini juga jadi ciri pada sikap individualistik. Yah, kalau dibilang itu emang bener sih yang namanya kebebasan. Tapi, kalau kalian tahu kebebasan apa sih yang sebenernya real di dunia ini? Suatu kebebasan yang menjadi ciri dari kemerdekaan pribadi atau istilah formalnya adalah Hak Asasi Manusia itu menjadi label dari liberalisme skrg. Ups, tunggu dulu kalau kita ngaku-ngaku ingin memperjuangkan HAM, atau menganggap kesewenangan kita adalah sebuah HAM, Nah apakah itu benar di dalam kacamata KEMERDEKAAN HAM sendiri?