CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 09 Agustus 2018

Sharing After PKM

Assalamualaikum teman-teman waw sudah setahun tak berjumpa yaa..nah pasti kangen kan dengan cerita-cerita Early bloggers... Sekarang Early mau share pengalaman Early di tahun 2018 ini dalam keikut sertaan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti. Alhamdulillah PKM tahun ini Early dan tim diberi keperacyaan untuk mendapat dana hibah guna menjalankan proposal PKM Penelitian Eksakta yang kami susun. Di cerita kali ini Early gak akan bahas panjang lebar tentang masalah penelitian yang atau prosedur karena pasti di web https://simbelmawa.ristekdikti.go.id/ sudah ada. Early akan lebih banyak share tentang pengalaman pribadi yang kali aja bermanfaat buat para blogger untuk menyiapkan mental dan strategi dalam mengikuti PKM.

Ajang bergengsi PKM memang menjadi incaran ratusan ribu mahasiswa di seluruh nusantara. Pasalnya dengan mengikuti event lomba nasional mahasiswa terbesar ini akan banyak sekali prestasi dan pengalaman lain menyusul. Ya ibaratnya efek domino, dan hal ini nggak salah asal kita bener-bener sungguh menjalankannya. Setiap kampus atau universitas baik  negeri maupun swasta tentu memiliki target-target tersendiri serta persiapan untuk mahasiswanya. Nah, keadaan ini mahasiswa yang sudah berniat mengikuti PKM perlu memantapkan diri lagi dengan mengikuti berbagai konsolidasi dan penagrahan yang dilaksanakan itern dari pihak kampus. Selain itu, mahasiswa juga perlu untuk lirik sana-sini (artinya untuk mencari tim yang solid, yang dirasa punya chemistry cocok dalam membangun ide bersama). Dalam mencari tim, ada tiga tipe mahasiswa, pertama mahasiswa idealis yang sudah memiliki ide dan yakin ide tersebut sudah tepat hanya tinggal mencari rekan-rekan lain, kedua tipe mahasiswa yang sudah memiliki ide tetapi masih belum terlalu yakin sehingga membutuhkan rekan lain untuk membantu membangun idenya, ketiga adalah tipe mahasiswa yang memang belum punya ide tetapi memiliki kemauan bergabung membentuk tim PKM. Apapun tipe mahasiswa tersebut, kita tetap perlu memilah teman-teman yang cocok. Hal ini sangat essensials sekali rupanya, kita tidak boleh sampai merasa dibohongi atau merasa rugi hanya karena mendapat teman yang kurang cocok atau sependapat dengan kita. Kita sebagai mahasiswa juga harus hati-hati memilih (ini bukannya su’udzon sih) jangan sampai hanya tergiur kata-kata awal yang meyakinkan tapi ternyata di tengah perjalanan si rekan banyak acara kepanitiaan. Oleh karena itu, sebelum diajak berbicara serius perihal rekanan harus saling menanyakan tentang kesibukan dan keseriusan menjalankan penelitian atau PKM. Peranan rekan terutama ketua PKM ini sangat penting dalam keberlangsungan PKM karena sumber daya (manusia) menjadi penggerak utama terlaksananya PKM dengan baik.

Masih dalam hal rekanan dan tim, setelah terbentuk tim yang dirasa cocok (rekan-rekan dianggap mampu berkerjasama) maka dibentuklah susunan atau stuktur organisasi sederhananya. Struktur ini bukan formalitas semata dalam memenuhi ketentuan proposal tetapi juga menjadi pondasi untuk memperkuat soliditas tim dalam hal pembagian kerja. Pertama adalah dalam hal penentuan ketua. Biasanya sih ketua ditentukan dari yang mencetuskan ide awal tapi kadang bisa dilempar ke rekan atau personal lain yang dirasa punya kemampuan manajerial baik (hal itu sah saja asalkan atau kesepakatan tim). Terpenting, posisi ketua ini benar-benar disepakati oleh seluruh anggota dan ketua yang diberi amanah pun juga menyanggupi diri serta berusaha menjalankan tanggung jawabnya dengan baik. Kedua adalah posisi sekretaris-bendahara (sekben), biasanya sih ditujukan ke personal yang teliti dan tentunya juga disepakati anggota tim dan ketua. Personal yang menduduki jabatan ini nantinya diberi hak dalam mengatur dan mengelola keuangan. Hal ini menjadi kelimpahan wewenang ketua kepada tangan kanannya yakni sekretaris-bendahara. Dana hibah PKM dari DIKTI tidak sedikit sehingga perlu pengelolaan keuangan yang baik dan transaparan, karena uang tersebut bukan milik ketua atau sekben saja, tetapi milik seluruh anggota tim. Persoalan rupiah ini jika tidak luwes dan ditangani dengan baik juga bisa menjadi carut marut dan penyebab gagalnya pelaksanaan PKM. Pasalnya uang dana hibah ini menjadi mesin pergerakan proposal PKM. Ada langkah bijak bila uang tersebut diambil seberapa banyak dan dibiarkan dalam bentuk fresh money yang pergakannya lancar dan tersimpan oleh sekben. Bagi anggota yang akan berjalan dan memakai dana bisa langsung meminta ke sekben. Sebaiknya dihindari memakai uang pribadi dulu lalu diganti, karena hal ini terkadang riskan oleh sikap lupa dan bingung kembalian pecahan dan lainnya. Sebenarnya ini bukan berpikir perhitungan banget atau gimana tapi ini  lebih ke masalah transparansi sama keluwesan dalam memakai dana. Meski demikian, tetap ada kontrol praktis dari ketua maupun masing-masing anggota dalam menggunakan dana.

Masih ke masalah tugas sekben yang meliputi bagian surat menyurat dan perizinan. Memang di awal seakan tugas sekben yang paling banyak. Hal ini juga memerlukan support yang baik dari ketua maupun anggota. Terlebih sih ke ketua yang memang tetap harus mengawal tugas sekben, ya meskipun sekben sudah paham akan tentang tugas-tugasnya itu. Selanjutnya setelah masalah perizinan laboratorium, perizinan peminjaman ruang, dan lainnya yang berhubungan dengan surat menyurat selesai maka sudah saatnya ketua memberikan pengarahan tentang langkah kerja yang akan dilakukan. Bahkan lebih baik jika sambil berjalannya sekben membuat perizinan sang ketua sudah membuat timeline jelas dengan tanggal atau rentang waktu tertentu tentang agenda kerja terdekat. Selanjutnya ketua sebagai penggerak dan sebagai anggota yang berperan aktif sudah selayaknya mengikuti setiap agenda yang dijadwalkan demi terselenggaranya program dari proposal.

Nah, dalam menjalankan kegiatan sesuai agenda sangat dibutuhkan sifat dan sikap keuletan, disiplin, dan teamwork yang kuat. Hal ini selayaknya memang dicontohkan ketua sebagai koordinator utama. Jika sang ketua berhasil memiliki role model demikian maka ini dapat membawa aura positif para anggotanya untuk semangat menyelesaikan proposal dengan baik. Tetapi, jika sang ketua justru memberikan teladan yang buruk atau justru tidak menampakkan sikap koorperatif dalam melaksanakan tugas hal ini dapat melemahkan kekompakan tim. Sebagai ketua juga buka berarti hanya menjadi personal yang mengatur saja selanjutnya tidak mau tahu tentang proses yang dikerjakan anggota. Seyogyanya ketua benar-benar yang mengawal proses dari awal hingga akhir bukan yang hanya mengatur di awal saja sang ketua juga harus dapat terjun dalam kegiatan-kegiatan anggota (ibarat capres yang blusukan ke rumah warga). Ya, semau itu harus dilakuakn juga dengan suka cita tanpa paksaan. Ketua dan anggota saling berbaur dan bekerjasama dengan baik tanpa memandang posisi lagi, karena ini merupakan kerja tim yang membutuhkan soliditas.

Sekiranya hanya ini sih, sharing Early kali ini, ini Early nulis juga berdasarkan pengalaman saja yang terlewati. Intinya semoga teman-teman yang sudah membaca dan berniat mengikuti PKM tidak akan kaget dan bisa punya persiapan matang dalam mengatur strateginya. Perlu diingat PKM membutuhkan kerjasama tim yang hebat tim yang bisa saling mengerti dan membangun. Karena jika hanya mengandalkan personal-personal yang brillliant dan cerdas saja tetapi dia tidak dapat bekerjasama dengan baik, susah diajak berkomunikasi dan berkoordinasi maka ibarat saja buah-buahan yang ranum tapi ternyata cuma buah plastik. Jadi, bagunlah tim mu sesuai dengan sikap hati perasaan dan teman mana yang cocok buat kamu diajak mainan PKM.


Rabu, 27 Desember 2017

Enjoyable Mangunan

Pada tanggal 13 Maret 2017 yang lalu penulis beserta keluarga berkesempatan mengunjungi objek wisata daerah Mangunan yang sedang banyak digandrungi wisatawan. Kebun buah dan hutan pinus menjadi andalan objek wisata di kawasan ini, tetapi penulis mendapati daya tarik lain yang masih berada di kawasan hutan pinus. Berikut ulasan lebih lanjut perjalanan Early dan keluarga di Kawasan objek wisata Mangunan, Dlingo, Bantul, DIY.

Early dan keluarga melakukan perjalan di pagi hari jadi, sekitar pukul 06.40 penulis dan keluarga sudah sampai di objek pertama yakni Kebuh Buah Mangunan. Di kebun buah ini terdapat area atas dan bawah. Saat masuknya kendaraan ke Kawasan Kebun Buah Mangunan maka itulah lokasi area bawah, dimana kita langusng dimintai tiket masuk sesuai jumlah pengunjung dan kendaraan yang digunakan. Di area bawah terdapat danau buatan, kolam, dan taman bermain. Bisa dikatakan bahwa di aera bawah merupakan area lama dari kebun Buah Mangunan. Di area bawah ini inventarisir jenis-jenis tanaman buah juga lebih rapi. Kerindangan berbagai macam pohon buah nampak dari jalanan pintu masuk kawasan Kebun Buah Mangunan hingga area bawah ini.  Pohon jeruk, pohon rambutan, pohon mangga, dan pohon durian mendominasi area bawah kebun buah Mangunan. Beberapa dari pohon tersebut sudah ada yang berbunga dan berbuah, tetapi tidak ada izin untuk memetiknya secara langsung. Apabila wisatawan menggunakan kendaraan roda empat maka perlu ekstra berhati-hati karena tanjakan dari area bawah ke area atas cukup terjal dengan tikungan yang tajam. Tetapi beberapa warga lokal dan petugas parkir siap untuk membantu mengarahkan kendaraan.

Foto di background tulisan Kebun Buah Mangunan
Sampai di area atas, telah disiapkan lahan parkir yang cukup luas. Wisatawan Kebun Buah Mangunan lebih banyak mengeksplor di area atas yang cukup dekat dengan panorama-panorama perbukitan bercampur kebun-kebun buah dari ketinggian. Jadi di area atas kelimpahan jenis pohon-pohon buah tidak sebanyak di bawah, tetapi lebih pada penyuguhan view-view perbukitan lepas dan pepohonan buah dari kejauahan. Di area atas dibangun dan disiapkan anjungan yang menjorok ke arah jurang atau di lereng perbukitan kebun buah dengan luasan dan tata letak yang. Anjungan  tersebut dilengkapi beberapa anak tangga dan undakan tertentu agar pengunjung dapat berpotret dengan pemandangan di atas ketinggian. Selain anjungan, taman di bagian atas juga dilengkapi beberapa rumah pohon dan tempat duduk sebagai fasilitas untuk pengunjung menikmati panorama alam.

Menikmati panorama alam di Kebun Buah Mangunan ini memang lebih enak pada siang dan sore hari. Pada pagi hari, seperti yang dirasakan penulis, kabut-kabut alami dari perbukitan masih nampak dan terasa. Bahkan, semua perbukitan terlihat berwarna putih dan berjalan di area atas tersebut juga terlihat menembus kabut. Kabut pagi tersebut menambah kesejukan di Kebun Buah Mangunan. Selain rumah pohon dan anjungan, yang menjadi andalan spot foto dari objek wisata ini adalah tulisan Kebun Buah Mangunan.  Di spot foto tulisan ini langsung terlihat cakrawala hijau dan biru yang berpadu antara Perbukitan Mangunan dengan langit pagi yang mejadi background foto. Puas menikmati pemandangan alam dan kesejukan pagi di Kebun Buah Mangunan, perjalanan kami lanjutkan ke situs Hutan Pinus Mangunan.


Foto di atas rumah pohon


Foto di antara pohon-pohon pinus
Lokasi Hutan Pinus Mangunan kira-kira masih masuk ke arah timur dari jalan raya Mangunan. Lokasi hutan pinus berada di persimpangan jalan di area kiri. Hutan pinus terlihat di kanan kiri jalan tetapi lokasi objek wisatanya berada di kanan jalan, sementara parkir berada di kiri jalan (dari arah timur). Biaiya tiket masuk objek wisata hutan pinus sebesar Rp5000/orang saat itu. Di dalam kawasan hutan pinus kita langusng disuguhkan pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi seakan menjadi pasak-pasak penangkal sinar matahari yang sudah mulai memanas. Tentu saja udara sejuk masih menyelemuti kawasan tersebut meski matahari mulai memuncak. Di kawasan hutan pinus yang tanahnya lembab dan becek (karena habis terguyur hujan)  pengunjung perlu berhati-hati dalam berjalan dan menapaki jembatan-jembatan kecil yang dibuat.

Pengunjung diperbolehkan menggelar karpet atau tikar untuk duduk bersama atau memakan bekal, tetapi harus bertanggung jawab terhadap kebersihan tempat. Di hutan pinus bagian atas, kepadatan pengunjung sedikit berkurang dan lokasi ini sering dimanfaatkan sebagai spot foto-foto. Namun, jika akan melakukan sesi foto yang cukup lama maka perlu membayar retribusi yang lebih (seperti jika akan melakukan sesi foto pre wedding). Di bagian atas hutan pinus juga terdapat beberapa ayunan dan pohon-pohon yang sengaja disusun membentuk semacam tempat duduk. Pada musim tertentu, beberapa warga lokal menyewakan ayunan tidur yang dapat dipasang di antara pohon-pohon, tetapi saat penulis dan keluarga berkunjung tidak ada yang menyewakan lantaran kondisi pohon yang sedang lembab dan licin kurang aman jika akan dipasang ayunan-ayunan tidur dari rangkaian tali tersebut.

Hampir semua di sudut Hutan Pinus Mangunan dapat digunakan sebagai sopt berfoto. Namun, setiap objek pasti ada spot foto andalan yang utama. Spot foto andalan di hutan pinus ini berada di bagian atas dengan dukungan panggung kayu sehingga  membuat para pengunjug lebih bisa mendapat backgrpund hutan-hutan pinus yang masih asri (tidak terlihat rombongan pengunjung yang menggelar tikar). Spot foto ini juga digunakan untuk sesi foto pre wedding. Spot foto utama ini sanhat diincar oleh pengunjung, sehingga harus sabar mengantri untuk foto di sini. Tetapi jangan berkecil hati jika tidak berfoto di spot foto utama, masih banyak area lain Hutan Pinus Mangunan yang apik diabadikan di lensa kamera.

 Foto di balik surga bunga tersembunyi
Area baru dari Hutan Pinus Mangunan berada tersembunyi di bagian atas hutan ini, dimana pohon pinus mulai jarang tumbuh. Tetapi sebagai gantinya, bunga-bunga yang menawan siap mempesona siapa saja yang menyambanginya.  Area semacam taman bunga kecil disiapkan di lereng atas di hutan pinus. Area ini sangat colorfull mengingat  berbagai bunga tumbuh di sini seperti matahari dan flamboyan. Meski banyak tumbuha bunga area ini juga cukup rindang dengan adanya beberapa pohon yang digunakan sebagai rumah pohon. Selain itu terdapat beberapa tempat duduk kayu yang langusng menghadap pada view taman bunga maupun panorama perbukitan di sekelilingnya. Jadi melalui view dari tempat duduk kayu terdapat integrasi pesona alam yakni cantiknya bunga-bunga dengan teduhnya pesona perbukitan hijau daerah Mangunan. Pengunjung yang beruntung dapat mengeksplor taman bunga di lereng Bukit Mangunan ini dengan puas dan senang hati. Akan tetapi bagi pengunjung yang terburu-buru dan tidak mau mengeskplor maka akan sangat disayangkan, tidak dapat menikmati surga bunga ini. Di tempat ini juga sudah tidak dikenakan biaya tambahan karena masih dalam kawasan hutan pinus.


Sebagai tips untuk berwisata di Kawasan Mangunan perlu dilakukan perjalanan di pagi hari karena udara masih sejuk dan dapat menikmati panorama alam yang masih asri dengan kabut alami. Selain itu, eksplor terhadap setiap detail objek wisata juga perlu dilakukan. Eskplor dilakukan agar pengunjung benar-benar menikmati suguhan yang ada di objek wisata beserta fasilitas yang perlu dijaga. Dengan demikian tujuan ke objek wisata bukan hanya hunting foto hits saja tetapi menikmati kedamaian alam, menyegarkan dan menenangkan pikiran, mensyukuri kebesaran Allah SWT melalui kenampakan alam ciptaan-Nya, dan tentu saja menjaga serta melestarikan keindahan pesona alam  tersebut.

Minggu, 23 Juli 2017

Di balik Kesederhanaan Purworejo

Halo..assalamualaikum bloggers..
Kali ini..Early mau share cerita liburan sederhana di Purworejo beberapa hari yang lalu. Tepatnya tanggal 17 Juli 2017 Early sengaja escape dari Jogja mengisi liburan berkepanjangan ini hehehe. Sekitar pukul 07.00 pagi Early berangkat dari Jogja menuju Purworejo menggunakan mobil. Tiba di Purworejo sekitar pukul 09.00. Early sangat menikmati perjalanan ke Purworejo karena Early melintasi tiga Kabupaten di DIY, mulai dari Kabupaten Sleman tempat domisili Early, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Kulon Progo. Di tengah-tengah perjalanan Early menikmati banyak panorama mulai dari perbukitan, bentangan sawah, hingga sungai dan jembatan yang masih alami.



Sampai di Purworejo, Early dan ayah langsung menuju hotel Plaza yang terletak di Jalan Tentara Pelajar Nomor 21, Kecamatan Purworejo, Purworejo, tepat di depan SMA Negeri 1 Purworejo. Hotel ini juga direkomendasikan teman kuliah Early yang asil Purworejo (Thanks to Alam Reformasi). Hotel Plaza merupakan salah satu hotel terbaik yang kota kecil ini punya dan termasuk hotel berbintang. Early beruntung mendapatkamn view kamar dengan pemandangan persawahan di belakang hotel yang masih hijau dan sejuk.


Sebenarnya, Purworejo bukan termasuk Kota Wisata atau kota yang terkenal dengan ciri khas tertentu. Tetapi, berkat penjelajahan sendiri dan hasil kunjungan selama di kota ini 3 hari, Early berhasil menemukan apa keunikan dari kota ini. Purworejo merupakan sebuah Kabupaten yang didalamnya terdapat beberapa kecamatan besar seperti Kecamatan Purworejo, Kecamatan Kutoarjo, Kecamatan Bagelen, dan lainnya. Pada post kali ini, Early akan memfokuskan tentang keistimewaan Kecamatan Purworejo. Di Kecamatan ini terdapat makam Jenderal Sarwo Edi Wibowo, salah satu jenderal besar  yang meninggal tragis karena serangan G30S/PKI.Di Purworejo juga merupakan tempat kelahir komposer nasional yakni Wage Rudolf Supratman, tepatnya di daerah Kaligesing. Jadi, tidak heran di daerah yang cukup kecil dan sederhana ini ternyata merupakan daerah cikal bakal para pahlawan kebangsaan. Di jalan-jalan protokol kita juga akan menjumpai banyak tugu, patung-patung, dan beberapa cagar budaya berbentuk bangunan. Salah satu patung yang Early jumpai di sana adalah patung W. R. Supratman yang sedang membawa biola. Patung ini dapat ditemui di perempatan Pentok.


Selain dari aspek historis, Purworejo juga memiliki keunggulan dalam bidang pertanian dan perkebunan. Di Purworejo, kita masih banyak melihat petak-petak sawah yang terawat dan lahan-lahan produktif yang terurus. Hal ini berimbas pada lingkungan kotanya yang tetap sejuk meski tidak diapit gunung secara dekat. Selain itu, wilayah ini juga memiliki keunggulan hasil alam berupa buah durian dan biji kopi robusta. Durian asal Purworejo ini memang terkenal dengan daging buah yang tebal dan rasa manis-pahit khas durian. Daerah pernghasil durian yang utama ada di Kaligesing dan Watuudan. Terdapat dua jenis durian Purworejo ini yakni durian hasil setek dan okulasi antara Duran lokal dan Durian montong dan kedua adalah durian lokal. Keduanya sama-sama enak dengan ciri khas sendiri. Untuk durian hasil okulasi dan setek memiliki rasa pahit yang cenderung manis dengan daging buah tebal seperti durian montong, warna nya juga lebih kekuningan. Sementara untuk durian yang murni lokal rasanya lebih diidominasi rasa pahit khas durian dengan daging buah yang tidak kalah tebal, namun warna tidak cenderung kuning.  Untuk kopi robustanya, dianggap terbaik karena termasuk dalam daftar 15 kopi terbaik di Indonesia. Daerah penghasil kopi robusta ini juga terdapat di Kaligesing. Sebenarnya, potensi hasil alam seperti durian dan kopi robusta dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi kabupaten ini untuk berkembang. Berdasarkan hasil wawancara dengan warga lokal, mereka justru kurang mengenali potensi ini dan seakan kurang dapat “menjual” keunikan daerahnya (terutama untuk potensi kopi robusta). Sehingga ada baiknya, pengalaman ini dapat menjadi koreksi dan evaluasi pagi pemerintah daerah setempat dan warga asli untuk bersama-sama mengembangkan daerah melalui potensi yang sudah ada.



Masih tentang hasil alam dan makanan, kita akan mengulik tentang buah tangan yang didapat di Purworejo. Ketika Early berjalan-jalan di sekitar hotel, tanpa sengaja Early menemukan kios kecil di pinggiran sungai. Kios tersebut ber-pelang kecil sekitar 2x1 meter bertuliskan Pusat Oleh-Oleh Purworejo, Kue Lompong “Asli” Oleh-Oleh Khas Purworejo. Early tertarik dengan jajanan khas tersebut dan menuju ke kios. Early sedari awal tiba di Purworejo, memang berpikir apa makanan khas dari Purworejo. Setelah mendekat ke kios Early memgintip sedikit cara pembuatan kue lompong ini. Jadi, kue lompong merupakan jajanan khas Purworejo yang berbahan dasar tepung ketan, kacang, dan tepung lembu (sebutan untuk tepung dari tanaman lompong). Tepung lembu inilah yang menjadikan warna jajanan ini hitam. Tanaman lompong sebelum dibuat tepung diremas-remas dan diambil sarinya. Kue lompong ini memiliki tekstur yan agak keras dengan isian kacang seperti pada kue moci. Namun, kue ini dapat bertahan hingga satu minggu apabila rutin dikukus untuk memperlunak tektsur kue. Meski terkesan berpenampilan kurang apik (karena segi warna hitamnnya), kue ini memberikan cita rasa yang khas dari komposisi tepung lembu. Tepung lembu ini memang jarang dibuat dan ditemukan di pasaran, tetapi daerah Purworejo yang tanahnya masih gemah ripah loh jinawi maka tidak sulit untuk menemukan tanaman lompong di kanan-kiri sawah maupun ladang.

Berbicara tentang kehidupan sosial, masyarakat Purworejo termasuk masyarakat yang agamis. Di beberapa perkampungan berdiri banyak surau dan pondok pesantren. Sekolah-sekolah juga banyak didirikan dan terurus dengan baik. Maka tak jarang dari daerah sekitar Purworejo banyak yang menjadi penglaju untuk menempuh pendidikan di Purworejo. Masyarakat Purworejo juga masih cenderung memilih pada zona nyaman, artinya memang sedikit sekali pembangunan kota yang dapat kita lihat. Gedung-gedung tinggi pusat perbelanjaan besar, pasar-pasa swalayan memang tidak terlalu kelihatan banyak di Purworejo. Pemerintah daerahnya sendiri memang masih sangat preventif dan sangat hati-hati sekali. Sehingga tidak banyak terlihat proyek pembangunan besar-besaran di sana. Meski demikian, hal ini berdampak positif pula dalam upaya penjagaan kearifan lokal dan kekayaan alam terutama lahan-lahan persawahan dan produktif lainnya. Kebutuhan perumahan, gedung, pertokoan, diatur secermat mungkin agar tidak sampai mengacaukan sektor-sektor essensial lain yang sesungguhnya memiliki kepentingan atas hajat hidup orang banyak.


Demikian, cerita pengalaman Early di Purworejo, sebuah kota kecil yang istilah jawanya nggak “neko-neko”, adem ayem, tata, titi, tentrem, kerta, raharja. Di balik kesederhaan kota dan daerah ini ternyata menyimpan banyak harta berharga yang masih dapat dimanfaatkan dengan optimal secara bijak. Berlarut-larut dalam zona nyaman memang tidak akan selamanya baik dan membawa perkembangan. Terpenting dalam menyikapi dan mengembangkan kota kita perlu banyak berpikir panjang, tenang, dan rasional demi pembangunan yang berkelanjutan untuk kebahagiaan generasi mendatang. 

Jumat, 14 Juli 2017

PESONA MANGROVE DI GRAND MAERAKACA

Assalamualaikum wr.wb.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi cerita liburan saya tanggal 1 Juli 2017 yang lalu di Grand Maerakaca Semarang. Pada awalnya saya tertarik mengunjungi objek tersebut karena view hutan mangrove nya yang masih alami. Tetapi ternyata Grand Maerakaca PRRPP (Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan) Semarang ini tidak hanya menyuguhkan keindahan hutan mangrove. Tempat yang cukup luas ini merupakan lahan yang disiapkan khusus sebagai taman mini Jawa Tengah. Jadi, tempat ini di desain khusus mulai dari layout tanahnya (pemetakan tanah) yang sengaja diatur menyerupai bentuk provinsi Jawa Tengah. Lalu, di dalamnya pun berisi berbagai anjungan sesuai banyaknya Kabupaten/Kota di Jawa Tengah dengan penataan (penempatan berdasarkan posisi)  yang mirip aslinya di lapangan. Di tiap anjungan Kabupaten/Kota didirikan rumah adat dan bangunan atau miniatur khas dari daerah tersebut. Contohnya Kabupaten Kudus dengan Masjid menaranya, Kabupaten Salatiga dengan buayanya.  

                                       (foto di salah satu anjungan di PRPP Maerakaca)

Ketika sampai di depan pintu masuk PRPP  saya dan keluarga yang sedari awal ingin mengunjungi kawasan Mangrove langsung membaca peta area yang terpampang besar di dekat pintu masuk. Kemudian kami mengikuti jalur yang sudah ditunjukkan dan langsung menuju area Mangrove. Ternyata area mangrove in bukan wahana baru di Grand Maerakaca PRPPP ini tetapi hal yang baru dari kawasan ekosistem mangrove adalah pembuatan mangrove tracking di sebelah timur jembatan harapan. Adanya Mangrove tracking sepanjang 135 meter membuat pengunjung dapat mengenal lebih dekat ekosistem pemecah ombak alami ini. Tracking mangrove didesain dengan sederhana tetapi menyimpan nilai estetika tersendiri sehingga tak heran spot ini menjadi andalan tempat pemotretan dan selfie kawula muda. Selain itu, ada juga paket untuk acara pre wedding atau pemotretan khusus di kawasan mangrove ini.'

Tracking mangrove mengitari kawasan hutan Mangrove yang diibaratkan sebagai miniatur kepulauan Karimun Jawa. Di sekitar kawasan Mangrove juga menyewakan perahu sampan dan kapal motor agar pengunjung dapat menjelajah lebih jauh kawasan Mangrove ini. Untuk menyewa perahu sampan Anda dikenakan biaya Rp10.000,00 per orang. Perahu sampan kecil berkapasitas dua orang sementara perahu sampan besar berkapasitas 4-6 orang. Apabila menggunakan jasa pendayung maka Anda dikenakan biaya tambahan Rp10.000,00.  Berfoto di atas perahu sampan sambil di diiringi oleh pemandangan sejuk Mangrove menjadi hal yang menarik belakangan ini. Tak suka mendayung, Anda juga dapat menikmati indahnya pemandangan alam dari kepenatan kota dengan duduk-duduk santai di tepi dermaga atau menikmat hutan mangrove dan laut lepas dari atas jembatan.



Keindahan alam yang sederhana ini patut diapresiasi dengan menjaga lingkungannya tetap asri dan bersih. Sebagai pengunjung yang baik kita tidak serta merta hanya menikmati tetapi juga berkewajiban menjaga dan merawatnya. Dengan terus menjaga dan merawatnya maka akan lebih panjang, lebih lama, dan lebih nyaman lagi bagi diri kita dan anak cucu kita untuk menikmati pesonanya. Satu hal yang dapat ditambahkan dari objek wisata Grand Marakaca PRPP Semarang terutawa di kawasan magrove yang tengah naik daun adalah publikasi mengenai sisi edukasi dan pentingnya Mangrove bagi keseimbangan ekosistem pantai. Adanya sisi edukasi ini akan menambah pengetahuan wisatawan sehingga diharapkan mereka tidak hanya menikmati keindahan tetapi mendapat tambahan informasi yang mendorong mereka untuk menjaga kelestarian alam.


Kamis, 29 Desember 2016

Nuansa Kuno di Pasar Seni Triwindu

Assalamualaikum Bloggerss..
Gimana liburannya di akhir tahun ini???
Semoga menyenangkan yaaa

Kali ini Early mau share salah satu tempat hang out di Surakarta, Solo the Spirit of Java hehe. Nah, tempat itu bernama Pasar Seni Triwindu. Pasar ini menjual barang-barang antik, bekas, onderdil, dan sebagian barang-barang baru yang memiliki nilai seni tinggi. Jadi, kalau di Jogja ya bisa dikatakan seperti pasar Klithikan, tapi yang di Solo ini lebih ke barang-barang antik dan barang-barang kolektor. Pasar Triwindu terletak di Jalan Gatot Subroto, Banjarsari, Solo. Pasar ini memliki sejarah yang panjang karena sudah dibangun semenjak 1939 ole KGPPA Mangkunegara VII. Kemudian setelah melalui beberapa kali pengembangan akhirnya pasar ini diresmikan lagi oleh Ir.Joko Widodo pada tahun 2011. Pasar ini memang tidak terlalu luas tetapi sarat dengan koleksi benda-benda ancient yang unik dan sudah jarang sekali kita temui. Di lantai bawah kita banyak menemui kios-kios yang menjual barang-barang antik seperti batu-batuan, cincin akik, aneka perhiasan, uang logam dari zaman ke zaman, uang kertas, lampu-lampu, keris, dan lukisan. sementara di lantai dua kita akan lebih banyak menemukan benda-benda antik yang sangat bekas serta onderdil beberapa mesin (per berbagai ukuran ada di sana). Di lantai dua barang yang ditemukan juga lebih unik-unik, seperti adanya setrika zaman dahulu (setrika arang) yang dialihfungsikan untuk pot bonsai, lalu ada juga kamera-kamera kuno, tv dan radio kuno, serta mesin tik era pra kemerdekaan dulu. Selain itu, juga banyak gelas-gelas kuno berbagai ukuran, cawan dan guci antik, bahkan ada juga tabung-tabung bahan kimia bekas praktikum. Jadi, di pasar Triwindu ini kita berdalih untuk cuci mata ke benda-benda kuno tersebut hehe. Oh ya, satu lagi di lantai bawah sisi samping dan belakang terdapat juga kios-kios antik yang memajang sepeda motor kuno beserta onderdilnya.

Meskipun penuh benda-benda lama tetapi ada kesan sendiri yang ditawarkan pasar Triwindu ini, yakni kesan antiknya. Banyak pengunjung yang mencari atmosfer ini di tengah hiruk-pikuknya modernitas zaman. mereka sengaja ke sini untuk mencuci mata atau sekadar memotret barang-barang lawas tersebut. Hasilnya kesan kuno dan antik tersebut tetap terlihat manis di lensa kamera. Suasana pasar yang ramah juga mendukung pengunjung untuk menikmati atmosfer kekunoan  itu dan membuat memori kita pada zaman-zaman yang lalu terbuka kembali hehe.


(dengan latar berbagai lampu hias era dulu dan sekarang)


                                  (dengan latar berbagai piring hiasan dan foto kuno)

Selain menikmati atmosfer kekunoaan yang ditawarkan pasar Triwindu ini kita juga bisa menikmati suasana kota Solo di depan pasar. Trotoar lebar yang ramah untuk pejalan kaki membuat kita bisa leluasa menikmati suasana kehangatan Kota Solo (terutama di pagi dan sore hari) Jalanan yang tidak terlalu ramai ditambah suasana keramahtamahan serta kebersihan memberikan kenyamanan dan ketenangan sendiri untuk kita nikmati. Jadi, refreshing dan liburan itu nggak harus mahal ya bloggers..

                                                  (suasana di trotoar depan pasar Triwindu)

Sabtu, 24 Desember 2016

Heboh Memilih Jurusan di Bangku Perkuliahan

Assalamualaikum bloggers..heheh jadi sebenarnya tulisan ini udah cukup lama sih refleksi Early yang habis UN dan lagi menentukan prodi pilihan ke jenjang perkuliahan. tapi, waktu itu, Early mau kirim nih artikel ke suatu majalah daerah..nah, karena sampai saat ini belum ada kabar keberadaannya. Jadi, Early memutuskan untuk share di sini aja heheh..mumpung ingat dan mumpung masih liburan juga heheh.  Oke deh kalau gitu, Selamat Membaca :)

Tidak terasa tiga tahun di SMA rasanya sangat cepat berlalu. Tiba-tiba saja, waktu sudah mengajak diri kita untuk mempersiapkan UN, Ujian Sekolah, hingga memikirkan kemana tujuan kita kelak selepas meninggalkan bangku putih-abu ini. Ya, sebagai calon lulusan intelektual muda, kita perlu mempersiapkan dengan matang bekal untuk menuju tujuan selanjutnya, entah itu di PTN (Perguruan Tinggi Negeri), PTS (Perguruan Tinggi Swasta), PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan), Akademi, maupun untuk langsung turun ke dunia kerja. Persiapan yang matang dengan memikirkan langkah-langkah selanjutnya dalam menapaki jenjang pendidikan baru tersebut sangat perlu dilakukan. Hal ini tentu saja, berkaitan dengan orientasi masa depan diri kita, lebih luasnya lagi adalah masa depan bangsa, mengingat di pundak kitalah kehidupan bangsa kelak akan kita teruskan.                                                  
Dalam memilih jurusan maupun prodi (program pendidikan) yang ditawarkan di berbagai PTN, PTS, PTK, dan akademi, kita sering dibuat bingung. Bingung mana yang cocok dengan diri kita, bingung materi apa yang aka dipelajari di prodi tersebut, bingung prospek prodi ke depannya akan bagaimana, yah pokoknya many consideration for making decision.  Beberapa hal yang menjadi pokok pertimbangan dalam menentukan jurusan dapat kita baca pada uraian berikut.                                                                                                                     
Satu hal yaang pertama dan utama adalah menentukan minat kita. Yap, kita harus tahu minat kita, kecenderungan bidang apa yang kita sukai. Melihat apa minat kita dapat dilakukan secara sederhana melalui pengamatan diri sendiri, seperti mengamati apa pelajaran-pelajaran yang kita sukai, pelajaran apa yang kita mudah paham mencernanya? Materi apa yang mudah kita pahami? Apa pelajaran atau bidang yang membuat kita terkesan, sehingga kita tak habis pikir untuk mendalaminya? Itu adalah sederet pertanyaan yang dapat kita uji pada diri kita sendiri untuk mengetahui apa sebenarnya minat kita.                                                            
Cara lainnya bisa kita tanyakan pada orang tua kita, teman-teman, maupun bapak-ibu guru apa kecenderungan yang ada pada diri kita. Namun, penilaian dari orang lain tidak akan menjamin, hal tersebut tentu benar. Segalanya ada di tangan kita, kita berhak menentukan apakah penilaian orang lain itu memang tepat dengan minat dalam hati kita atau tidak. Jangan terbiasa terpengaruh dengan perkataan dan penilaian minat kita dari orang lain. Penilaian dari orang lain hanyalah berdasarkan pengamatan mereka dari luar. Mereka belum tahu hati nurani kita yang memang memiliki minat seperti yang mereka lontarkan atau tidak. Jadi, stay be yourself.  
Berkaitan dengan poin, jangan mudah terpengaruh dengan orang lain, sangat  penting untuk dijadikan perhatian. Mudah terpengaruh dengan orang lain menunjukkan diri kita yang masih dependence (ketergantungan). Ingat, kita adalah calon lulusan sekolah menengah atas yang sudah bisa berpikir rasional dan mandiri. Buanglah pelan-pelan ketergantungan kita dengan orang lain. Jika masih saja bermental dependence, maka itu merupakan benih-benih kemunduran bangsa ini. Melihat generasinya masih saja ada yang ketergantungan-bagaimana ia bisa mandiri mengatur bangsanya kelak-jangan sampai bangsanya hanya akan bergantung pula dengan bangsa lain. Himbauan jangan mudah terpengaruh berlaku untuk berbagai hal. Mulai jangan terlalu terpengaruh pilihan sahabat. Sahabat kita mengingikan kita selalu bersamanya, meskipun antara kita dan dia berlainan minat. Maka, jangan paksakan minat kita tergadai oleh keinginan tersebut. Berilah penjelasan kepada sahabat kita dengan pelan dan hati-hati. Katakanlah bahwa pilihan yang berbeda tidak pasti akan merusak tali persahabatan. Lihat di masa sekarang, betapa menjalin komunikasi itu mudah. Maka, jangan khawatir perpisahan hanya karena perbedaan minat ini akan meninggalkan luka mendalam. Justru kita bisa menambah teman baru dan semakin mengakrabkan tali silaturahmi. Bukankah menambah banyak teman dan sahabat itu juga menyenangkan? Jangan mau minat dan pilihan demi masa depan kita tergadai hanya untuk urusan sepele yang pemecahannya saja sederhana untuk bisa terlaksana.                                                                                         
                                                

Mengenal SBMPTN

Hai Bloggerss..maaf sebeanrnya postingan ini sudah lama Early siapkan cumaa maaff selalu saja kelewatan menyisipkan ke blog ini..jadi baru kesampean di liburan akhir tahun ini. Semoga masih tetep ada manfaatnya yaa..terutama bagi yang mau coba SBMPTN 2017. SEMANGAATT :)


SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) merupakan salah satu tes untuk menembus PTN yang tersebar di seluruh Indonesia. Pola SBMPTN mulai diberlakukan sejak tahun 2013. Sebenarnya pola ini memiliki basic yang sama seperti halnya sebutan SNMPTN di tahun 2012, SIPENMARU di tahun 1990-an, dan UMPTN di tahun 1990-an. SBMPTN sendiri hanya untuk membedakan dengan sebutan SNMPTN mulai tahun 2013 itu. Hal ini dikarenakan ketika tahun 2013 muncul sistem baru dalam penerimaan mahasiswa PTN secara undangan (SNMPTN) itu. Sistem undangan atau SNMPTN ini membebaskan calon mahasiswa baru dalam mengikuti tes. PTN lah yang langsung menunjuk siswa-siswa tertentu untuk bisa langsung menduduki bangku kuliah yang tersedia. Sementara pola SBMPTN mengharuskan siswa untuk beradu dalam suatu tes penjaringan dengan tipe soal yang sudah mengalami standarisasi.                            

Penjelasan Umum
Nah, kali ini kita akan mengulik lebih dalam tentang pola SBMPTN. Pola ini cukup menarik dan menantang lantaran memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan. Peserta yang diperbolehkan mengikuti SBMPTN adalah siswa SMA/SMK/MA/MAK yang lulus di tahun penyelenggaraan serta siswa SMA/SMK/MA/MAK yang lulus dua tahun sebelum tahun penyelenggaraan. Jadi, bisa terbayang kan berapa ratus ribu siswa-siswi Indonesia yang beradu di pola ini. Setelah mengenai peserta kita akan membahas tentang materi. Materi tes SBMPTN ini cukup berbeda dari UN. Materi tes secara garis besar dibagi dua, yaitu Tes Kemampuan Potensi Akademik (TKPA)  dan Tes Kemampuan Dasar (TKD)-Saintek/Soshum. Tes Kemampuan Akademik berisi Tes Kemampuan Verbal, Tes Kemampuan Figural, Tes Kemampuan Numerikal, Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Masing-masing komponen terdiri dari 15 soal. Sedangkan Tes Kemampuan Dasar-Saintek terdiri dari empat komponen yakni Matematika IPA, Fisika, Kimia, Biologi untuk Saintek sementara untuk Soshum berisi Sejarah, Sosiologi, Geografi, dan Ekonomi. Jadi, total butir soal ada 160. Tetapi, jangan berambisi mengerjakan semua soal karena sistem penilaian yang digunakan adalah penilaian dengan minus untuk  untuk soal yang terjawab salah. Sementara soal yang terjawab benar mendapat poin 4 dan soal yang terjawab soal yang tidak dijawab mendapat poin 0. Maka, jawablah soal yang kamu yakini jawabannya benar.


Strategi Menjawab Soal

Itu tadi untuk komponen soalnya, lantas untuk isinya sendiri soal TKPA dinilai lebih mudah dibanding soal TKD. Soal TKPA seperti soal untuk tes IQ.  Soal ini cukup mudah dibanding soal TKD yang penuh rumus dan hafalan karena lebih mengandalkan kecermatan, kemampuan analitis, dan logika. Soal ini menjadi incaran peserta untuk banyak mencetak poin. Jadi, usahakan ketika mengerjakan soal tipe ini kalian harus banyak menjawab soal dengan keyakinan jawaban benar. Meskipun demikian, soal TKD tidak boleh dilewatkan. Soal tipe ini tetap harus dikerjakan. Jika hanya mengerjakan soal TKPA meski dengan skor tertinggi sekalipun tetapi tidak mengerjakan TKD maka kemungkinan lolos menjadi sangat kecil atau bahkan tidak sama sekali. Hal ini dikarenakan kelulusan SBMPTN ditentukan oleh skor kedua tipe tes ini. Kunci dari lulusnya SBMPTN adalah kita bisa menjawab di setiap komponen tes dengan keyakinan minimal benar satu. Misalnya pada tes TKPA kita harus mengerjakan minimal 2 nomor untuk tiap-tiap komponen kemampuan verbal, kemampuan numerikal, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Semakin banyak kita menjawab yakin pada tiap-tiap komponen soal baik TKPA maupun di TKD Saintek/Soshum maka kemungkinan lolos atau menembus nilai minimal untuk masuk ke fakultas tertentu yang kita pilih semakin besar.                     

 Soal-soal TKPA dan TKD ini harus sering-sering menjadi makanan  latihan sehari-hari. Nah, akan lebih baik jika kita terus berlatih rutin sebulan sebelum pelaksanaan SBMPTN dibanding menggunakan sistem SKS atau hanya seminggu belajar sebelum hari H. Kunci untuk menguasai soal-soal ini adalah berlatih continue, seperti halnya ketika kita melaksanakan UN. Kita bisa memilih mengikuti bimbingan belajar yang khusus untuk mempersiapkan SBMPTN atau berlatih secara mandiri. Kedua usaha itu dapat berjalan baik apabila kita sungguh-sungguh dan istiqamah menjalankannya. Bagi yang memilih berlatih secara mandiri harus juga dibarengi dengan mengikuti berbagai try out baik yang diselenggarakan oleh Lembaga Bimbingan Belajar maupun universitas dan fakultas. Hal ini sangat diperlukan untuk mengetahui posisi dan kemampuan kamu dalam menaklukkan soal-soal SBMPTN. Apakah kamu sudah memenuhi ketentuan skor minimum (passing grade) untuk memasuki jurusan impianmu atau belum. Jika belum berlatih lah kembali, dan cermati lebih banyak untuk bagian-bagain soal apa yang belum kamu kuasai. Nah, lebih baik pada proses evaluasi ini kita memperhatikan jenis-jenis soal yang tergolong mudah namun, ternyata kita masih kebingungan untuk mengerjakannya. Hal ini sangat berpotensi merugikan kita dalam menambah skor jika kita tidak memperhatikan soal-soal jenis ini. Lebih baik kita mengasah soal-soal yang diniliai publik mudah  (biasanya komponen soal di TKPA) tetapi kita masih sulit mengerjakannya dibanding kita memusingkan diri untuk menghafal beragam rumus yang masih sering terlupa (biasanya di komponen soal TKD). Tetapi, ingat pula bahwa kita harus mengerjakan TKD dengan benar. Rumus rumit boleh sejenak ditinggalkan, tetapi yang sudah ada dan sudah tersimpan di memori jangan lantas dilupakan.                       
Seputar Passing Grade
Apabila dalam try out-try out yang sering kita kerjakan masih saja menuai nilai yang belum memuaskan atau belum menumbus passing grade jurusan impian, mulailah untuk mencari alterhatif jurusan dan atau universitas lain. Pertimbangan yang detail dan berat banyak dilakukan dalam proses ini. Kita perlu memikirkan secara realistis dan tidak disertai ego yang mendalam. Pilihlah alternatif jurusan lain yang masih kau minati atau tetap di urusan yang sama tetapi univesitas berbeda. Semua itu disesuaikan kembali dengan skor-skor try out mu apakah sudah bisa menembus passing grade jurusan alternatif mu atau belum. Perlu diingat pula, passing grade itu tidak serta merta benar. Jangan terlalu terfokus dengan passing grade, namun jangan pula acuh tak acuh terhadapnya. Sikapi dan pahamilah passing grade-passing grade universitas dan fakultas dengan bijaksana. Anggaplah passinggrade hanya sebagai tolak ukur kemampuanmu dalam menembus jurusan yang kamu inginkan. Nah, cara menghitung skormu untuk memperkirakan lolos tidaknya di passing grade adalah:
Contoh passing grade Fakultas Kedoteran UGM= 50%
Maka dari total saoal TKPA dan TKD yang berjumlah 90 soal+ 60 soal= 150 soal  kalian harus menjawab benar 50% dari 150 Soal itu. Dengan demikian kalian harus menjawab soal dengan benar sebanyak 75 soal. Hal ini bukan berarti kalian hanya menjawab total 75 soal. Ingat bahwa 75 soal itu harus diyakini benar. Sebaiknya jawablah lebih dari target passing grade untuk berjaga-jaga apabila dalam 75 soal yang kalian jawab tersebut ada yang salah (upaya preventif). Secara manual kita juga bisa menghitung passing grade kita sendiri ketika berlatih secara mandiri dengan menggunakan rumus:
(4x Jwbn Benar – Jwaban Salah)/6
Rumus ini digunakan untuk setiap kompenen soal. Sebaiknya hitunglah jawaban benar dan salah untuk masing-masing komponen soal baik di TKPA maupun di TKD lalu gunakan rumus di atas.
Contoh
Dari keseluruhan soal baik di TKPA dan TKD siswa A menjawab benar 70 soal dan salah 30 salah. Maka passing grade yang didapat:
{(4x70) – 30}/6 =  (280-30)/6
                        = 250/6
                        =  41,67
Biasanya passing grade ini sering dinyatakan dalam persen atau memiliki satuan persen. Jadi, secara umum passing grade siswa A  ditulis 41,67%

 Teknis Pelaksanaan

SBMPTN dilakuakn hanya dalam satu hari dan tidak ada pelaksanaan susulan. Maka, usahakan badan dan pikiran dalam keadaan prima. Sebaiknya tenangkan pikiran sehari atau dua hari sebelum hari H pelaksanaan. Hal ini dilakukan untuk menghindari stres atau beban pikiran ketika hari H pelaksanaan. Penenangan pikrian juga bertujuan untuk mengendapkan materi-materi yang sudah diterima ketika mengikuti bimbingan atau ketika belajar mandiri. Satu hari sebelum pelaksanaan kita juga harus melakukan cek lokasi tes. Pendaftaran SBMPTN yang dilakukan secara online melalui web resmi www.sbmptn.ac.id mengacak lokasi tes bagi setiap pendaftar. Tidak serta merta kita yang ingin masuk jurusan peterankan akan ditempatkan di Fakultas Peternakan. Maka, kita harus cek lokasi sesuai yang tertera di kartu peserta. Usahakan kita menemukan tempat lokasi tes dengan tepat serta pastikan nama kita sudah tercantum di daftar peserta SBMPTN yang tertempel di pintu atau jendela ruangan.                    
 Pada hari H, bangunlah lebih pagi, jangan sampai terlambat. Sudah menjadi rahasia umum bahwa jalanan yang akan dilalui menuju lokasi tes akan sangat padat. Tetap tenang dan fokus melihat situasi ini, yakinlah jika kita sudah niat berangkat pagi maka kita tidak akan terlambat. Tetap tenang, jangan tergesa-gesa saat berkendara. Manajemen waktu sangat diperlukan pada hari H ini, mulai dari waktu keberangkatan, kedatangan, dan saat mengerjakan soal nantinya. Ketika sudah sampai di lokasi tes, segeralah menuju ruangan yang sudah kita cari satu hari sebelumnya itu. Jika masih banyak peserta lain menunggu di luar ruangan, maka tetaplah menunggu dan jangan memaksakan diri masuk ke ruangan. Kali ini kita harus belajar disiplin. Waktu yang masih ada bisa digunakan untuk ke toilet, mempersiapkan peralatan ujian yakni pensil 2B secukupnya, karet penghapus, dan rautan (sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam kotak pensil). Peserta ujian tidak diperkenankan membawa papan ujian, sekalipun itu juga termasuk perlengkapan ujian. Tetapi, jangan khawatir alas kertas ujianmu tidak rata, panitia sudah mempersiapkan kursi beserta meja dengan baik. Jikalau kamu menemukan cacat pada mejamu kamu bisa melaporkan ke panitia untuk diganti. Peserta ujian juga dilarang membawa kertas-kertas dan dokumen lain selain yang dibutuhkan, sekalipun itu berupa kertas kosong untuk corat-coret. Kita tidak perlu khawatir lagi, karena soal ujian boleh dicoret-coret dan dibawa pulang. Satu lagi, peserta ujian tidak diperkenankan memakai jam tangan. Namun, tetapkan tenang, karena penunjuk waktu pengerjaan pasti diberikan secara jelas oleh panitia. Sudah ada penanda waktu yang menunjukkan waktu pengerjaan sudah setengah jalan atau kurang 10 mennit. Pokoknya, kita harus nurut dengan ketentuan-ketentuan yang sudah tercantum baik di web maupun di kartu peserta . Oh, ya sembari menunggu pintu ruangan terbuka lebih baik kita berdoa dan berdzikir dahulu untuk menenangkan pikiran. Boleh juga kita menambah energi dengan minum susu atau camilan kecil. Kondisikan hati dan pikiran dengan baik, dan jangan berpikir yang aneh-aneh.                                                                           
Ketika bel sudah berbunyi dan pintu ruangan sudah dibuka, petugas akan mempersilakan kita masuk ruangan. Masuklah dengan tenang dan percaya diri, letakkan tas di bagian depan ruangan. Segeralah mencari kursi sesuai nomor ujian, jika belum ditemukan, panitia siap membantu kita. Ujian dilaksanakan dengan tenang dan sangat menghargai peserta. Maka peserta patut pula mematuhi peraturan yang ada. Tim panitia akan membagikan soal ketika semua sudah siap duduk di kursi masing- masing. Layaknya ujian yang lain, kita tidak diperkenankan membuka soal sebelum dipersilakan. Kita perlu menunggu aba-aba atau instruksi yang disampaikan panitia, jangan main se-enaknya sendiri. Setelah ada instruksi barulah kita bsia membuka soal. Tetapi tidak untuk dikerjakan melainkan dicek dahulu kelengkapan dan kejelasan naskah dan tulisan soal. Usai pengecekan barulah panitia memperbolehkan untuk mengerjakan soal. Ingat, berdoalah terlebih dahulu dengan khsuyu’ dan kesungguhan hati sebelum mengerjakan soal.                                                              
Ketika di tengah perngerjaan soal kita menemukan kesulitan, lebih baik lewati soal-soal tersebut. Setelah cukup soal bisa kita kerjakan, cobalah untuk mengoreksi atau mengulang kemballi barangkali ada soal lain yang ternyata sudah kita bisa kerjakan. Namun jika merasa kurang waktu dalam mengerjakan komponen soal lain, maka segeralah ambil alih perhatian ke komponen yang lain. Pikiran tetap fokus dan jangan terburu-buru, pahami soal dengan teliti dan hati-hati. Pilihlah jawaban yang kita yakini benar, atau mendekati benar. Hal ini dikarenakan pada soal hitung-hitungan terkadang ada yang tidak tepat, namun ada pilihan yang mendekati benar. Pilihlah option-option yang mendekati benar dengan perhitungan. Soal SBMPTN menuntut logika sehingga tidak serta merta menyajikan pilihan jawaban yang sama dengan textbox pada umumnya.                                                                          
Terakhir, setelah menyelesaikan rangkaian tes, keluarlah dengan tenang dan yakini kamu telah bisa menaklukkannya. Pilihan terakhir dalam proses penantian hasil adalah tawakal dan berdoa untuk mengharap keridhaan-Nya. InsyaAllah jika usaha telah dilakukan, doa tetap terus dijalankan dari awal hingga akhir dan tawakal menyertai, maka Allah akan menjawabnya dengan baik. Sejenak jangan terlalu ingat-ingat apa yang sudah kamu lingkari pada option jawaban, entah pilihannya, soalnya, atau lainnya. Terkadang pikiran-pikiran kecil itu akan mengganggumu dan membuatmu menjadi pesimis. Tugas kita selanjutnya hanyalah berdoa dan tawakal..kita serahkanlah semua usaha yang telah kita lakukan kepada Yang Maha Kuasa. Kalau sudah jodoh, fakultas dan universitas impian tidak akan kemana-mana kok. Stay calm and keep Pray.
Jikalau hasil tidak sesuai keinginan..yakinlan masih banyak jalan untuk sukses...masih ada kesempatan di Ujian Mandiri dan tes-tes masuk di PTS lainnya. Tetap semangat kuliah untuk cari ilmu dan menjadi berguna bagi sesama.  

There is many way for success.
Ganbatte..buat yang akan berjuang tahun depan. Siap tidak siap sebagus apapun prestasi dan sekolahmu kamu harus pay attention terhadap SBMPTN yang menyedeot perhatian ini.