CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Jumat, 01 Mei 2015

Perjalanan OSN Geografi- Part 1

Hi Guys udah beberapa bulan terakhir saya lagi sibuk nih sama kegiatan OSN. Ya sebenernya belum sampe OSN-nya sih tapi setidaknya rangkaian acaran untuk menuju perhelatan tersebut. Di tahun ke 4 aku ikut OSN sejak SMP-dulu saya sekarang udah mantep sama bidang Geografi. Nah, tahun 2015 ini menjadi tahun terakhir aku ikut OSN cz saya udah kelas 11 nih hehehe. Postingan kali ini saya mau share tentang perjalanan saya selama menempuh kegiatan-kegiatan olimpiade tersebut.

Untuk bidang geografi sendiri saya udah 2 kali coba sebelumnya, yang pertama waktu kelas 9 SMP. Aku udah coba ikut OSK SMA bidang geografi. Ya, dulu entah kenapa pengen itu, soalnya sih Geografi itu bidang baru yang menurutku belum banyak saingan, atau belum banyak yang coba lah. Jadi, saya spekulasi karena bidang baru berarti kan kita sama-sama belajarnya tuh, belum ada yang keliatan senioritas atau ahli banget kan makanya aku coba di tahun 2013 itu. Nah, selama proses pembinaan di SMP, jujur sih emang kurang diperhatika cz belum ada guru juga yang khusus di bidang geografi. Dulu saya cuma belajar dari LKS-LKS dan catatan tentangga saya yang kebetulan di SMA 6 Yk (Cuma seberang sekolah). Jadi, yang otodidak bisa dibilang belajarnya. Selain itu, saya juga menggali beberapa informasi dari sumber lain. Ya, meskipun belum dalam-dalam amat lah. Setidaknya saya berusaha belajar saat itu. Ketika hari H seleksi OSK saya merasa enjoy. Saya merasa soalnya cukup bagus dan menantang , dan yang lebih bagus lagi soal itu sesuai hati saya. Maksudnya saya suka menafsirkan gejalan-gejala alam, fenomena sosial, dan lainnya yang berhubungan dengan ilmu bumi tersebut. Di soal-soal Geografi juga banyak pengetahuan umum yang bisa dibilang susah-susah gampan, tapi karena itu kita jadi berusaha meng-eksplor lebih banyak lagi di dunia ini. Soal-soal pengetahuan umum dan geografi lainnya seperti menunjukkan seberapa peka anda dengan kehidupan di bumi sekarang, dan inilah point yang membuat saya tertantang. Maka saya tetap ikhithar dan fokus pada bidang geografi sampai sekarang.

Hasil dari OSK Geografi saat SMP ya sudah bisa diterima kalau saya tidak lolos Mungkin soal spekulasi juga karena kalau salah min 0.5. Saya memang sangat berhati-hati tentang itu jadi nggak mau jawab ngawur. Tapi, mungkin kalau saya mau berani bisa betul juga. Ah, i don’t know so well tapi yang penting udah coba. Toh, saya juga ngggak tahu selisih berapa poin sya dengan poin yang bisa diterima (saya rasa ya masih cukup jauh). it’s no problem, this  is for begin. But, i’m still feel happy and satisfied enough with my self. I feel strive, hardwork enough thought that time a i also prepare for UN. So, although the result not bring me in next step, i feel i did my job well enough. And then, my mother’s friend who become lecture of Geography faculty UGM and also the correct team tell that i am potential in geography, my reachment is well enough in compete with high school. Nah, karena itu pula, aku semakin mantap dan yakin serta berjanji pada diri sendiri bahwa ketika highschool akan meneruskan pendalaman pada ilmu Geografi dan ikut OSK lagi bidang Geography.
Lanjut ketika aku sudah duudk di kelas 10, saya menjalani hari-hari belajar Geografi di kelas dengan suka cita. Saya merasa geografi sudah menjadi kompetensi saya. Tetapi saat itu pula, ada hal lain yang menggoda saya yakni pelajaran kimia xixixi. Saat itu menurut guru sih, saya dinilai mampu ikut OSK kimia, sudah ditunjuk pula. Tetapi dengan mohon maaf sekali saya menyatakan sudah pilih bidang Geografi. Mungkin menurut beberapa guru eksak terlihat aneh ketika saya yang sudah masuk kelas MIA ikut Geografi, ya meskipun ada mapel lintas minat Geografi. But, i’m no so attention that, saya hanya berusaha ikhitihar dan istiqamah belajar geografi. Pembinaan OSN di SMA memang juga tidak terlalu intens, tapi saya selalu datang pada setiap pertemuan yang diadakan. Saya tekun mengerjakan soal-soal latihannya, mendengarkan penjelasan dari Pak Guru saya, Bapak Aris Sutardi. He is excellent teacher that i meet so far. Meski guru geografi di sekolah saya cuam satu, saya beruntung Pak Aris adalah guru yang sangat cerdas dan berwawasan luas sehingag dalam pembelajarannya saya sering mendapatkan hal-hal baru menegnai fakta-fakta geografi sekarang. Hal itu membuat otak saya lebih berisi hehehe

Tidak hanya mengandalkan pembinaan di SMA, selama liburan semester 1, sekitar bulan desember sara juga aktif cari info dari kakak-kakak kelas SMP. Alhamdulillah ada alumni yang sudah ikut OSN Georgafi di tahun 2013 kemaren, yakni mbak Amrina Rosyada. Beruntung pula big Boss BMW (Bocah Mipa Wolu) aliansi bocah-bocah olimp di SMP saya juga cukup peka langsung kasih kontak saya ke mbak Amrina. Langsung saja saya kontak mbak Amrina, meskipun saat SMP ya nggak terlalu dekat amat sih tetapi bersyukur mbak Amrina is friendly and open jadi aku langsung enak pada pinjeman buku dan soal-soal. Meski ada perasaan sedikit minder karena mbk amrina di Padmanaba dan saya di Prasetyatama hoho, tapi ya saya nggak mau bawa-bawa jauh lah, lagipula mbk Amrina orangnya nggak terlalu mempermasalahkan status sekolah. Dan menurut saya, itu juga bukan sesuatu yang penting, hal yang lebih menentukan adalah soal effort, strenght, commitment, believed, and also spirit. And yes i can proof it then...

Minggu, 29 Maret 2015

Ternyata Semua itu dari Liberalisme

Helo temannn udh lam anih gak nge-post...nah skrg aku mau berbagi cerita nih tentang beberapa wawasan baru yg aku dapet akhir-akhir ini. langsung aj aya biar gk bikin penasaran..wkkwkw chek it out

Guys, kalian tahu kan fenomena remaja masa kini..yaap akhir-akhir irni kita sering disoroti tentang kenakalan-kenakalan remaja ya mulia yang klasik kyk tawuran, free sex, penganiayaan, pemerkosaan, hingga yang lagi tenar-tenar ini aksi begal motor. Nah, semua itu adalah akibat dari kerusakan mental remaja itu sendiri. Sekarang di zaman yang unbordered ini apapun, siapapun, dan dimanapun dapat terjadi dan terengaruhi. So, kita harus tetep mawas diri ya firends. Makanya, kadang kita ngerasa aman atau nayamn sama seseorang atau di suatu tempat, atau kita ngerasa biasa-biasa aja kemana-mana sendiri, tapi ketahuilah aksi kejahatan akibta ulah remaja yang tak waras kyk yang aku sebutin di atas itu dpt mengintai dimana saja. Jadi, teman-teman harus tetap waspada nih dengan siapa saja dan dimana saja. Ya, waspada juga bukan berarti su'udzon sih tapi istilahnya kita bisa memilah, memfilter, dan menjaga diri kita untuk selalu dalam lingkungan yang aman dan nyaman dan bersama orang-orang yang shaleh dan shalehah. 

Nah, yang jadi pertanyaan besar untk fenomena di atas adalah mengapa hal ini bisa terjadi?? mengapa aksi kenakalah remaja semakin menjadi? apakah sebuah pertanda hancurnya negeri ini?
Wah, kalau penulis liat tayangan berita tentang kejadian2 di atas jadi miris sendiri dan berucap naudzubillah terus menerus berharap hal itu tdk terjadi lagi dan lagi dan biasr segera terhenti. Berdasarkan beberapa kajian yang penulsi ikuti 2 bulan terakhir ini, ternyata agar permasalahn dari kenakalan remaja skrg adalah akibat dari suatu faham barat yang secara tidak langsung telah merembet ke negeri Pancasila ini. Faham itu tdk asing lagi di telinga kita yakni sebuah "Liberalisme". Yap liberaslime berasal dari kata "liberal" yang artinya bebas, dan -isme menyatakan faham. Jadi liberalisme adalah faham yang menjunjung tinggi kebebasan seseorang.Liberalisme berasal dari Prancis, yakni saat terjadinya Revolusi Prancis faham ini mulai muncul pada kalangan borjuis. Saat itu kalangan borjuis mengingkan suatu kebebasan bahwa mereka bisa bertindak sendiri tanpa dikekang oleh strata di atasnya maupun dibwahnya yakni golongan bangsawan yang peling berkuasa dan golongan rakyat biasa, Awalnya hal ini hanya berlangsung dalam bidang ekonomi (intens)nya. Tapi lambat laun faham ini terbawa dalam aspek kehidupan lainnya seperti politik hingga budaya. Nah, yang dalam bidang budaya inilah yang tidak terkontrol sampai sekarang yang bsia nyebabin perbuatan-perbuatan demikian. 

Lho kok bisa? dengan cara bagaimana? Liberalisme kan suatu baham tentang kebebasan dimaan individu menjadi pengatur dirinya sendiri dan tidak boleh ada siapaun yang mengekang kemauannya. Jadi istilahny, "semau-mau gue". Nah, kalau udah ada kata what ever, its up to me, kita jadi tak terkontrol, karena menanggap apa yang kita lakukan itu ya sekehendak diri kita, mau salah bener, dosa, pahala, semua terserah kita. Ini juga jadi ciri pada sikap individualistik. Yah, kalau dibilang itu emang bener sih yang namanya kebebasan. Tapi, kalau kalian tahu kebebasan apa sih yang sebenernya real di dunia ini? Suatu kebebasan yang menjadi ciri dari kemerdekaan pribadi atau istilah formalnya adalah Hak Asasi Manusia itu menjadi label dari liberalisme skrg. Ups, tunggu dulu kalau kita ngaku-ngaku ingin memperjuangkan HAM, atau menganggap kesewenangan kita adalah sebuah HAM, Nah apakah itu benar di dalam kacamata KEMERDEKAAN HAM sendiri?

Jumat, 02 Januari 2015

Apa yang Kudapatkan dari Serial My Love From The Star

Selama hari-hari akhir liburan aku memang sering melihat beberapa film dan drama korea hehe. Cerita yang paling menyentuh perasaan sih yang di Drama Korea yang bertajuk My Love From The Star hehe. Awalnya aku nggak suka banget ngikutin ceritanya.Soalnya aku bingung di awal cerita, karena munurtku awal-awal cerita terkesan membosankan. Tapi, melihat adik dan mamaku nonton serius dan keliatan seru banget sama ceritanya cobalah aku nonton (lagi).

Ketika melanjutkan untuk menontonnya lagi, pas kebeneran sih aku nonton lagi di alur yang udah mulai  terbentuk dan cerita yang memuncak. Ditambah lagi sih aku nemuin tokoh yang kuanggap ganteng dan cool itu Do Min Joo namanya. Ya, sangat banyak sih ungkapan untuk menggambarkan kegantengannya. Tapi yang kulihat dari drama Korea itu buka hanya masalah ketampananya tapi bagaimana perwatakan Do Min Joon sangat digambarkan bijak sekali.

Ceritanya memang tak sederhana tapi dengan 21 episode saja, rasanya drama Korea itu sudah utuh dan mudah dipahami. Dibanding sinetron Indonesia yang beratus-ratus episode tapi ceritanya mondar-mandir nggak tentu arah. Nah, mungkin kebaikan dan perbedaan bisa kita temukan lagi di serial dram dari negara Korea Selatan ini. Ya, setidaknya bisa menjadi masukan kita lah terutama industri hiburan agar membuat cerita yang pasti dengan alur yang tak membingungkan dan menimbulkan berbagai tafsiran tak masuk akal. Oke, lanjut aja ke cerita My Love From The Star. Do Min Joon yang diperankan oleh Kim Soo Hyun menjadi tokoh utama dengan Cheo Song Yi yang diperankan oleh Jun Ji Hyun. Aku sih paling terkesan ke sosoknya Do Min Joon dengan beberapa alasan tersendiri.

Meskipun My Love From The Star ini lebih banyak menekankan tentang cinta dibanding drama Korea serupa seperti The Heirs, tapi dari kisah cinta yang terasa so sweet itu ada beberapa pelajaran yang bisa diambil. Ya, sorotan utama dari pesan yang  dapat diambil berasal dari tokoh Do Min Joon. Do Min Joon sendiri dianggap sebagai alien dari planet lain yang hidup dala Dinasti Joseon 400 tahun yang lalu. Cerita awalya saja sudah menggambarkan bahwa dia dinasti tersebut adalah sosok yang baik karena sudah menolong seorang perempuan. Seorang perempuan yang ditolong Do Min Joon tersebut menjadi cinta pertama dan terakhir bagi Do Min Joon

Kemudian setelah dia berubah menjadi manusia biasa dan berpindah ke bumi, Do Min Joon  terbukti teguh dengan perasaanya mencintai sosok yang sama dengan di planetnya tersebut, yang bernama Cheo Song Yi. Hal ini menjadi bukti kesetiaan seorang Do Min Joon, dia tetap mencintai sosok wanita yang sama yang menjadi cinta pertamanya di planetnya meski dia telah berpindah ke bumi. Setelah menjadi kekasih dari Cheo Song Yi, Do Min Joon masih bersifat dingin seperti yang digambarkan. Ia memang bukan tipe laki-laki yang romantis. Namun, rasa cintanya melebihi lelaki yang terlihat romantis di mataku. Do Min Joon mengungkapkan cintanya secara langsung bukan hanya dengan kata-kata dan gombalan tapi dengan rasa cinta yang sesungguhnya-> Kasih sayang, pengorbanan, dan perlindungan. (Kasih sayang sendiri bisa diartikan dengan perhatian dan nasihat). 

Bukti-bukti dari cinta Do Min Joon yang sangat tulus adalah, ketika ia menyelamatkan Cheo Song Yi dari racun yang dibubuhkan oleh kakak Park Hae Jin. Do Min Joon sangat tanggap dan memanfaatkan kemampuan teleportasinya sebaik mungkin. Saat tidak ada dokter yang tersedia untuk melakukan pembedahan, Do Min Joon dengan kecerdasan yang dimilikinya langsung melakukan pembedahan sendiri atas perut Cheo Song Yi agar racun tidak segera bereaksi dengan tubuh Cheo Song Yi. Do Min Joon benar-benar tidak ingin kehilangan Cheo Song Yi, dia masih ingin bersamanya sebelum waktu di buminya habis.

Cerita Liburan

Hai teman-teman tak terasa akhirnya kita memasuki tahun 2015.Semoga di tahun ini semakin mendapat keberkahan, perubahan yang baik, dan dapat terwujud harapan-harapan kita. Nah, selama liburan musim hujan ini(hehe, alih-alih ikut yang negara 4 musim), ya maksudnya selama liburan di akhir semester satu yang melewati musim hujan ini. Early dapat banyak pengalaman. Semua lengkap ada yang sedih dan menyenangkan. 
Oke, kita mulai ceritanya ya..

Pada minggu-minggu pertama, Early mendapat berita yang..ya bisa dibilang kurang menyenangkan, karena rencana Early untuk liburan ke Jakarta dengan kakak sepupu batal, Ya karena si kak mau ujian semester sih jadi hari-harinya masih disibui dengan persiapan ujian (maklum yang udah kuliah). Early ngerasa sedih banget, padahal Early udah lama banget pengen bertandang ke Jakarta lagi, soalnya terakhir ke Jakarta udah sekitar thun 2006 kan udh hampir 10 tahun ya?. Nah, makanya itu Early ngebet banget pengen ke Jakarta.Selain itu Early pengen ke Jakartanya sama kakak sepupu soalnya biar keliatan lebih mandiri gitu terus kan biar bisa naik kereta juga. Early juga udah lama nggak naik kereta api (sama lamanya kayak nggak ke jakarta). Well, apa boleh buat karena jadwalku dengan kakak sepupu berbeda, akhirnya Early harus bisa menerima kenyatan ini dengan lidah yang masih menggigit. 

Mendengar berita ini, mama Early sebenernya juga kurang tega, mungkin mama sebenernya pengen neyenengin hati Earlly dengan allowing anaknya ke Jakarta bareng kakak sepupu, Tapi ,karena ya si kakak aja ujian gitu jadi nggak bisa. Mama Early lalu memutuskan untuk merencanakan liburan keluarga ke Jakarta. Eaely sih merasa cukup senang karena setidaknya bisa mengobati kerinduan ke Jakarta meskipun tidak mengobati keinginan Early untuk naik kereta. Liburan ke Jakarta dengan keluarga naik mobil it's okelah yang penting juga liburan dan ke Jakarta. Early menyongsong semangat baru dengan rencana itu.

Namun, alih-alih sudah membayangkan kota Jakarta, tiba-tiba perubahan itupun kembali terjadi. Pada awalnya kami menyusun liburan ke Jakarta setelah berkunjung ke rumah saudara yang baru punya anak di Cepu. Tetapi setelah mama dan papa memepertimbangkan harga hotel yang melambung dan belum sama sekali ketemu harga promo, maka mama memberikan suatu alternatif penggunaan dana untuk lain keeprluan. Altrenatif itu adalah membehel gigi. Ya, gigi Early memang lama sudah tidak terlihat rapi, renggang, bahkan gigi bagian atas terlihat miring. Oleh karena belum mendapatkan hotel dan harga hotel yang promo maka mama menyarankan untuk mengalokasikan dana libruan untuk membehel gigiku saja. Sebenernya aku masih sedikit bingung kalau suruh milih Liburan ke Jakarta atau membehel gigi., ya karen adua-duanya aku pengen. Tapi, ya karena dana yang tidak mencukupi keduanya terwujud, dan karena untuk liburan ke Jakarta masih banyak kekurangan dan persiapan maka mama meyarankan untuk membehel gigiku dan aku pun memilih alternatif ini. 

Membehel gigi, aku sebenrnya juga sudah ingin lama, tapi rasanya agak mustahil karena tabunganku belum menyentuh digit itu untuk dapat membehel gigi. Setelah mama menawarkan altrenatif ini aku sangat senang dan tidak menyangka kalau mama sama papa mau membehel gigiku ini. Well, akhirnya pada libruan kami fokus untuk kosultasi tentang behel gigi dan punya target membehel gigiku sebelum masuk sekolah. Aku pun memulai untuk menjalani serangkaian proses untuk membehel gigi. 

Ketika menjalani rontgen gigi, Early menemukan kesedihan lagi. Kesediahnnya bukan waktu di-rontgennya tapi kejadian setelahnya. Waktu itu, papa Early negebet banget buat upgrade program BBM Early. Sebenernya Early nggak terlalu ngurusin itu, karena yang pentinng bisa BBM-an. Tapi karena si papa pengen biar dapat aplikasi BBM terbaru, Makanya kami pergi ke counter penjualan tablet Early dulu untuk minta upgrade BBM. Waktu dulu yang buat BBM Early juga papa sama adik Early jadi yang tau pasti ya harusnya mereka. Nah, waktu BBM diupgrade, Early perlu login lagi untuk mendapaykan aplikasi BBM baru dengan akun yang sama. Unfortunely nya papa sama adik Early ya termasuk Early juga lupa passwornya,. Jadi, semua kontak ilang deh huhuhuhu sedih banget waktu itu. Terutama Early keselnya sama papa dan adik Early yang suka ngutak-utik tablet Early tapi nggak bertanggung jawab saat itu. 

Senin, 15 Desember 2014

BEGITU SETIANYA MEREKA DENGAN GEMBIRALOKA ZOO

Gembiraloka Zoo bukan hanya menjadi kebun binatang biasa. Melainkan mejadi kebun binatang yang selalu melekat di hati para satwanya, para keeper atau pawang, serta para pengunjungnya.
                   
   “Seneng banget kerja di Gembiraloka, apalagi saya juga penyayang binatang, jadi meski waktu sekolah bukan di jurusan ini, tapi enjoy aja jalanin kerja di sini” begitu ungkap Kak Dwi Retno (31) sambil menyunggingkan senyum sumringahnya, menunjukkan betapa bahagia  dirinya sebagai bird keeper di  Gembiraloka Zoo. Kak Dwi merupakan satu diantara 8 bird keeper di Gembiraloka. Selama empat tahun bekerja di Gembiraloka, Kak Dwi tidak hanya bertugas sebagai bird keeper saja, tetapi pernah juga sebagai reptile keeper. Pergantian pembagian kerja karyawan dilakukan atas permintaan perusahaan pengelola Gembiraloka Zoo sendiri yakni  PT. Buana Alam Tirta. Meskipun berganti-ganti job, Kak Dwi tetap senang menjalaninya, bagi Kak Dwi, ini merupakan kesempatan menyalurkan minatnya merawat berbagai fauna yang unik dan menggemaskan.                                                                      Renovasi Gembiraloka yang dilakukan tahun 2013 telah membawa banyak perubahan yang signifikan. Perubahan yang paling tampak adalah dibangunnya Taman Burung atau Bird Park serta Taman Reptil dan Amfibi. Kedua taman inilah yang paling diminati pengunjung akhir-akhir ini. Kak Dwi juga menegaskan bahwa pasca renovasi, pengunjung Gembiraloka juga naik drastis. Ini akibat dari penataan kembali, pemugaran di beberapa tempat, serta pendekorasian taman-taman cantik yang membuat kesan memasuk kawasan Gembiraloka Zoo terasa berbeda dan lebih menarik. Tidak hanya penataan dari segi fisik saja, jaminan kualitas dari pihak pengelola sendiri juga patut diacungi jempol. Hal ini dibuktikan dengan pengelolaan dan perhatian yang lebih baik kepada satwa-satwa dan pengunjung, seperti pembersihan kandang setiap pagi, pemberian pakan rutin, pemberian desinfektan, serta disediakannya wastafel untuk cuci tangan pengunjung. Uniknya dari pemberian desinfektan di bird park juga disemprotkan ke setiap keset yang ada di bird park. Jadi, pihak kebun binantang sendiri juga menjamin kebersihan dan kesterilan satwanya serta keamanan dan kesehatan dari pengunjung.                                                                                                                  Berbicara tentang kendala selama bekerja di Gembiraloka Kak Dwi mengaku hanya sedikit sekali menemui kendala. “Kendalanya sangat minim, paling ya pernah ada burung yang keluar dari ruangannya. Itu disebakan pintu ruangan tidak ditutup rapat kembali oleh pengunjung. Tapi, nggak masalah banget sih, soalnya burung-burungnya juga gampang balik lagi ke ruangannya” cerita Kak Dwi diselingi tawa. Tidak hanya burung yang di dalam ruangan yang sering keluar-masuk ruangannya, burung-burung yang dipamerkan di section Atraksi Burung juga mengalami hal serupa. Burung-burung beraneka warna tersebut memang diadakan khusus menjadi objek foto langsung dengan pengunjung. Tak sedikit pengunjung yang ikut ber-narsis ria dengan burung-burung cantik itu di depan kamera. Bahkan bisa di bilang section inilah yang paling ramai di antara semua section di bird park. Meskipun si burung-burung cantik tersebut sering dipindah dari tangan atau pundak pengunjung satu ke pengunjung lainnya, tapi burung-burung tersebut tetap setia dengan keeper masing-masing. Pernah suatu kejadian, seekor burung di section interaksi burung kabur melayang di udara bebas selama beberapa saat. Namun, tak lama kemudian sang burung sudah bisa kembali ke pundak keepernya sendiri dan tentunya.                                                                                        Tidak hanya burung-burungnya saja yang terus lengket di Gembiraloka zoo, bahkan para pengunjungnyapun juga tak kalah. Ibu Laily (30) sudah 6 kali berkunjung ke Gembiraloka Zoo meskipun datang dari daerah yang cukup jauh yakni Gunung Kidul. Ibu Laily menilai, dari setiap kunjungannya selalu ada perbaikan yang dilakukan pihak Gembiraloka Zoo  Sementara Ibu Tarti (48) pengunjung asal Klaten, Jawa Tengah sangat mengapresiasi pembaruan-pembaruan yang ada di Gembiraloka Zoo. “Saya suka ke Gembiraloka Zoo, ya bisa untuk refreshing dan mengisi liburan lah. Semakin lama, Gembiraloka Zoo semakin baik” begitu tuturnya.                       Fauna dari berbagai penjuru dunia dikonservasi dan dilindungi di Gembiraloka Zoo. Fauna dari penjuru dunia tersebut seperti Burung Unta yang baru didatangkan 1 bulan dari Australia dan Burung Lory serta Penguin Jackass dari Afrika. Maksud dari konservasi ini adalah menjaga spesiesnya agar tidak punah, merawatnya dengan penuh kasih sayang dan menghindarkan dirinya dari perburuan liar. Jika hanya dibiarkan saja di alam bebas, belum ada jaminan hidupya akan aman, karena habitatnya juga dihantui berbagai kemungkinan buruk. Mulai dari rusaknya habitat akibat pemanasan global, terganggunya lingkungan karena aktivitas manusia di sekitarnya, hingga perburuan liar oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Maka dari itu, adanya kebun binatang seperti Gembiraloka Zoo ini menjadi wadah konservasi bagi para satwa terutama yang hampir punah, sesuai dengan UU No 5 Tahun 1950 dan PP No 7 Tahun 1999. Selain itu, menjadi wahana rekreasi edukatif yang banyak diminati warga Yogyakarta dan sekitanya.

#ReportaseIloveZoo






Minggu, 26 Oktober 2014

Secepat Mega Menghilang

Seperti menembus awan kau begitu cepat datang dan menghujam
Entah kapan awan itu mulai terbentuk
Tapi, kau datang padaku bagai mega penyejuk
Mega yg diterangi matahari
Semua itu terasa menyinari matahati

Mega yang tulus selembut teksturnya
Mega indah mengangkasa raya
Setiap tatapan seakan tawarkan senyuman
Kebahagiaan dalam jiwa setiap yang memandangnya

Pagi bersilih sore, waktu-waktu berganti
Masih terasa hangat dirimu
Hangat menyangat, menumbuhkan perasaan ini
Tak mau terburu, ku terus  menikmati

Awan-awan itu bangkitkan angan-angan
Tuk melambung lebih tinggi dan terlepas dari gravitasi
Namun, sebelum mega ku ayunhkan
Mendung telah membendung sirnakan keinginan

Tak ada lagi kecerahan
Langit hanya membiru tanpa corakan
Kau tanpa sadar menghilang
Dengan kegembiraan yang dulu kurasakan

Mega tak berlekuk lagi, tak menjadi semegah awan cumulus lagi
Karena kini kau telah terbawa awan nimbus
Seiring perasaan cinta yang mulai pupus

Minggu, 06 Juli 2014

KURANG MERASAKAN PIALA DUNIA 2014

    Tahun 2014 sebenarnya merupakan tahun yang cukup special. Selain adanya pesta demokrasi di Indonesia pada tahun ini juga diselenggarakan ajang pertandingan sepak bola tersohor yakni piala dunia. Piala dunia dimulai tanggal 9 Juni 2014 lalu dan ditayangkan juga oleh stasiun TV swasta di Indonesia. Semarak piala dunia di Indonesia tidak mengalami grafik turun meski bangsa ini juga tengah disibukkan dengan urusan kampanye dan politik. Beberapa media elektronik dan cetak juga tetap mengirimkan reporternya ke Rio de Jenario, Brazil meski di Indonesia juga sedang dibutuhkan banyak reporter untuk meiliput berita seputar pemilu. Lagu piala dunia juga tidak jarang didengar meski menurut saya itu seperti lagu ketika zaman 2006. Semua kemeriahan sepak bola piala dunia dihadirkan di Indonesia dengan sama meriahnya seperti tahun-tahun sebelumnya.
      Namun, satu hal yag berbeda pada pikiran dan perasaan saya sekarang. Saya yang memang bukan bola mania merasa sama sekali tidak terdorong untuk menonton salah satu pertandingan saja pada Piala Dunia. Padahal  empat tahun yang lalu ketika pesta bola ini juga diselenggarakan (tahun 2010) saya sangat semangat menyambut dan menikmatinya. Saat itu, saya yang pada dasarnya tidak menyukai bola dan miskin pengetahuan tentang bola merasa tergerak hatinya untuk menonton piala dunia. Hampir tidak pernah terlewatkan pertandiangan bola piala dunia di televisi saya. Saya rela mennunggu siaran bola dan begadang hingga pukul 01.00. Saya sama sekali tidak merasakan kantuk, malas, atau pantangan lain selama menikmati piala dunia. Hal yang saya rasakan mungkin saya terkena virus piala dunia. Semua pandangan saya serasa pandangan pecinta bola.
     Berbalik dengan keadaan sekarang. Saat ini pesta bola tersebut sama sekali tidak tampil di layar kaca saya. Meskipun opportunity saya untuk menontonnya lebih banyak ketimbang 4 tahun yang lalu. Tahun ini piala dunia masih bisa dinikmati ketika para pelajar termasuk saya menghabiskan waktu untuk libur kenaikan kelas. Selain itu, akhir-akhir ini saya juga sering tidur larut malam dan berkutik di depan laptop untuk menyelesaikan Tugas Kaca KR. Hal ini seharusnya bisa lebih membuat saya mudah untuk menonton bola, karena saya masih bisa terjaga hingga larut malam. Minimal untuk satu pertandingan saya masih bisa menontonya. Namun, anggapan ini tidak terjadi pada diri saya. Di tahun dan bulan bola ini saya merasa tidak ada apa-apa, tidak ada piala dunia. Saya memilih untuk langsung beristirahat ketika telah selesai mengerjakan tugas. Selain itu, saya pun juga tidak berminat untuk menonton siaran ulang pada siang hari. Hasrat saya untuk menonton bola 4 tahun lalu  rupanya hilang.