CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 16 September 2019

Bincang Ringan dengan Ustadz Felix Siauw

Assalamualaikum bloggers? Apa kabar nya? Sudah lama tidak bersua ya..

Kali ini Early mau posting hasil ngaji singkat dengan Ustadz Felix Siauw di Masjid Gedhe Kauman tanggal 14 September 2018 yang lalu. Early ikut acara ini sebenarnya atas ketidaksengajaan, karena diajak ayah Early yang kebetulan siangnya baru dapat undangan mengikuti pengajian ini. Padahal behind the story nya malam mingguan mau ngajak nge-mall sambil liat konser gratisan. Tapi ternyata, Allah memberikan rencana lain yang lebih baik. Oke deh, Early menyanggupi kehadiran. Nah, waktu malam sudah mulai tiba, dan tiba-tiba pula acara berubah lagi, malah Mama Early suruh kek mall aja karena pergi nya sekalian buat antar adik Early mau nugas di GSP (Grha Sabha Pramana) UGM. Ok deh Early ngikut aja dan akhirnya keputusan nemenin pergi ke GSP sekalian jalan ke mall batal juga gegara adik Early nggak jadi juga nugas ke GSP. Well, akhirnya kembali ke rencana awal untuk mengahdiir pengajian bersama Ustadz Felix Siauw. Meski dari rumah udah telat, Early sama ayah boncengan naik motor ke Masjid Gedhe Kauman di tengah Sabtu Malam yang cerah dan ramai. Di tengah perjalanan, hiruk pikut lalu lintas dan kemeriahan malam minggu sangat terasa apalagi rute ke Masjid Gedhe Kauman melewati objek-objek wisata malam andalan di Yogyakarta.
Suasana Taman Surga dengan Ustadz Felix Siauw

Dalam perjalanan yang hampir 30 menit tersebut, Early sebenarnya sambil terkantuk dan beusaha tetap fokus pada tujuan (ikut pengajian). Setibanya di lokasi, Early agak miris pasalnya yang menghadiri kajian tidak semeriah dengan yang di luaran menikmati cerahnay malam minggu di Yogyakarta. Padahal pembicaranya, beliau Ustadz Felix Siauw merupakan sosok yang sangat menginspirasi dan bahasan tema malam ini pun tidak kalah menarik dari masalah revisi UU KPK. Hmm ya Early pikir zaman mulai berubah dan hal ini menjadi refleksi diri kita terutama para pemuda untuk bisa memilih dan memilah kegiatan mana yang lebih baik dikerjakan (setidaknya alhamdulillah Allah memberikan kehendak Early bisa jadi gabung ke majelis ilmu dibanding ke mall). Oke, tinggalah masalah jamaah yang tidak teralau banyak itu, langsung lanjut ke masalah substansi yang diberikan ustadz Felix Siauw. Saat early mulai bergabung sebenarnya acara inti tausyiyah masih berlangsung. Saat itu, bahasan tentang  dakwah dijabarkan dari sisi pengikut dan pencetus. Artinya seperti ini, dalam dakwah perlu adanya kebersamaan atau ukhuwah. Tidak mungkin suatu ajakan kebajikan mudah diterima orang banyak jika yang menyerukan tidak pandai berbicara, tidak punya banyak pengikut sebelumnya, atau belum ampu menjadi role model.  Ya, maka dari itu, dalam dakwah wajib memang didahului oleh orang-orang yang punya pengaruh. Lantas, jka dirasa kita memiliki pengaruh itu tetapi tidak memanfaatkan kesempatan untuk menyampaiakn kebaikan masa hal tersebut sangatlah rugi besar.

Dalam kutipan tausyiyahnya, Ustadz Felix Siauw menyampaiakn bahwa ketika sudah punya followers itu tandanya Allah sudah ridha diri kita emnjadi pilar dakwah sekecil apapun yang bisa kita lakukan. Nah, kita nggak perlu berat-berat mikir, entar ada yang respons atau tidak karena ikatan antar manusia itu sudah menjadi urusan Allah. Hal yang paling penting adalah kita berusaha untuk berdakwah atau menyerukan ajaran Allah pada orang lain. Jika Allah telah menetapkan ikatan antar umat manusia maka suatu gerakan bersama dalam memajukan peradaban (kejayaan)  Islam akan semakin mudah. Nah, jkika sudah terkumpul dalam suatu ikatan maka ukhuwah, atau tali persaudaraan perlu dikencangkan sekuat mungkin. Suatu ilmu dan ajaran yang tertinggi sekalipun tidak akan bearti jika tidak ada landasan ukhuwah dalam menyampaikannya. Dimensi dakwah masa kini juga perlu diperhatikan. Tantangan dakwah semakin maju dan berkembang di era disrupsi ini. Oelh kerenanya dalam mengatasi tantangan tersebut perlu dilakukan suatu strategi yang tidak lain adalah jangan sekaan melakukan perlawanan menggunakan cara yang sama dengan musuh. Perlu dilakukan putar otak dan mencari celah lain yang lemah bagi musuh (yang sama sekali tidak dibayangkan oleh musuh).

Pada sesi akhir tanya jawab ada nasihat-nasihat baik dalam hal berdakwah seperti dakwah tidak perlu menunggu kaya atau hidup mapan dahulu. Hidup adalah tahapan berganti fase bukan lantas menyelesaikan permasalahan untuk mencapai kemapanan. Jadi, dalam stiap tahap kehidupan kita mampu menyelipkan dakwah pada kegiatan kita dalam berbagai upaya sekecil mungkin, semampu kita. Sikap zuhud juga perlu dikembangkan dalam menyempurnakan proses dakwah kita. Jadi zuhud di sini maksudnya adalah tidak menginginkan dunia sebelum untuk akhirat. Hal ini juga berarti bahwa tidak perlu menunggu urusan dunia selesai baru kita mau dakwah, seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa urusan di dunia hanya berganti fase pasti tetap ada urusan di tiap-tiap tahapannya. Maka kunci nya untuk bisa berdakwah dalam segaal fase itu yang emnegemabngkan sikap zuhud, bahwa ada orientasi kita untuk mengutamakan kepentingan akhirat di samping memenuhi urusan dan kebutuhan di dunia.

Beberapa poin lagi yang disampaikan dalam tanya jawab yakni tentang segmentasi dalam berdakwah yang harus diperhatikan, karena berbeda kalangan berbeda pula cara penyampaiannya. Selanjutnya dalam hal gerakan islam di kampus yang banyak macamnya jangan sampai membuat terpecah belah atau tidak bisa membuat kita sebagai satu umat untuk bergerak bersama. Setiap gerakan islam hendaknya tidak meng-ashabiyahkan dirinya dengan yang lain, karena Islam sejatinya adalah satu tidak ada satu golongan yang dirasa lebih baik atau lebih unggul dari golongan lain. Nah, mengenai tentang ashabiyah ini juga berhubungan dengan Islam Nusantara yang mana, lebih baik diungkapkan bahwa Islam di Indonesia merupakan Islam rasa Nusantara yang tidak saling mengunggulkan golongan atau kelompok gerakannya. Rasa cinta Indonesia juga jangan sampai melebihkan rasa cinta kita kepada Islam. Hal ini diartikan bahwa identitas utama kita adalah sebuah keimanan yang kita yaknini kebenarananya sebagai sumber ilmu, hukum, dan ajaran, hingga kini semua berlaku untuk sebuh peradaban. Lalu, masalah tentang sharing  ilmu ini juga jangan sampai takut “riya:. Intinya kalau kita sudah cinta dan sepaham sampaikanlah saja kan itu juga sebuah kebaikan dan kebenaran yang memang sudah jelas hukum dan sumbernya.


Demikian lah ringkasan bincang ringan dengan Ustadz Felix Siauw. Semoga pembaca dapat memetik manfaat dan inspirasi di dalamnya. Terirmakasih 

Sabtu, 12 Januari 2019

Resensi Buku The Alchemy of Air

Ketimbun untuk direshare ke kalian
Selamat membaca

Identitas Buku
Judul                     : The Alchemy of Air Kisah Pengusaha Sukses, Ilmuwan Jenius, dan Misi “Mengubah    Udara  Menjadi Makanan”
Judul asli              : a Jewish Genius, a Doomed Tycoon, and the Scientific Discovey That Fed the World bur Fueled the Rise of Hitler
Penulis                 : Thomas Hager
Alih Bahasa         : Alex Tri Kuntjoro
Penerbit              : Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun terbit di Indonesia : 2014
ISBN                      : 978-602-03-0704-6
Jumlah Halaman : xviii + 352

Buku Alchemy of Air adalah sebuah buku yang mengkisahkan penemuan hebat tentang pembentukan amonia dari gas nitrogen dalam sebuah siklus yang kita kenal sebagai siklus Haber-Bosch. Buku ini merupakan hasil terjemahan dari judul aslinya dan bertujuan menginspirasi pembaca melalui kisah historical yang di dalamnya banyak terkandung nilai-nilai pengetahuan, kehidupan, semangat dan kerja keras dalam mengembangkan sesuatu. Buku ini mengajak kita mengenali lebih dalam dari asal mula senyawa amonia yang merupakan turunan unsur nitrogen dimana jumlahnya berlimpah dalam atmosfer udara. Kemudian, pengolahannya hingga menjadi senyawa-senyawa bermanfaat dan sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Selain itu buku ini juga membuat pembaca hanyut pada kepingan frame-frame sejarah dunia dan perkembangan iptek di abad 18. Buku ini secara tersirat menjelaskan karakter-karakter para peneliti Eropa masa lalu dan pemimpin Eropa yang dapat dipetik hikmah dan dipahami baik-buruknya. Dengan membaca buku ini, wawasan kita bertambah luas bukan hanya sekadar tentang dunia kimia dan industri tetapi perjalan peradaban baru ilmu pengetahuan dalam balutan ilmu sejarah, geografi, kimia, dan sosiologi.
Kisah dalam buku ini dibagi menjadi tiga bagian yang bertajuk Kiamat Bumi, Batu Ajaib, dan Syn. Sebelum bab awal yakni Kiamat Bumi diberikan semacam prolog yang berjudul Makhluk Udara. Pada bagain prolog ini dijelaskan sinopsis singkat cerita yang pada awalnya menceritakan tentang krisis pangan di bumi yang mengancam eksistensi kehidupan manusia, kemudian penemuan teknologi baru dalam mesin Haber Bosch, penggunaan mesin tersebut pada skala industri dalam menangani krisis pengiriman saltpaper yang bermanfaat untuk pupuk tanaman. Lebih lanjut, pembentukan amonia sintetis selanjutnya digunakan untuk berbagai kepentingan lain terutama saat perang dunia pertama di Jerman (tempat kelahiran mesin Haber-Bosch), dan akhirnya dampak yang ditimbulkan dan dirasakan hingga sekarang dari hasil samping penggunaan amonia dan turunnya tersebut untuk berbagai keperluan.
Pada bagian pertama yang bertajuk Kiamat Bumi diawalai dari pernyataan pidato Sir William Crookes, Ketua British Academy of Sciences  (penemu Crookes tube, cikal bakal tabung sinar katoda, dan penemu unsur thallium) dengan masa bakti mulai 1898. Crookes mengawali pidato pengukuhannya dengan memberitakan kehancuran Inggris dan semua bangsa  yang memiliki peradaban. Hal ini disebabkan tingkat penduduk mengalami peningkatan yang cukup signifikan akibat kemajuan dalam bidang kesehatan tetapi luas lahan menyempit akibat kepadatan penduduk dan pembagunan meningkat, lahan yang menyempit ditambah tanah yang terus kehilangan kesuburannya karena diolah terus menerus menjadikan krisis kelaparan melanda pada populasi manusia yang meningkat. Crooks yang dapat mengubah krisis pangan menjadi suatu kelimpahan untuk kehidupan umat manusia selanjutnya.

Setelah setting suasana pidato Crookers, cerita dilanjutkan pada kerangka lain yakni awal mulanya senyawa yang akrab disebut saltpeter atau caliche, yakni sebuah garam istimewa. Garam tersebut awal dikenal pada peradaban Cina dengan sbeutan Hua Yao yang merupakan kalium nitrat (KNO3). Hua Yao ini juga dikenal sebagai bubuk mesiu karena dapat digunakan pula sebagai bahan peledak dan kembang api. Bangsa barat menyebut Hua Yao sebagai Saltpeter sedangkan bangsa Romawi secara spesifik menyebutnya sebagai salpetrae. Kandungan saltpeter ini sebenarnya adalah kotoran hewan yang telah lama membusuk. Namun, di daerah kepulauan Chincha terdapat saltpeter terbaik dengan jumlah yang bergunung-gunung. Inilah caliche, saltpeter terbaik pada masa itu yang diperebutkan oleh berbagai kalangan di belahan dunia. Penemuan caliche di Kepulauan Chincha dimulai dari ekspedisi Darwin ke sebuah daerah di Amerika Selatan yang sangat gersang (Pelayaran Darwin di Tarapacca 1835) . Tetapi  ternyata di balik perjalanan yang membosankan tersebut, Darwin menemukan lapisan tebal mineral putih yang disebut caliche yaitu saltire yang berupa senywa natrium nitrat. Oleh penduduk setempat bongkahan mineral putih tersebut diolah di pabrik-pabrik kecil yang disebut dengan oicina. Pengolahan dilakukan dengan menumbuk bongkahan, menambah telur, dikocok untuk membersihkan kotoran, dilarutkan ke dalam air, disaring dalam bejana tanah liat, dan didinginkan.


Tidak jauh dari Kepulauan Chincha, 9 km dari Pantai Pisco Peru pada 1850 telah ditemukan gugusan perbukitan Guano yang menjadi ladang pupuk paling baik di dunia saat itu. Penemuan bentang alam ini menjadi hal sangat penting dan diperebutkan oileh tiga negara besar di Amerika Selatan yakni Chili, Peru, dan Bolivia.  Perang nitrat atas penguasaan Bukit- Bukit Guano ini dimulai pada tahun 1879. Perang ini termasuk perang besar-besaran yang mengorbankan banyak sekali pekerja beserta keluarganya. Balada dari kerakusan kekuasaan pupuk Guano ini menjadi tonggak awal gerakan buruh-buruh agar lebih diperhatikan kesejahteraannya dan tidak hanya menjadi bahan perdagangan dari kekuasaan-kekuasaan berbagai perusahaan dan kontrak-kontrak. Para buruh dan keluarganya selama bekerja pada pabrik-pabrik pupuk itu menggnakan sistem ficha yang membuat mereka tidak dpat lepas dari jeratan pekerjaan keras dan kasar itu. Mereka hanya boleh membeli dengan mata uang ficha yang berupa kupon di tempat-tempat tertentu yang sudah disediakan perusahaan. Atas dasar pengelolaan yang tidak bijak, kerakusan, dan kesewenang-wenangan pabrik pupuk Guano akhinya nitrat chili tersebut menghilang dengan sendirinya, sekitar tahun 1940 hanay sedikit pabrik-pabrik yang masih beroperasi. Lambat laun daearah Atacama, Kepulauan Chincha dan Perbukitan Guano yang awalnya kering dan tak menarik menjadi ramai karena buruh tambang, kini mulai kembali pada kondisi awalnya, sepi dan gersang.
Di belahan bumi lain, setengah bola dunia, keadaan berbeda dari amukan pekerja buruh yang menuntut hak dan perlindungannya. Seorang kimiawan sedang marah pada dirinya sendiri, marah atas segala pemikirannya yang tak jemu menemukan mesin pengubah udara menjadi roti. Adalah Firtz Haber, seorang Yahudi yang telah lama menetap di Jerman. Dia adalah seorang yang ambisius, pekerja keras, dan ingin mendapat pengakuan menjadi seorang Jerman seutuhnya meski ia keturunan Yahudi. Haber meneruskan dan mengevaluasi hasil temuan Ostwald dalam pembentukan amonia. Melalui kerja laboratoriumnya, Haber menggunakna tekanan tinggi yang dapat dianggap sebagai tekanan maksimal dengan suhu serendah mungkin sehingga ammonia yang terbentuk tidak terurai lagi. Haber menggunakan katalisator osmium yang dikembangkan menjadi uranium. Hasil angka-angka pencapaian amonia yang terbentuk dari penelitian Haber sempat ditentang dan dipertanyakan oleh Ostwald yang juga pernah melakukan penelitian yang sama. Namun, setelah percobaan dan teori dibuktikan langsung dan dilihat langusng pula oleh perwakilan dari sebuah industri ternama BASF ( Badische Anilin-und  and Soda Fabrik)  yakni Carl Bosch. Seorang Carl Bosch pada awalnya menjadi teknisi dari proyek amnnoia Ostwald sebelumnya, ia memahami benar kerja mesin Haber dan menyempurnakannya pada skala industri. Carl Bosch yang sangat suka bekerja di lapangan dan mengutak-atik mesin melanjutkan penemuan Haber ini untuk skala industri yang luas. Ia merakit mesin-mesin besar, pipa-pipa besar dilapisan beton dan material-material lain  yang dapat menahan tingginya tekanan. Sejalan dengan keberhasilan Bosch dengan kemampuan mekaniknya, BASF tumbuh dengan pesat. Blokade nitrat Chili yang diberlakukan untuk Jerman tidak menghambat kemjauan negara ini. Bahkan, Jerman berhasil melakukan swasembada untuk produk ammonia hasil mesin Haber-Bosch. Pada awalnya BASF merupakan perusahaan Jerman yang terkenal menghasilkan zat warna dari pengelolaan batu-bara, pimpinan BASF Brunck berhasil memenangkan perjudian industrinya dengan mengelukarkan produk pewarna indigo, dari keberhasilan itu ia mulai diangkat sebagai pimpinan tertinggi Brunck dimana era kejayaan amonia Haber-Bosch dimulai.
BASF mendapat banyak pinjaman modal baik dari pemerintahan maupun penyandang dana dan konglomerat lain Jerman, Bosch sesuai cita-citanya berhasil membangun pabrik ammonia sebesar kota yang berada di daerah Oppou dekat dengan Ludwigshafen sepanjang Sungai Rhine. Pabrik amonia Oppou tersebut merupakan Pabrik terbesar di Jerman atau  bahkan di Eropa, seolah menjadi Laboratorium terbesar pengolahan ammonia. Sementara itu, Haber sebagai inisiator pada lingkup laboratorium tentang pembuatan amonia menoreh banyak penghargaan, jabatan, dan kedudukan. Beliau akhirnya memilih bekerja di Kaisar Wilheml Instituite (KWI). Namun, di tengah kejayaan amonia Haber-Bosch, sebuah balada atas agungnya ilmu pengetahuan terjadi dengan lembut. Kisah dimulai ketika Von Brunck mengistrahatkan diri selama-lamanya pada 4 Desember 1911.

Seperti kerakusan pada umumnya, Bosch memutar otak untuk menghasilkan produk lain dari tekanan tinggi. Ia mulai menyusun ide pembuatan bensin sintetis pertama kali dengan rangkaian mesin yang mirip dengan mesin Haber-Bosch. Dengan demikian, pabrik raksasanya di Oppou bisa menghasilkan uang berlipat ganda. Pikiran Bosch ini mulai berkembang ketika ia mengembangkan bisnis dan kontrak kerjanya hingga keluar Jerman, Bosch sekarang tidak lagi menjadi pimpinan pabrik yang ahli permesinan saja, tetapi ia mulai menjabat menjadi direksi dari BASF. Perusahaan BASF mulai menjadi perusahaan multinasional dengan kolega bisnis-bisnis besar Amerika seperti Standard Oil. Sebenarnya, merge BASF dengan perusahaan asing merupakan salah satu strategi BASF untuk mendapatkan pendanaan lebih dalam mewujudkan mimpinya menciptakan bensin sintetits. Tetapi, sayang kepopuleran ammonia Haber-Bosch tidak berhasil terjaga dengan baik, karena beberapa perusahaan Inggris dan negara eropa lainnya sudah mulai mencuri resep rahasia dari mesin tersebut meski tidak sempurna. Ketidak berhasilan menjaga rahasia ini memang berkaitan dengan situasi Jerman saat itu. Dimana di tengah keberhasilan pupuk ammonai Haber-Bosch, Jerman dirundung kekalahan dengan sekutu Prancis.

Padahal, berkat pabrik Oppou di bawah pimpinan Bosch, Jerman memiliki banyak bahan bakar persenjataan dari olahan amonianya. bebrapa peledak mesiu hingga usaha perang tenaga gas yang dicetuskan Firt Haber menjadi buah dari ilmu pengatahuan yang memang saat itu didedikasikan untuk negaranya. Hal ini sesuai dengan padangan hidup Haber dimana ia mau mengubur identitasnya sebagai seorang Yahudi dan berusaha mengabdi pada negaranya tercinta. Keruntuhan dan manajemen yang buruk dari Oppou dan Leuna (pabrik ammonia kedua terbesar) dimuali sejak rezim Hitler muncul. Saat itu, Hitler bagai iblis Jerman baik bagi Haber dan Bosch. Kenaikan Hitler pda tahta Jerman hampir membuat semua kalangan bangsa itu merasa terancam. Hitler tidak melarang keras semua keturunan Yahudi bekerja dalam institusi pemerintahan. Hal tersebut berarti membatasi kerja Haber di KWI. Bagi Bosch yang memang sebagai warga asli Jerman kebijakan Hitler yang menjadikannya pabrik-pabrik hanya sebagai mesin dirinya sendiri dan bahkan berhalauan pada peningkatan produksi bahan senjata adalah ide yang sangat buruk. Bosch sangat tidak suka denagn resim Hitler dimana harus memberikan salam-salam Nazi yang baginya aneh, dan menuruti seluruh kekuasaan tertinggi Hitler. Bosch adalah seorang yang idependen dan cerdas ia tidak mau pabrik-pabriknya berada di bawah kekuasaan negara seutuhnya. Ia ingat dengan janji dan cita-cita awal pabrik yakni menghasilkan amonia sebagai pupk, sebagai penyambung pertumbuhan tanaman, agar rakyat terhindar dari kelaparan. Agaknya, tujuan rezim Hitler mulai menemui firasatnya taktala pabrik di Leuna menghasilkan dentuman besar meneyrupai gempa bumi dan mengakibatkan sekitar 100 pekerja tewas. Bosch yang berjiwa besar dan sangat sosialis sangat merasa bersalah pada aspek jaminana perlindungan pekerjanya. Namun, ia pu tahu seberapa hebat mesin dengan teknologi dan teroi secermat mungkin tidak ada yang menjamin kepastian keselamatan itu.

Sejak rezim Hitler tersebut, pekerja di Oppou dan Leuna dipacu memproduksi bahan bakar perang terus-menerus. Pekerjaan menjadi keras demi keruntuhan Perancis, yang tetap saja berhasil mengalahkan Jerman. BAFS, Oppou dan Leuna menjadi tidak menarik lagi bagi Habber da Bosch. Kedua ilmuwan tersebut berusaha menenangkan dirinya di akhir masa tuanya. Bosch lebih menyukai kehidupan damainya dalama rumah yang sangat lengkap dan menyalurkan seluruh hobinya. Beruntung ia memiliki keluarga yang sangat mendukungnya. Bosch di akhir masa hidupnya lebih suka menyendiri, ia sudah tidak banyak megurusi bisnisnya. Sementara itu, Haber mulai sakit-sakitan, merasa sebagai ilmuwan terbuang, ia ditawari pekerjaan di Inggris dan Palestina. Tetapi jiwanya sudah tidak  sesemangat dulu. Bintang kepahlawanan yang diperolehnya dari Raja Wilhem dan segala pencapainnya untuk Jerman terasa hangus terbuang. Haber tidak berhasil bertahan terlalu lama, ia meninggal ketika perjalanan dari Inggris menuju ke Palestina. Saat itu jiwanya sangat bimbang, meski sudah menyetujui pindah kewarganegaraan Inggris dan menjadi professor di sana mendapat kesempatan bertemu dengan anak-anaknya dari dua istrinya ( Kehidupan keluarga dan percintaan Haber sangat buruk, karena ia sangat egosoi untuk mengejar karier dan emosnya dalam menjunjung negara dan mengubur identitas yahudinya), Haber masih merasa belum puas dan mulai menyetujui pula tawaran temannya yang lain sata ia merasa perlu kembali apda identitas awalnya sbegai seorang Yahudi di Palestina. Di tengah-tengah perjalanan itulah penyakit jantungnya mulai memuncak dan tak tertolong lagi. Tetapi sayang jenazah nya tidak dimakamkan di Jerman beserta abunya, anaknya tidak menuliskan permohonan Haber untuk menulsiakan di nisannya tentang kisah betapa ia benar-benar mencintai dan mengabdi pada Jerman terlepas identitas awalnya sebagai Yahudi kelompok yang dianggap kelas nomor dua di Jerman. Sementara itu kepergian Carl Bosch berada pada kondisi rumahnya yang hangat, di ranjang tidurnya, dimana ia bertemu dengan anaknya mengucapkan pesan-pesan terakhir. Saat itu pula perasaan Bosch mulai berkata bahwa Jerman akan dihantam hujan peluru besar-besaran dengan suara pesawat-pesawat hasil bahan bakar bensin sintetisnya.

The Alchemy of Air ini merupakan kisah-kisah yang kompleks diaman segmennya saling bertalian meski tidak sepenuhnya runtut, terkadang mengkisahkan hal ian yang masih cukup menarik seperti usaha Haber mengambil emas dari air laut dan penyusurannya ke berbagai lautan di dunia. Novel yang bergenre semangat ilmu pengetahuan ini juga mengkisahkan sisi-sisi  kehidupan pribadi aktor utama Firtz Haber dan Bosch. Dimana Haber tidak berhasil mengelola keluarganya dengan bijaksana, dan membuat istri pertamanya fruastasi lalu bunuh diri serta kehidupan tak bahagianya dengan istri kedua. Sementara Bosch seorang yang pandai dan sosialis berusaha beradaptasi dengan kondisi yang dihadapinya, sehingga ia memiliki manajeman emosi yang baik dalam mengelola orang dan pekerja-pekerja pabriknya. Buku ini sangat menarik dan cocok dibaca berbagai kalangan. Cover buku cukup baik didukung dengan kertas cetak yang tebal dan tidak buram. Buku ini memberikan pelajaran berharga bukan hanya sekadar keindahan ilmu pengetahuan, manfaat ilmu pengetahuan, tetapi nilai-nilai moral kehidupan yang dapat dipetik dari seluruh kisah dan aktor yang terlibat di dalamnya. 

Rabu, 09 Januari 2019

Paragon Goes to Campus

Ini late post banget..tapi nggak papa kan ya..semoga matternya bermanfaat

15 November 2018 tepat hari kamis dan waktu itu jadwal kuliah pagi. Sebenarnya ada seminar Paragon Goes to Campus MIPA kolaborasi alumni MIPA dan dari pihak Paragon Technology and Innovation yang acaranya mulai jam 8.00 untuk open gate. Nah, karena kelas pagi itu nggak jelas dosennya dateng apa enggak pasalnya kelas udah kosong tanpa dosen lebih dari setengah jam. Waktu itu, daripada garing kan nggak jelas maka Early ajakin temen yang namanya Elma yang waktu itu niatnya seat in untuk ikutan kelas pagi itu. Eh ya, sebenarnya seminarnya awalnya mau diadakan bukan di hari kamis dan jam pagi tapi karena ada perubahan jadwal mendadak terkait peminjaman ruang di MIPA, akhirnya acara itu diselenggarakan di Ruang seminar lantai 2 KPFT Fakultas Teknik UGM di hari kamis. Well, ya akhirnya Early sama Elma langsung cuzz boncengan naik motor ke sana. Awalnya Elma masih bingung tuh acara apa ngapain ke Teknik? Dan Early pun menjelaskan ini acara dari Paragon itu yang produk terkenalnya Wardah, ya acara kayak sharing-sharing dari Alumni tentang perusahaan ini. Elma pun ya terlihat cukup tertarik ajalah daripada ya dia udah dandan rapi mau seat in tapi kelasnya kosong hehehe. Oke, akhirnya kami tiba di TKP meski agak telat dari open gate tapi acara inti belum mulai. Senengnya tuh Elma sama aku dapat goodie bag bagus dari Paragon hehehe. Nggak rugi kan El...

Oke jadi, karena namanya Paragon goes to campus jadi intinya ya mengenalkan perusahaan Paragon Technology and Innovation (PTI) kepada para mahasiswa khususnya mereka yang akan segera berkarir. Nah, tapi sayangnay gara-gara acaranya di teknik dan terksesan judulnya jadi Paragon Goes To Campus Teknik maka pengisinya juga alumni fakultas teknik (padahal niatnya juga pengen tahu alumni MIPA yang kerja di Paragon dan bagaimana karirnya). Early sama Elma juga nggak ikut full acara ini masalahnya ada kelas lagi jam 11.30. Meski demikian kami tetap menikmati acara ini apalagi Elma suka banget sama teaser awal tentang lingkungan kerja Paragon yang terkesan perusahaan in nyaman dan ramah banget dengan dunia anak muda. Selanjutnya acara mulai dibuka dengan MC dari perwakiilan Paragon lalu dilanjutkan dari pembicara pertama yang lebih menekankan tentang sisi bisnis PTI dan prospeknya.
Suasana di acara Paragon Goes To Campus

Indonesia saat ini masuk dalam 15 besar beauty industry potential. Kenaikan beauty industry di asia-pasifik mencapai 7-8%. Di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kenaikan taraf hidup serta kelompok masyarakat kelas menengah maka kebutuhan akan kosmetik terutama beauty cosmetic juga turut meningkat. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat kelas tersebut sudah terpenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya sehingga akan cenderung memenuhi kebutuhan tersier yang terkait dengan penampilan. Saat ini kenaikan industri juga disebabkan trend tidak hanya dari gaya hidup. Bisnis paragon sebagai perusahaan kosmetik juga merupakan kelompok industri andalan pemerintah dalam bidang industri nasional yakni farmasi dan kosmetik.  Sementara itu pasar kosmetik di Indonesia juga teramsuk tinggi yakni nomor dua setelah Thailand denagn presentase sebesar 23,26%.
Meski sudah termasuk perusahaan besar, PTI terus menjadi perusahaan yang bertumbuh. Di tahun 2018 pertumbuhan perusahaan ini lebih dari 40% (khusus untuk pertumbuhan prosuk lip sebesar 37% dari total pertumbuhan). Hal inilah yang menjadi niali plus PTI yang masih memilih dan memposisikan dirinya sebagai perusahaan yang terus bertumbuh. Meskipun perusahaan besar kalau untuk bertumbuh tentu lebih susah karena nilai yang didapat awalnya juga sudah tinggi berbeda dengan pertumbuhan UMKM.

Selanjutnya, dibahas tentang posisi pekerjaan sebagai sales manager. Bagian ini masuk dalam departemen komersial. Sales juga memprediksi penjualan. Untuk mengembangkan bisnis kebanyakan orang-orang sales masih terus dipertahankan. Bagain dari keluarga Commercial Department yaitu key account yakni akun-kun besar supermarket yang berlangganan memasok, lalu ada sales operation bertugas untuk memaintain hubungan customer dan toko-toko general, kemudian custimer marketing yang bekutat dengan strategi penjualan atau pemasaran, dan terakhir adalah activation and demand creation untuk memperkenalkan produk-produk perusahaan. Orang-orang yang bekerja di bagian ini perlu memiliki sifat komunikatif, leadership, entrepreneur, dan accomplishing.

Sesi selanjutnya adalah pemaparan dari operation exelence in beauty industry yakni Mas Kukuh Damareza alumni Teknik Industri UGM. Di PTI ada 3 pabrik industri. Tugas bagian ini adalah merencenakan area manufacturing feature, dengan produksi sebesar 135jtpcs/tahun. Dari sisi industri PTI menekankan konsep tentang quality, cost, delivery, safety, morale, ditambahkan lagi yang membedakan yakni service, environment, dan flexibility. Namun, sayang penjelasan dair Mas Kukuh yang sempat Early tangkap ini aja, selebihnay Early dan Elma harus balik ke MIPA ngejar kuliah yang makhruh juga untuk bolos, tugas belajar tetep yang utama kan..hehehe


Kamis, 09 Agustus 2018

Sharing After PKM

Assalamualaikum teman-teman waw sudah setahun tak berjumpa yaa..nah pasti kangen kan dengan cerita-cerita Early bloggers... Sekarang Early mau share pengalaman Early di tahun 2018 ini dalam keikut sertaan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti. Alhamdulillah PKM tahun ini Early dan tim diberi keperacyaan untuk mendapat dana hibah guna menjalankan proposal PKM Penelitian Eksakta yang kami susun. Di cerita kali ini Early gak akan bahas panjang lebar tentang masalah penelitian yang atau prosedur karena pasti di web https://simbelmawa.ristekdikti.go.id/ sudah ada. Early akan lebih banyak share tentang pengalaman pribadi yang kali aja bermanfaat buat para blogger untuk menyiapkan mental dan strategi dalam mengikuti PKM.

Ajang bergengsi PKM memang menjadi incaran ratusan ribu mahasiswa di seluruh nusantara. Pasalnya dengan mengikuti event lomba nasional mahasiswa terbesar ini akan banyak sekali prestasi dan pengalaman lain menyusul. Ya ibaratnya efek domino, dan hal ini nggak salah asal kita bener-bener sungguh menjalankannya. Setiap kampus atau universitas baik  negeri maupun swasta tentu memiliki target-target tersendiri serta persiapan untuk mahasiswanya. Nah, keadaan ini mahasiswa yang sudah berniat mengikuti PKM perlu memantapkan diri lagi dengan mengikuti berbagai konsolidasi dan penagrahan yang dilaksanakan itern dari pihak kampus. Selain itu, mahasiswa juga perlu untuk lirik sana-sini (artinya untuk mencari tim yang solid, yang dirasa punya chemistry cocok dalam membangun ide bersama). Dalam mencari tim, ada tiga tipe mahasiswa, pertama mahasiswa idealis yang sudah memiliki ide dan yakin ide tersebut sudah tepat hanya tinggal mencari rekan-rekan lain, kedua tipe mahasiswa yang sudah memiliki ide tetapi masih belum terlalu yakin sehingga membutuhkan rekan lain untuk membantu membangun idenya, ketiga adalah tipe mahasiswa yang memang belum punya ide tetapi memiliki kemauan bergabung membentuk tim PKM. Apapun tipe mahasiswa tersebut, kita tetap perlu memilah teman-teman yang cocok. Hal ini sangat essensials sekali rupanya, kita tidak boleh sampai merasa dibohongi atau merasa rugi hanya karena mendapat teman yang kurang cocok atau sependapat dengan kita. Kita sebagai mahasiswa juga harus hati-hati memilih (ini bukannya su’udzon sih) jangan sampai hanya tergiur kata-kata awal yang meyakinkan tapi ternyata di tengah perjalanan si rekan banyak acara kepanitiaan. Oleh karena itu, sebelum diajak berbicara serius perihal rekanan harus saling menanyakan tentang kesibukan dan keseriusan menjalankan penelitian atau PKM. Peranan rekan terutama ketua PKM ini sangat penting dalam keberlangsungan PKM karena sumber daya (manusia) menjadi penggerak utama terlaksananya PKM dengan baik.

Masih dalam hal rekanan dan tim, setelah terbentuk tim yang dirasa cocok (rekan-rekan dianggap mampu berkerjasama) maka dibentuklah susunan atau stuktur organisasi sederhananya. Struktur ini bukan formalitas semata dalam memenuhi ketentuan proposal tetapi juga menjadi pondasi untuk memperkuat soliditas tim dalam hal pembagian kerja. Pertama adalah dalam hal penentuan ketua. Biasanya sih ketua ditentukan dari yang mencetuskan ide awal tapi kadang bisa dilempar ke rekan atau personal lain yang dirasa punya kemampuan manajerial baik (hal itu sah saja asalkan atau kesepakatan tim). Terpenting, posisi ketua ini benar-benar disepakati oleh seluruh anggota dan ketua yang diberi amanah pun juga menyanggupi diri serta berusaha menjalankan tanggung jawabnya dengan baik. Kedua adalah posisi sekretaris-bendahara (sekben), biasanya sih ditujukan ke personal yang teliti dan tentunya juga disepakati anggota tim dan ketua. Personal yang menduduki jabatan ini nantinya diberi hak dalam mengatur dan mengelola keuangan. Hal ini menjadi kelimpahan wewenang ketua kepada tangan kanannya yakni sekretaris-bendahara. Dana hibah PKM dari DIKTI tidak sedikit sehingga perlu pengelolaan keuangan yang baik dan transaparan, karena uang tersebut bukan milik ketua atau sekben saja, tetapi milik seluruh anggota tim. Persoalan rupiah ini jika tidak luwes dan ditangani dengan baik juga bisa menjadi carut marut dan penyebab gagalnya pelaksanaan PKM. Pasalnya uang dana hibah ini menjadi mesin pergerakan proposal PKM. Ada langkah bijak bila uang tersebut diambil seberapa banyak dan dibiarkan dalam bentuk fresh money yang pergakannya lancar dan tersimpan oleh sekben. Bagi anggota yang akan berjalan dan memakai dana bisa langsung meminta ke sekben. Sebaiknya dihindari memakai uang pribadi dulu lalu diganti, karena hal ini terkadang riskan oleh sikap lupa dan bingung kembalian pecahan dan lainnya. Sebenarnya ini bukan berpikir perhitungan banget atau gimana tapi ini  lebih ke masalah transparansi sama keluwesan dalam memakai dana. Meski demikian, tetap ada kontrol praktis dari ketua maupun masing-masing anggota dalam menggunakan dana.

Masih ke masalah tugas sekben yang meliputi bagian surat menyurat dan perizinan. Memang di awal seakan tugas sekben yang paling banyak. Hal ini juga memerlukan support yang baik dari ketua maupun anggota. Terlebih sih ke ketua yang memang tetap harus mengawal tugas sekben, ya meskipun sekben sudah paham akan tentang tugas-tugasnya itu. Selanjutnya setelah masalah perizinan laboratorium, perizinan peminjaman ruang, dan lainnya yang berhubungan dengan surat menyurat selesai maka sudah saatnya ketua memberikan pengarahan tentang langkah kerja yang akan dilakukan. Bahkan lebih baik jika sambil berjalannya sekben membuat perizinan sang ketua sudah membuat timeline jelas dengan tanggal atau rentang waktu tertentu tentang agenda kerja terdekat. Selanjutnya ketua sebagai penggerak dan sebagai anggota yang berperan aktif sudah selayaknya mengikuti setiap agenda yang dijadwalkan demi terselenggaranya program dari proposal.

Nah, dalam menjalankan kegiatan sesuai agenda sangat dibutuhkan sifat dan sikap keuletan, disiplin, dan teamwork yang kuat. Hal ini selayaknya memang dicontohkan ketua sebagai koordinator utama. Jika sang ketua berhasil memiliki role model demikian maka ini dapat membawa aura positif para anggotanya untuk semangat menyelesaikan proposal dengan baik. Tetapi, jika sang ketua justru memberikan teladan yang buruk atau justru tidak menampakkan sikap koorperatif dalam melaksanakan tugas hal ini dapat melemahkan kekompakan tim. Sebagai ketua juga buka berarti hanya menjadi personal yang mengatur saja selanjutnya tidak mau tahu tentang proses yang dikerjakan anggota. Seyogyanya ketua benar-benar yang mengawal proses dari awal hingga akhir bukan yang hanya mengatur di awal saja sang ketua juga harus dapat terjun dalam kegiatan-kegiatan anggota (ibarat capres yang blusukan ke rumah warga). Ya, semau itu harus dilakuakn juga dengan suka cita tanpa paksaan. Ketua dan anggota saling berbaur dan bekerjasama dengan baik tanpa memandang posisi lagi, karena ini merupakan kerja tim yang membutuhkan soliditas.

Sekiranya hanya ini sih, sharing Early kali ini, ini Early nulis juga berdasarkan pengalaman saja yang terlewati. Intinya semoga teman-teman yang sudah membaca dan berniat mengikuti PKM tidak akan kaget dan bisa punya persiapan matang dalam mengatur strateginya. Perlu diingat PKM membutuhkan kerjasama tim yang hebat tim yang bisa saling mengerti dan membangun. Karena jika hanya mengandalkan personal-personal yang brillliant dan cerdas saja tetapi dia tidak dapat bekerjasama dengan baik, susah diajak berkomunikasi dan berkoordinasi maka ibarat saja buah-buahan yang ranum tapi ternyata cuma buah plastik. Jadi, bagunlah tim mu sesuai dengan sikap hati perasaan dan teman mana yang cocok buat kamu diajak mainan PKM.


Rabu, 27 Desember 2017

Enjoyable Mangunan

Pada tanggal 13 Maret 2017 yang lalu penulis beserta keluarga berkesempatan mengunjungi objek wisata daerah Mangunan yang sedang banyak digandrungi wisatawan. Kebun buah dan hutan pinus menjadi andalan objek wisata di kawasan ini, tetapi penulis mendapati daya tarik lain yang masih berada di kawasan hutan pinus. Berikut ulasan lebih lanjut perjalanan Early dan keluarga di Kawasan objek wisata Mangunan, Dlingo, Bantul, DIY.

Early dan keluarga melakukan perjalan di pagi hari jadi, sekitar pukul 06.40 penulis dan keluarga sudah sampai di objek pertama yakni Kebuh Buah Mangunan. Di kebun buah ini terdapat area atas dan bawah. Saat masuknya kendaraan ke Kawasan Kebun Buah Mangunan maka itulah lokasi area bawah, dimana kita langusng dimintai tiket masuk sesuai jumlah pengunjung dan kendaraan yang digunakan. Di area bawah terdapat danau buatan, kolam, dan taman bermain. Bisa dikatakan bahwa di aera bawah merupakan area lama dari kebun Buah Mangunan. Di area bawah ini inventarisir jenis-jenis tanaman buah juga lebih rapi. Kerindangan berbagai macam pohon buah nampak dari jalanan pintu masuk kawasan Kebun Buah Mangunan hingga area bawah ini.  Pohon jeruk, pohon rambutan, pohon mangga, dan pohon durian mendominasi area bawah kebun buah Mangunan. Beberapa dari pohon tersebut sudah ada yang berbunga dan berbuah, tetapi tidak ada izin untuk memetiknya secara langsung. Apabila wisatawan menggunakan kendaraan roda empat maka perlu ekstra berhati-hati karena tanjakan dari area bawah ke area atas cukup terjal dengan tikungan yang tajam. Tetapi beberapa warga lokal dan petugas parkir siap untuk membantu mengarahkan kendaraan.

Foto di background tulisan Kebun Buah Mangunan
Sampai di area atas, telah disiapkan lahan parkir yang cukup luas. Wisatawan Kebun Buah Mangunan lebih banyak mengeksplor di area atas yang cukup dekat dengan panorama-panorama perbukitan bercampur kebun-kebun buah dari ketinggian. Jadi di area atas kelimpahan jenis pohon-pohon buah tidak sebanyak di bawah, tetapi lebih pada penyuguhan view-view perbukitan lepas dan pepohonan buah dari kejauahan. Di area atas dibangun dan disiapkan anjungan yang menjorok ke arah jurang atau di lereng perbukitan kebun buah dengan luasan dan tata letak yang. Anjungan  tersebut dilengkapi beberapa anak tangga dan undakan tertentu agar pengunjung dapat berpotret dengan pemandangan di atas ketinggian. Selain anjungan, taman di bagian atas juga dilengkapi beberapa rumah pohon dan tempat duduk sebagai fasilitas untuk pengunjung menikmati panorama alam.

Menikmati panorama alam di Kebun Buah Mangunan ini memang lebih enak pada siang dan sore hari. Pada pagi hari, seperti yang dirasakan penulis, kabut-kabut alami dari perbukitan masih nampak dan terasa. Bahkan, semua perbukitan terlihat berwarna putih dan berjalan di area atas tersebut juga terlihat menembus kabut. Kabut pagi tersebut menambah kesejukan di Kebun Buah Mangunan. Selain rumah pohon dan anjungan, yang menjadi andalan spot foto dari objek wisata ini adalah tulisan Kebun Buah Mangunan.  Di spot foto tulisan ini langsung terlihat cakrawala hijau dan biru yang berpadu antara Perbukitan Mangunan dengan langit pagi yang mejadi background foto. Puas menikmati pemandangan alam dan kesejukan pagi di Kebun Buah Mangunan, perjalanan kami lanjutkan ke situs Hutan Pinus Mangunan.


Foto di atas rumah pohon


Foto di antara pohon-pohon pinus
Lokasi Hutan Pinus Mangunan kira-kira masih masuk ke arah timur dari jalan raya Mangunan. Lokasi hutan pinus berada di persimpangan jalan di area kiri. Hutan pinus terlihat di kanan kiri jalan tetapi lokasi objek wisatanya berada di kanan jalan, sementara parkir berada di kiri jalan (dari arah timur). Biaiya tiket masuk objek wisata hutan pinus sebesar Rp5000/orang saat itu. Di dalam kawasan hutan pinus kita langusng disuguhkan pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi seakan menjadi pasak-pasak penangkal sinar matahari yang sudah mulai memanas. Tentu saja udara sejuk masih menyelemuti kawasan tersebut meski matahari mulai memuncak. Di kawasan hutan pinus yang tanahnya lembab dan becek (karena habis terguyur hujan)  pengunjung perlu berhati-hati dalam berjalan dan menapaki jembatan-jembatan kecil yang dibuat.

Pengunjung diperbolehkan menggelar karpet atau tikar untuk duduk bersama atau memakan bekal, tetapi harus bertanggung jawab terhadap kebersihan tempat. Di hutan pinus bagian atas, kepadatan pengunjung sedikit berkurang dan lokasi ini sering dimanfaatkan sebagai spot foto-foto. Namun, jika akan melakukan sesi foto yang cukup lama maka perlu membayar retribusi yang lebih (seperti jika akan melakukan sesi foto pre wedding). Di bagian atas hutan pinus juga terdapat beberapa ayunan dan pohon-pohon yang sengaja disusun membentuk semacam tempat duduk. Pada musim tertentu, beberapa warga lokal menyewakan ayunan tidur yang dapat dipasang di antara pohon-pohon, tetapi saat penulis dan keluarga berkunjung tidak ada yang menyewakan lantaran kondisi pohon yang sedang lembab dan licin kurang aman jika akan dipasang ayunan-ayunan tidur dari rangkaian tali tersebut.

Hampir semua di sudut Hutan Pinus Mangunan dapat digunakan sebagai sopt berfoto. Namun, setiap objek pasti ada spot foto andalan yang utama. Spot foto andalan di hutan pinus ini berada di bagian atas dengan dukungan panggung kayu sehingga  membuat para pengunjug lebih bisa mendapat backgrpund hutan-hutan pinus yang masih asri (tidak terlihat rombongan pengunjung yang menggelar tikar). Spot foto ini juga digunakan untuk sesi foto pre wedding. Spot foto utama ini sanhat diincar oleh pengunjung, sehingga harus sabar mengantri untuk foto di sini. Tetapi jangan berkecil hati jika tidak berfoto di spot foto utama, masih banyak area lain Hutan Pinus Mangunan yang apik diabadikan di lensa kamera.

 Foto di balik surga bunga tersembunyi
Area baru dari Hutan Pinus Mangunan berada tersembunyi di bagian atas hutan ini, dimana pohon pinus mulai jarang tumbuh. Tetapi sebagai gantinya, bunga-bunga yang menawan siap mempesona siapa saja yang menyambanginya.  Area semacam taman bunga kecil disiapkan di lereng atas di hutan pinus. Area ini sangat colorfull mengingat  berbagai bunga tumbuh di sini seperti matahari dan flamboyan. Meski banyak tumbuha bunga area ini juga cukup rindang dengan adanya beberapa pohon yang digunakan sebagai rumah pohon. Selain itu terdapat beberapa tempat duduk kayu yang langusng menghadap pada view taman bunga maupun panorama perbukitan di sekelilingnya. Jadi melalui view dari tempat duduk kayu terdapat integrasi pesona alam yakni cantiknya bunga-bunga dengan teduhnya pesona perbukitan hijau daerah Mangunan. Pengunjung yang beruntung dapat mengeksplor taman bunga di lereng Bukit Mangunan ini dengan puas dan senang hati. Akan tetapi bagi pengunjung yang terburu-buru dan tidak mau mengeskplor maka akan sangat disayangkan, tidak dapat menikmati surga bunga ini. Di tempat ini juga sudah tidak dikenakan biaya tambahan karena masih dalam kawasan hutan pinus.


Sebagai tips untuk berwisata di Kawasan Mangunan perlu dilakukan perjalanan di pagi hari karena udara masih sejuk dan dapat menikmati panorama alam yang masih asri dengan kabut alami. Selain itu, eksplor terhadap setiap detail objek wisata juga perlu dilakukan. Eskplor dilakukan agar pengunjung benar-benar menikmati suguhan yang ada di objek wisata beserta fasilitas yang perlu dijaga. Dengan demikian tujuan ke objek wisata bukan hanya hunting foto hits saja tetapi menikmati kedamaian alam, menyegarkan dan menenangkan pikiran, mensyukuri kebesaran Allah SWT melalui kenampakan alam ciptaan-Nya, dan tentu saja menjaga serta melestarikan keindahan pesona alam  tersebut.

Minggu, 23 Juli 2017

Di balik Kesederhanaan Purworejo

Halo..assalamualaikum bloggers..
Kali ini..Early mau share cerita liburan sederhana di Purworejo beberapa hari yang lalu. Tepatnya tanggal 17 Juli 2017 Early sengaja escape dari Jogja mengisi liburan berkepanjangan ini hehehe. Sekitar pukul 07.00 pagi Early berangkat dari Jogja menuju Purworejo menggunakan mobil. Tiba di Purworejo sekitar pukul 09.00. Early sangat menikmati perjalanan ke Purworejo karena Early melintasi tiga Kabupaten di DIY, mulai dari Kabupaten Sleman tempat domisili Early, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Kulon Progo. Di tengah-tengah perjalanan Early menikmati banyak panorama mulai dari perbukitan, bentangan sawah, hingga sungai dan jembatan yang masih alami.



Sampai di Purworejo, Early dan ayah langsung menuju hotel Plaza yang terletak di Jalan Tentara Pelajar Nomor 21, Kecamatan Purworejo, Purworejo, tepat di depan SMA Negeri 1 Purworejo. Hotel ini juga direkomendasikan teman kuliah Early yang asil Purworejo (Thanks to Alam Reformasi). Hotel Plaza merupakan salah satu hotel terbaik yang kota kecil ini punya dan termasuk hotel berbintang. Early beruntung mendapatkamn view kamar dengan pemandangan persawahan di belakang hotel yang masih hijau dan sejuk.


Sebenarnya, Purworejo bukan termasuk Kota Wisata atau kota yang terkenal dengan ciri khas tertentu. Tetapi, berkat penjelajahan sendiri dan hasil kunjungan selama di kota ini 3 hari, Early berhasil menemukan apa keunikan dari kota ini. Purworejo merupakan sebuah Kabupaten yang didalamnya terdapat beberapa kecamatan besar seperti Kecamatan Purworejo, Kecamatan Kutoarjo, Kecamatan Bagelen, dan lainnya. Pada post kali ini, Early akan memfokuskan tentang keistimewaan Kecamatan Purworejo. Di Kecamatan ini terdapat makam Jenderal Sarwo Edi Wibowo, salah satu jenderal besar  yang meninggal tragis karena serangan G30S/PKI.Di Purworejo juga merupakan tempat kelahir komposer nasional yakni Wage Rudolf Supratman, tepatnya di daerah Kaligesing. Jadi, tidak heran di daerah yang cukup kecil dan sederhana ini ternyata merupakan daerah cikal bakal para pahlawan kebangsaan. Di jalan-jalan protokol kita juga akan menjumpai banyak tugu, patung-patung, dan beberapa cagar budaya berbentuk bangunan. Salah satu patung yang Early jumpai di sana adalah patung W. R. Supratman yang sedang membawa biola. Patung ini dapat ditemui di perempatan Pentok.


Selain dari aspek historis, Purworejo juga memiliki keunggulan dalam bidang pertanian dan perkebunan. Di Purworejo, kita masih banyak melihat petak-petak sawah yang terawat dan lahan-lahan produktif yang terurus. Hal ini berimbas pada lingkungan kotanya yang tetap sejuk meski tidak diapit gunung secara dekat. Selain itu, wilayah ini juga memiliki keunggulan hasil alam berupa buah durian dan biji kopi robusta. Durian asal Purworejo ini memang terkenal dengan daging buah yang tebal dan rasa manis-pahit khas durian. Daerah pernghasil durian yang utama ada di Kaligesing dan Watuudan. Terdapat dua jenis durian Purworejo ini yakni durian hasil setek dan okulasi antara Duran lokal dan Durian montong dan kedua adalah durian lokal. Keduanya sama-sama enak dengan ciri khas sendiri. Untuk durian hasil okulasi dan setek memiliki rasa pahit yang cenderung manis dengan daging buah tebal seperti durian montong, warna nya juga lebih kekuningan. Sementara untuk durian yang murni lokal rasanya lebih diidominasi rasa pahit khas durian dengan daging buah yang tidak kalah tebal, namun warna tidak cenderung kuning.  Untuk kopi robustanya, dianggap terbaik karena termasuk dalam daftar 15 kopi terbaik di Indonesia. Daerah penghasil kopi robusta ini juga terdapat di Kaligesing. Sebenarnya, potensi hasil alam seperti durian dan kopi robusta dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi kabupaten ini untuk berkembang. Berdasarkan hasil wawancara dengan warga lokal, mereka justru kurang mengenali potensi ini dan seakan kurang dapat “menjual” keunikan daerahnya (terutama untuk potensi kopi robusta). Sehingga ada baiknya, pengalaman ini dapat menjadi koreksi dan evaluasi pagi pemerintah daerah setempat dan warga asli untuk bersama-sama mengembangkan daerah melalui potensi yang sudah ada.



Masih tentang hasil alam dan makanan, kita akan mengulik tentang buah tangan yang didapat di Purworejo. Ketika Early berjalan-jalan di sekitar hotel, tanpa sengaja Early menemukan kios kecil di pinggiran sungai. Kios tersebut ber-pelang kecil sekitar 2x1 meter bertuliskan Pusat Oleh-Oleh Purworejo, Kue Lompong “Asli” Oleh-Oleh Khas Purworejo. Early tertarik dengan jajanan khas tersebut dan menuju ke kios. Early sedari awal tiba di Purworejo, memang berpikir apa makanan khas dari Purworejo. Setelah mendekat ke kios Early memgintip sedikit cara pembuatan kue lompong ini. Jadi, kue lompong merupakan jajanan khas Purworejo yang berbahan dasar tepung ketan, kacang, dan tepung lembu (sebutan untuk tepung dari tanaman lompong). Tepung lembu inilah yang menjadikan warna jajanan ini hitam. Tanaman lompong sebelum dibuat tepung diremas-remas dan diambil sarinya. Kue lompong ini memiliki tekstur yan agak keras dengan isian kacang seperti pada kue moci. Namun, kue ini dapat bertahan hingga satu minggu apabila rutin dikukus untuk memperlunak tektsur kue. Meski terkesan berpenampilan kurang apik (karena segi warna hitamnnya), kue ini memberikan cita rasa yang khas dari komposisi tepung lembu. Tepung lembu ini memang jarang dibuat dan ditemukan di pasaran, tetapi daerah Purworejo yang tanahnya masih gemah ripah loh jinawi maka tidak sulit untuk menemukan tanaman lompong di kanan-kiri sawah maupun ladang.

Berbicara tentang kehidupan sosial, masyarakat Purworejo termasuk masyarakat yang agamis. Di beberapa perkampungan berdiri banyak surau dan pondok pesantren. Sekolah-sekolah juga banyak didirikan dan terurus dengan baik. Maka tak jarang dari daerah sekitar Purworejo banyak yang menjadi penglaju untuk menempuh pendidikan di Purworejo. Masyarakat Purworejo juga masih cenderung memilih pada zona nyaman, artinya memang sedikit sekali pembangunan kota yang dapat kita lihat. Gedung-gedung tinggi pusat perbelanjaan besar, pasar-pasa swalayan memang tidak terlalu kelihatan banyak di Purworejo. Pemerintah daerahnya sendiri memang masih sangat preventif dan sangat hati-hati sekali. Sehingga tidak banyak terlihat proyek pembangunan besar-besaran di sana. Meski demikian, hal ini berdampak positif pula dalam upaya penjagaan kearifan lokal dan kekayaan alam terutama lahan-lahan persawahan dan produktif lainnya. Kebutuhan perumahan, gedung, pertokoan, diatur secermat mungkin agar tidak sampai mengacaukan sektor-sektor essensial lain yang sesungguhnya memiliki kepentingan atas hajat hidup orang banyak.


Demikian, cerita pengalaman Early di Purworejo, sebuah kota kecil yang istilah jawanya nggak “neko-neko”, adem ayem, tata, titi, tentrem, kerta, raharja. Di balik kesederhaan kota dan daerah ini ternyata menyimpan banyak harta berharga yang masih dapat dimanfaatkan dengan optimal secara bijak. Berlarut-larut dalam zona nyaman memang tidak akan selamanya baik dan membawa perkembangan. Terpenting dalam menyikapi dan mengembangkan kota kita perlu banyak berpikir panjang, tenang, dan rasional demi pembangunan yang berkelanjutan untuk kebahagiaan generasi mendatang. 

Jumat, 14 Juli 2017

PESONA MANGROVE DI GRAND MAERAKACA

Assalamualaikum wr.wb.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi cerita liburan saya tanggal 1 Juli 2017 yang lalu di Grand Maerakaca Semarang. Pada awalnya saya tertarik mengunjungi objek tersebut karena view hutan mangrove nya yang masih alami. Tetapi ternyata Grand Maerakaca PRRPP (Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan) Semarang ini tidak hanya menyuguhkan keindahan hutan mangrove. Tempat yang cukup luas ini merupakan lahan yang disiapkan khusus sebagai taman mini Jawa Tengah. Jadi, tempat ini di desain khusus mulai dari layout tanahnya (pemetakan tanah) yang sengaja diatur menyerupai bentuk provinsi Jawa Tengah. Lalu, di dalamnya pun berisi berbagai anjungan sesuai banyaknya Kabupaten/Kota di Jawa Tengah dengan penataan (penempatan berdasarkan posisi)  yang mirip aslinya di lapangan. Di tiap anjungan Kabupaten/Kota didirikan rumah adat dan bangunan atau miniatur khas dari daerah tersebut. Contohnya Kabupaten Kudus dengan Masjid menaranya, Kabupaten Salatiga dengan buayanya.  

                                       (foto di salah satu anjungan di PRPP Maerakaca)

Ketika sampai di depan pintu masuk PRPP  saya dan keluarga yang sedari awal ingin mengunjungi kawasan Mangrove langsung membaca peta area yang terpampang besar di dekat pintu masuk. Kemudian kami mengikuti jalur yang sudah ditunjukkan dan langsung menuju area Mangrove. Ternyata area mangrove in bukan wahana baru di Grand Maerakaca PRPPP ini tetapi hal yang baru dari kawasan ekosistem mangrove adalah pembuatan mangrove tracking di sebelah timur jembatan harapan. Adanya Mangrove tracking sepanjang 135 meter membuat pengunjung dapat mengenal lebih dekat ekosistem pemecah ombak alami ini. Tracking mangrove didesain dengan sederhana tetapi menyimpan nilai estetika tersendiri sehingga tak heran spot ini menjadi andalan tempat pemotretan dan selfie kawula muda. Selain itu, ada juga paket untuk acara pre wedding atau pemotretan khusus di kawasan mangrove ini.'

Tracking mangrove mengitari kawasan hutan Mangrove yang diibaratkan sebagai miniatur kepulauan Karimun Jawa. Di sekitar kawasan Mangrove juga menyewakan perahu sampan dan kapal motor agar pengunjung dapat menjelajah lebih jauh kawasan Mangrove ini. Untuk menyewa perahu sampan Anda dikenakan biaya Rp10.000,00 per orang. Perahu sampan kecil berkapasitas dua orang sementara perahu sampan besar berkapasitas 4-6 orang. Apabila menggunakan jasa pendayung maka Anda dikenakan biaya tambahan Rp10.000,00.  Berfoto di atas perahu sampan sambil di diiringi oleh pemandangan sejuk Mangrove menjadi hal yang menarik belakangan ini. Tak suka mendayung, Anda juga dapat menikmati indahnya pemandangan alam dari kepenatan kota dengan duduk-duduk santai di tepi dermaga atau menikmat hutan mangrove dan laut lepas dari atas jembatan.



Keindahan alam yang sederhana ini patut diapresiasi dengan menjaga lingkungannya tetap asri dan bersih. Sebagai pengunjung yang baik kita tidak serta merta hanya menikmati tetapi juga berkewajiban menjaga dan merawatnya. Dengan terus menjaga dan merawatnya maka akan lebih panjang, lebih lama, dan lebih nyaman lagi bagi diri kita dan anak cucu kita untuk menikmati pesonanya. Satu hal yang dapat ditambahkan dari objek wisata Grand Marakaca PRPP Semarang terutawa di kawasan magrove yang tengah naik daun adalah publikasi mengenai sisi edukasi dan pentingnya Mangrove bagi keseimbangan ekosistem pantai. Adanya sisi edukasi ini akan menambah pengetahuan wisatawan sehingga diharapkan mereka tidak hanya menikmati keindahan tetapi mendapat tambahan informasi yang mendorong mereka untuk menjaga kelestarian alam.