CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 16 September 2019

Bincang Ringan dengan Ustadz Felix Siauw

Assalamualaikum bloggers? Apa kabar nya? Sudah lama tidak bersua ya..

Kali ini Early mau posting hasil ngaji singkat dengan Ustadz Felix Siauw di Masjid Gedhe Kauman tanggal 14 September 2018 yang lalu. Early ikut acara ini sebenarnya atas ketidaksengajaan, karena diajak ayah Early yang kebetulan siangnya baru dapat undangan mengikuti pengajian ini. Padahal behind the story nya malam mingguan mau ngajak nge-mall sambil liat konser gratisan. Tapi ternyata, Allah memberikan rencana lain yang lebih baik. Oke deh, Early menyanggupi kehadiran. Nah, waktu malam sudah mulai tiba, dan tiba-tiba pula acara berubah lagi, malah Mama Early suruh kek mall aja karena pergi nya sekalian buat antar adik Early mau nugas di GSP (Grha Sabha Pramana) UGM. Ok deh Early ngikut aja dan akhirnya keputusan nemenin pergi ke GSP sekalian jalan ke mall batal juga gegara adik Early nggak jadi juga nugas ke GSP. Well, akhirnya kembali ke rencana awal untuk mengahdiir pengajian bersama Ustadz Felix Siauw. Meski dari rumah udah telat, Early sama ayah boncengan naik motor ke Masjid Gedhe Kauman di tengah Sabtu Malam yang cerah dan ramai. Di tengah perjalanan, hiruk pikut lalu lintas dan kemeriahan malam minggu sangat terasa apalagi rute ke Masjid Gedhe Kauman melewati objek-objek wisata malam andalan di Yogyakarta.
Suasana Taman Surga dengan Ustadz Felix Siauw

Dalam perjalanan yang hampir 30 menit tersebut, Early sebenarnya sambil terkantuk dan beusaha tetap fokus pada tujuan (ikut pengajian). Setibanya di lokasi, Early agak miris pasalnya yang menghadiri kajian tidak semeriah dengan yang di luaran menikmati cerahnay malam minggu di Yogyakarta. Padahal pembicaranya, beliau Ustadz Felix Siauw merupakan sosok yang sangat menginspirasi dan bahasan tema malam ini pun tidak kalah menarik dari masalah revisi UU KPK. Hmm ya Early pikir zaman mulai berubah dan hal ini menjadi refleksi diri kita terutama para pemuda untuk bisa memilih dan memilah kegiatan mana yang lebih baik dikerjakan (setidaknya alhamdulillah Allah memberikan kehendak Early bisa jadi gabung ke majelis ilmu dibanding ke mall). Oke, tinggalah masalah jamaah yang tidak teralau banyak itu, langsung lanjut ke masalah substansi yang diberikan ustadz Felix Siauw. Saat early mulai bergabung sebenarnya acara inti tausyiyah masih berlangsung. Saat itu, bahasan tentang  dakwah dijabarkan dari sisi pengikut dan pencetus. Artinya seperti ini, dalam dakwah perlu adanya kebersamaan atau ukhuwah. Tidak mungkin suatu ajakan kebajikan mudah diterima orang banyak jika yang menyerukan tidak pandai berbicara, tidak punya banyak pengikut sebelumnya, atau belum ampu menjadi role model.  Ya, maka dari itu, dalam dakwah wajib memang didahului oleh orang-orang yang punya pengaruh. Lantas, jka dirasa kita memiliki pengaruh itu tetapi tidak memanfaatkan kesempatan untuk menyampaiakn kebaikan masa hal tersebut sangatlah rugi besar.

Dalam kutipan tausyiyahnya, Ustadz Felix Siauw menyampaiakn bahwa ketika sudah punya followers itu tandanya Allah sudah ridha diri kita emnjadi pilar dakwah sekecil apapun yang bisa kita lakukan. Nah, kita nggak perlu berat-berat mikir, entar ada yang respons atau tidak karena ikatan antar manusia itu sudah menjadi urusan Allah. Hal yang paling penting adalah kita berusaha untuk berdakwah atau menyerukan ajaran Allah pada orang lain. Jika Allah telah menetapkan ikatan antar umat manusia maka suatu gerakan bersama dalam memajukan peradaban (kejayaan)  Islam akan semakin mudah. Nah, jkika sudah terkumpul dalam suatu ikatan maka ukhuwah, atau tali persaudaraan perlu dikencangkan sekuat mungkin. Suatu ilmu dan ajaran yang tertinggi sekalipun tidak akan bearti jika tidak ada landasan ukhuwah dalam menyampaikannya. Dimensi dakwah masa kini juga perlu diperhatikan. Tantangan dakwah semakin maju dan berkembang di era disrupsi ini. Oelh kerenanya dalam mengatasi tantangan tersebut perlu dilakukan suatu strategi yang tidak lain adalah jangan sekaan melakukan perlawanan menggunakan cara yang sama dengan musuh. Perlu dilakukan putar otak dan mencari celah lain yang lemah bagi musuh (yang sama sekali tidak dibayangkan oleh musuh).

Pada sesi akhir tanya jawab ada nasihat-nasihat baik dalam hal berdakwah seperti dakwah tidak perlu menunggu kaya atau hidup mapan dahulu. Hidup adalah tahapan berganti fase bukan lantas menyelesaikan permasalahan untuk mencapai kemapanan. Jadi, dalam stiap tahap kehidupan kita mampu menyelipkan dakwah pada kegiatan kita dalam berbagai upaya sekecil mungkin, semampu kita. Sikap zuhud juga perlu dikembangkan dalam menyempurnakan proses dakwah kita. Jadi zuhud di sini maksudnya adalah tidak menginginkan dunia sebelum untuk akhirat. Hal ini juga berarti bahwa tidak perlu menunggu urusan dunia selesai baru kita mau dakwah, seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa urusan di dunia hanya berganti fase pasti tetap ada urusan di tiap-tiap tahapannya. Maka kunci nya untuk bisa berdakwah dalam segaal fase itu yang emnegemabngkan sikap zuhud, bahwa ada orientasi kita untuk mengutamakan kepentingan akhirat di samping memenuhi urusan dan kebutuhan di dunia.

Beberapa poin lagi yang disampaikan dalam tanya jawab yakni tentang segmentasi dalam berdakwah yang harus diperhatikan, karena berbeda kalangan berbeda pula cara penyampaiannya. Selanjutnya dalam hal gerakan islam di kampus yang banyak macamnya jangan sampai membuat terpecah belah atau tidak bisa membuat kita sebagai satu umat untuk bergerak bersama. Setiap gerakan islam hendaknya tidak meng-ashabiyahkan dirinya dengan yang lain, karena Islam sejatinya adalah satu tidak ada satu golongan yang dirasa lebih baik atau lebih unggul dari golongan lain. Nah, mengenai tentang ashabiyah ini juga berhubungan dengan Islam Nusantara yang mana, lebih baik diungkapkan bahwa Islam di Indonesia merupakan Islam rasa Nusantara yang tidak saling mengunggulkan golongan atau kelompok gerakannya. Rasa cinta Indonesia juga jangan sampai melebihkan rasa cinta kita kepada Islam. Hal ini diartikan bahwa identitas utama kita adalah sebuah keimanan yang kita yaknini kebenarananya sebagai sumber ilmu, hukum, dan ajaran, hingga kini semua berlaku untuk sebuh peradaban. Lalu, masalah tentang sharing  ilmu ini juga jangan sampai takut “riya:. Intinya kalau kita sudah cinta dan sepaham sampaikanlah saja kan itu juga sebuah kebaikan dan kebenaran yang memang sudah jelas hukum dan sumbernya.


Demikian lah ringkasan bincang ringan dengan Ustadz Felix Siauw. Semoga pembaca dapat memetik manfaat dan inspirasi di dalamnya. Terirmakasih 

Sabtu, 12 Januari 2019

Resensi Buku The Alchemy of Air

Ketimbun untuk direshare ke kalian
Selamat membaca

Identitas Buku
Judul                     : The Alchemy of Air Kisah Pengusaha Sukses, Ilmuwan Jenius, dan Misi “Mengubah    Udara  Menjadi Makanan”
Judul asli              : a Jewish Genius, a Doomed Tycoon, and the Scientific Discovey That Fed the World bur Fueled the Rise of Hitler
Penulis                 : Thomas Hager
Alih Bahasa         : Alex Tri Kuntjoro
Penerbit              : Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun terbit di Indonesia : 2014
ISBN                      : 978-602-03-0704-6
Jumlah Halaman : xviii + 352

Buku Alchemy of Air adalah sebuah buku yang mengkisahkan penemuan hebat tentang pembentukan amonia dari gas nitrogen dalam sebuah siklus yang kita kenal sebagai siklus Haber-Bosch. Buku ini merupakan hasil terjemahan dari judul aslinya dan bertujuan menginspirasi pembaca melalui kisah historical yang di dalamnya banyak terkandung nilai-nilai pengetahuan, kehidupan, semangat dan kerja keras dalam mengembangkan sesuatu. Buku ini mengajak kita mengenali lebih dalam dari asal mula senyawa amonia yang merupakan turunan unsur nitrogen dimana jumlahnya berlimpah dalam atmosfer udara. Kemudian, pengolahannya hingga menjadi senyawa-senyawa bermanfaat dan sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Selain itu buku ini juga membuat pembaca hanyut pada kepingan frame-frame sejarah dunia dan perkembangan iptek di abad 18. Buku ini secara tersirat menjelaskan karakter-karakter para peneliti Eropa masa lalu dan pemimpin Eropa yang dapat dipetik hikmah dan dipahami baik-buruknya. Dengan membaca buku ini, wawasan kita bertambah luas bukan hanya sekadar tentang dunia kimia dan industri tetapi perjalan peradaban baru ilmu pengetahuan dalam balutan ilmu sejarah, geografi, kimia, dan sosiologi.
Kisah dalam buku ini dibagi menjadi tiga bagian yang bertajuk Kiamat Bumi, Batu Ajaib, dan Syn. Sebelum bab awal yakni Kiamat Bumi diberikan semacam prolog yang berjudul Makhluk Udara. Pada bagain prolog ini dijelaskan sinopsis singkat cerita yang pada awalnya menceritakan tentang krisis pangan di bumi yang mengancam eksistensi kehidupan manusia, kemudian penemuan teknologi baru dalam mesin Haber Bosch, penggunaan mesin tersebut pada skala industri dalam menangani krisis pengiriman saltpaper yang bermanfaat untuk pupuk tanaman. Lebih lanjut, pembentukan amonia sintetis selanjutnya digunakan untuk berbagai kepentingan lain terutama saat perang dunia pertama di Jerman (tempat kelahiran mesin Haber-Bosch), dan akhirnya dampak yang ditimbulkan dan dirasakan hingga sekarang dari hasil samping penggunaan amonia dan turunnya tersebut untuk berbagai keperluan.
Pada bagian pertama yang bertajuk Kiamat Bumi diawalai dari pernyataan pidato Sir William Crookes, Ketua British Academy of Sciences  (penemu Crookes tube, cikal bakal tabung sinar katoda, dan penemu unsur thallium) dengan masa bakti mulai 1898. Crookes mengawali pidato pengukuhannya dengan memberitakan kehancuran Inggris dan semua bangsa  yang memiliki peradaban. Hal ini disebabkan tingkat penduduk mengalami peningkatan yang cukup signifikan akibat kemajuan dalam bidang kesehatan tetapi luas lahan menyempit akibat kepadatan penduduk dan pembagunan meningkat, lahan yang menyempit ditambah tanah yang terus kehilangan kesuburannya karena diolah terus menerus menjadikan krisis kelaparan melanda pada populasi manusia yang meningkat. Crooks yang dapat mengubah krisis pangan menjadi suatu kelimpahan untuk kehidupan umat manusia selanjutnya.

Setelah setting suasana pidato Crookers, cerita dilanjutkan pada kerangka lain yakni awal mulanya senyawa yang akrab disebut saltpeter atau caliche, yakni sebuah garam istimewa. Garam tersebut awal dikenal pada peradaban Cina dengan sbeutan Hua Yao yang merupakan kalium nitrat (KNO3). Hua Yao ini juga dikenal sebagai bubuk mesiu karena dapat digunakan pula sebagai bahan peledak dan kembang api. Bangsa barat menyebut Hua Yao sebagai Saltpeter sedangkan bangsa Romawi secara spesifik menyebutnya sebagai salpetrae. Kandungan saltpeter ini sebenarnya adalah kotoran hewan yang telah lama membusuk. Namun, di daerah kepulauan Chincha terdapat saltpeter terbaik dengan jumlah yang bergunung-gunung. Inilah caliche, saltpeter terbaik pada masa itu yang diperebutkan oleh berbagai kalangan di belahan dunia. Penemuan caliche di Kepulauan Chincha dimulai dari ekspedisi Darwin ke sebuah daerah di Amerika Selatan yang sangat gersang (Pelayaran Darwin di Tarapacca 1835) . Tetapi  ternyata di balik perjalanan yang membosankan tersebut, Darwin menemukan lapisan tebal mineral putih yang disebut caliche yaitu saltire yang berupa senywa natrium nitrat. Oleh penduduk setempat bongkahan mineral putih tersebut diolah di pabrik-pabrik kecil yang disebut dengan oicina. Pengolahan dilakukan dengan menumbuk bongkahan, menambah telur, dikocok untuk membersihkan kotoran, dilarutkan ke dalam air, disaring dalam bejana tanah liat, dan didinginkan.


Tidak jauh dari Kepulauan Chincha, 9 km dari Pantai Pisco Peru pada 1850 telah ditemukan gugusan perbukitan Guano yang menjadi ladang pupuk paling baik di dunia saat itu. Penemuan bentang alam ini menjadi hal sangat penting dan diperebutkan oileh tiga negara besar di Amerika Selatan yakni Chili, Peru, dan Bolivia.  Perang nitrat atas penguasaan Bukit- Bukit Guano ini dimulai pada tahun 1879. Perang ini termasuk perang besar-besaran yang mengorbankan banyak sekali pekerja beserta keluarganya. Balada dari kerakusan kekuasaan pupuk Guano ini menjadi tonggak awal gerakan buruh-buruh agar lebih diperhatikan kesejahteraannya dan tidak hanya menjadi bahan perdagangan dari kekuasaan-kekuasaan berbagai perusahaan dan kontrak-kontrak. Para buruh dan keluarganya selama bekerja pada pabrik-pabrik pupuk itu menggnakan sistem ficha yang membuat mereka tidak dpat lepas dari jeratan pekerjaan keras dan kasar itu. Mereka hanya boleh membeli dengan mata uang ficha yang berupa kupon di tempat-tempat tertentu yang sudah disediakan perusahaan. Atas dasar pengelolaan yang tidak bijak, kerakusan, dan kesewenang-wenangan pabrik pupuk Guano akhinya nitrat chili tersebut menghilang dengan sendirinya, sekitar tahun 1940 hanay sedikit pabrik-pabrik yang masih beroperasi. Lambat laun daearah Atacama, Kepulauan Chincha dan Perbukitan Guano yang awalnya kering dan tak menarik menjadi ramai karena buruh tambang, kini mulai kembali pada kondisi awalnya, sepi dan gersang.
Di belahan bumi lain, setengah bola dunia, keadaan berbeda dari amukan pekerja buruh yang menuntut hak dan perlindungannya. Seorang kimiawan sedang marah pada dirinya sendiri, marah atas segala pemikirannya yang tak jemu menemukan mesin pengubah udara menjadi roti. Adalah Firtz Haber, seorang Yahudi yang telah lama menetap di Jerman. Dia adalah seorang yang ambisius, pekerja keras, dan ingin mendapat pengakuan menjadi seorang Jerman seutuhnya meski ia keturunan Yahudi. Haber meneruskan dan mengevaluasi hasil temuan Ostwald dalam pembentukan amonia. Melalui kerja laboratoriumnya, Haber menggunakna tekanan tinggi yang dapat dianggap sebagai tekanan maksimal dengan suhu serendah mungkin sehingga ammonia yang terbentuk tidak terurai lagi. Haber menggunakan katalisator osmium yang dikembangkan menjadi uranium. Hasil angka-angka pencapaian amonia yang terbentuk dari penelitian Haber sempat ditentang dan dipertanyakan oleh Ostwald yang juga pernah melakukan penelitian yang sama. Namun, setelah percobaan dan teori dibuktikan langsung dan dilihat langusng pula oleh perwakilan dari sebuah industri ternama BASF ( Badische Anilin-und  and Soda Fabrik)  yakni Carl Bosch. Seorang Carl Bosch pada awalnya menjadi teknisi dari proyek amnnoia Ostwald sebelumnya, ia memahami benar kerja mesin Haber dan menyempurnakannya pada skala industri. Carl Bosch yang sangat suka bekerja di lapangan dan mengutak-atik mesin melanjutkan penemuan Haber ini untuk skala industri yang luas. Ia merakit mesin-mesin besar, pipa-pipa besar dilapisan beton dan material-material lain  yang dapat menahan tingginya tekanan. Sejalan dengan keberhasilan Bosch dengan kemampuan mekaniknya, BASF tumbuh dengan pesat. Blokade nitrat Chili yang diberlakukan untuk Jerman tidak menghambat kemjauan negara ini. Bahkan, Jerman berhasil melakukan swasembada untuk produk ammonia hasil mesin Haber-Bosch. Pada awalnya BASF merupakan perusahaan Jerman yang terkenal menghasilkan zat warna dari pengelolaan batu-bara, pimpinan BASF Brunck berhasil memenangkan perjudian industrinya dengan mengelukarkan produk pewarna indigo, dari keberhasilan itu ia mulai diangkat sebagai pimpinan tertinggi Brunck dimana era kejayaan amonia Haber-Bosch dimulai.
BASF mendapat banyak pinjaman modal baik dari pemerintahan maupun penyandang dana dan konglomerat lain Jerman, Bosch sesuai cita-citanya berhasil membangun pabrik ammonia sebesar kota yang berada di daerah Oppou dekat dengan Ludwigshafen sepanjang Sungai Rhine. Pabrik amonia Oppou tersebut merupakan Pabrik terbesar di Jerman atau  bahkan di Eropa, seolah menjadi Laboratorium terbesar pengolahan ammonia. Sementara itu, Haber sebagai inisiator pada lingkup laboratorium tentang pembuatan amonia menoreh banyak penghargaan, jabatan, dan kedudukan. Beliau akhirnya memilih bekerja di Kaisar Wilheml Instituite (KWI). Namun, di tengah kejayaan amonia Haber-Bosch, sebuah balada atas agungnya ilmu pengetahuan terjadi dengan lembut. Kisah dimulai ketika Von Brunck mengistrahatkan diri selama-lamanya pada 4 Desember 1911.

Seperti kerakusan pada umumnya, Bosch memutar otak untuk menghasilkan produk lain dari tekanan tinggi. Ia mulai menyusun ide pembuatan bensin sintetis pertama kali dengan rangkaian mesin yang mirip dengan mesin Haber-Bosch. Dengan demikian, pabrik raksasanya di Oppou bisa menghasilkan uang berlipat ganda. Pikiran Bosch ini mulai berkembang ketika ia mengembangkan bisnis dan kontrak kerjanya hingga keluar Jerman, Bosch sekarang tidak lagi menjadi pimpinan pabrik yang ahli permesinan saja, tetapi ia mulai menjabat menjadi direksi dari BASF. Perusahaan BASF mulai menjadi perusahaan multinasional dengan kolega bisnis-bisnis besar Amerika seperti Standard Oil. Sebenarnya, merge BASF dengan perusahaan asing merupakan salah satu strategi BASF untuk mendapatkan pendanaan lebih dalam mewujudkan mimpinya menciptakan bensin sintetits. Tetapi, sayang kepopuleran ammonia Haber-Bosch tidak berhasil terjaga dengan baik, karena beberapa perusahaan Inggris dan negara eropa lainnya sudah mulai mencuri resep rahasia dari mesin tersebut meski tidak sempurna. Ketidak berhasilan menjaga rahasia ini memang berkaitan dengan situasi Jerman saat itu. Dimana di tengah keberhasilan pupuk ammonai Haber-Bosch, Jerman dirundung kekalahan dengan sekutu Prancis.

Padahal, berkat pabrik Oppou di bawah pimpinan Bosch, Jerman memiliki banyak bahan bakar persenjataan dari olahan amonianya. bebrapa peledak mesiu hingga usaha perang tenaga gas yang dicetuskan Firt Haber menjadi buah dari ilmu pengatahuan yang memang saat itu didedikasikan untuk negaranya. Hal ini sesuai dengan padangan hidup Haber dimana ia mau mengubur identitasnya sebagai seorang Yahudi dan berusaha mengabdi pada negaranya tercinta. Keruntuhan dan manajemen yang buruk dari Oppou dan Leuna (pabrik ammonia kedua terbesar) dimuali sejak rezim Hitler muncul. Saat itu, Hitler bagai iblis Jerman baik bagi Haber dan Bosch. Kenaikan Hitler pda tahta Jerman hampir membuat semua kalangan bangsa itu merasa terancam. Hitler tidak melarang keras semua keturunan Yahudi bekerja dalam institusi pemerintahan. Hal tersebut berarti membatasi kerja Haber di KWI. Bagi Bosch yang memang sebagai warga asli Jerman kebijakan Hitler yang menjadikannya pabrik-pabrik hanya sebagai mesin dirinya sendiri dan bahkan berhalauan pada peningkatan produksi bahan senjata adalah ide yang sangat buruk. Bosch sangat tidak suka denagn resim Hitler dimana harus memberikan salam-salam Nazi yang baginya aneh, dan menuruti seluruh kekuasaan tertinggi Hitler. Bosch adalah seorang yang idependen dan cerdas ia tidak mau pabrik-pabriknya berada di bawah kekuasaan negara seutuhnya. Ia ingat dengan janji dan cita-cita awal pabrik yakni menghasilkan amonia sebagai pupk, sebagai penyambung pertumbuhan tanaman, agar rakyat terhindar dari kelaparan. Agaknya, tujuan rezim Hitler mulai menemui firasatnya taktala pabrik di Leuna menghasilkan dentuman besar meneyrupai gempa bumi dan mengakibatkan sekitar 100 pekerja tewas. Bosch yang berjiwa besar dan sangat sosialis sangat merasa bersalah pada aspek jaminana perlindungan pekerjanya. Namun, ia pu tahu seberapa hebat mesin dengan teknologi dan teroi secermat mungkin tidak ada yang menjamin kepastian keselamatan itu.

Sejak rezim Hitler tersebut, pekerja di Oppou dan Leuna dipacu memproduksi bahan bakar perang terus-menerus. Pekerjaan menjadi keras demi keruntuhan Perancis, yang tetap saja berhasil mengalahkan Jerman. BAFS, Oppou dan Leuna menjadi tidak menarik lagi bagi Habber da Bosch. Kedua ilmuwan tersebut berusaha menenangkan dirinya di akhir masa tuanya. Bosch lebih menyukai kehidupan damainya dalama rumah yang sangat lengkap dan menyalurkan seluruh hobinya. Beruntung ia memiliki keluarga yang sangat mendukungnya. Bosch di akhir masa hidupnya lebih suka menyendiri, ia sudah tidak banyak megurusi bisnisnya. Sementara itu, Haber mulai sakit-sakitan, merasa sebagai ilmuwan terbuang, ia ditawari pekerjaan di Inggris dan Palestina. Tetapi jiwanya sudah tidak  sesemangat dulu. Bintang kepahlawanan yang diperolehnya dari Raja Wilhem dan segala pencapainnya untuk Jerman terasa hangus terbuang. Haber tidak berhasil bertahan terlalu lama, ia meninggal ketika perjalanan dari Inggris menuju ke Palestina. Saat itu jiwanya sangat bimbang, meski sudah menyetujui pindah kewarganegaraan Inggris dan menjadi professor di sana mendapat kesempatan bertemu dengan anak-anaknya dari dua istrinya ( Kehidupan keluarga dan percintaan Haber sangat buruk, karena ia sangat egosoi untuk mengejar karier dan emosnya dalam menjunjung negara dan mengubur identitas yahudinya), Haber masih merasa belum puas dan mulai menyetujui pula tawaran temannya yang lain sata ia merasa perlu kembali apda identitas awalnya sbegai seorang Yahudi di Palestina. Di tengah-tengah perjalanan itulah penyakit jantungnya mulai memuncak dan tak tertolong lagi. Tetapi sayang jenazah nya tidak dimakamkan di Jerman beserta abunya, anaknya tidak menuliskan permohonan Haber untuk menulsiakan di nisannya tentang kisah betapa ia benar-benar mencintai dan mengabdi pada Jerman terlepas identitas awalnya sebagai Yahudi kelompok yang dianggap kelas nomor dua di Jerman. Sementara itu kepergian Carl Bosch berada pada kondisi rumahnya yang hangat, di ranjang tidurnya, dimana ia bertemu dengan anaknya mengucapkan pesan-pesan terakhir. Saat itu pula perasaan Bosch mulai berkata bahwa Jerman akan dihantam hujan peluru besar-besaran dengan suara pesawat-pesawat hasil bahan bakar bensin sintetisnya.

The Alchemy of Air ini merupakan kisah-kisah yang kompleks diaman segmennya saling bertalian meski tidak sepenuhnya runtut, terkadang mengkisahkan hal ian yang masih cukup menarik seperti usaha Haber mengambil emas dari air laut dan penyusurannya ke berbagai lautan di dunia. Novel yang bergenre semangat ilmu pengetahuan ini juga mengkisahkan sisi-sisi  kehidupan pribadi aktor utama Firtz Haber dan Bosch. Dimana Haber tidak berhasil mengelola keluarganya dengan bijaksana, dan membuat istri pertamanya fruastasi lalu bunuh diri serta kehidupan tak bahagianya dengan istri kedua. Sementara Bosch seorang yang pandai dan sosialis berusaha beradaptasi dengan kondisi yang dihadapinya, sehingga ia memiliki manajeman emosi yang baik dalam mengelola orang dan pekerja-pekerja pabriknya. Buku ini sangat menarik dan cocok dibaca berbagai kalangan. Cover buku cukup baik didukung dengan kertas cetak yang tebal dan tidak buram. Buku ini memberikan pelajaran berharga bukan hanya sekadar keindahan ilmu pengetahuan, manfaat ilmu pengetahuan, tetapi nilai-nilai moral kehidupan yang dapat dipetik dari seluruh kisah dan aktor yang terlibat di dalamnya. 

Rabu, 09 Januari 2019

Paragon Goes to Campus

Ini late post banget..tapi nggak papa kan ya..semoga matternya bermanfaat

15 November 2018 tepat hari kamis dan waktu itu jadwal kuliah pagi. Sebenarnya ada seminar Paragon Goes to Campus MIPA kolaborasi alumni MIPA dan dari pihak Paragon Technology and Innovation yang acaranya mulai jam 8.00 untuk open gate. Nah, karena kelas pagi itu nggak jelas dosennya dateng apa enggak pasalnya kelas udah kosong tanpa dosen lebih dari setengah jam. Waktu itu, daripada garing kan nggak jelas maka Early ajakin temen yang namanya Elma yang waktu itu niatnya seat in untuk ikutan kelas pagi itu. Eh ya, sebenarnya seminarnya awalnya mau diadakan bukan di hari kamis dan jam pagi tapi karena ada perubahan jadwal mendadak terkait peminjaman ruang di MIPA, akhirnya acara itu diselenggarakan di Ruang seminar lantai 2 KPFT Fakultas Teknik UGM di hari kamis. Well, ya akhirnya Early sama Elma langsung cuzz boncengan naik motor ke sana. Awalnya Elma masih bingung tuh acara apa ngapain ke Teknik? Dan Early pun menjelaskan ini acara dari Paragon itu yang produk terkenalnya Wardah, ya acara kayak sharing-sharing dari Alumni tentang perusahaan ini. Elma pun ya terlihat cukup tertarik ajalah daripada ya dia udah dandan rapi mau seat in tapi kelasnya kosong hehehe. Oke, akhirnya kami tiba di TKP meski agak telat dari open gate tapi acara inti belum mulai. Senengnya tuh Elma sama aku dapat goodie bag bagus dari Paragon hehehe. Nggak rugi kan El...

Oke jadi, karena namanya Paragon goes to campus jadi intinya ya mengenalkan perusahaan Paragon Technology and Innovation (PTI) kepada para mahasiswa khususnya mereka yang akan segera berkarir. Nah, tapi sayangnay gara-gara acaranya di teknik dan terksesan judulnya jadi Paragon Goes To Campus Teknik maka pengisinya juga alumni fakultas teknik (padahal niatnya juga pengen tahu alumni MIPA yang kerja di Paragon dan bagaimana karirnya). Early sama Elma juga nggak ikut full acara ini masalahnya ada kelas lagi jam 11.30. Meski demikian kami tetap menikmati acara ini apalagi Elma suka banget sama teaser awal tentang lingkungan kerja Paragon yang terkesan perusahaan in nyaman dan ramah banget dengan dunia anak muda. Selanjutnya acara mulai dibuka dengan MC dari perwakiilan Paragon lalu dilanjutkan dari pembicara pertama yang lebih menekankan tentang sisi bisnis PTI dan prospeknya.
Suasana di acara Paragon Goes To Campus

Indonesia saat ini masuk dalam 15 besar beauty industry potential. Kenaikan beauty industry di asia-pasifik mencapai 7-8%. Di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kenaikan taraf hidup serta kelompok masyarakat kelas menengah maka kebutuhan akan kosmetik terutama beauty cosmetic juga turut meningkat. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat kelas tersebut sudah terpenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya sehingga akan cenderung memenuhi kebutuhan tersier yang terkait dengan penampilan. Saat ini kenaikan industri juga disebabkan trend tidak hanya dari gaya hidup. Bisnis paragon sebagai perusahaan kosmetik juga merupakan kelompok industri andalan pemerintah dalam bidang industri nasional yakni farmasi dan kosmetik.  Sementara itu pasar kosmetik di Indonesia juga teramsuk tinggi yakni nomor dua setelah Thailand denagn presentase sebesar 23,26%.
Meski sudah termasuk perusahaan besar, PTI terus menjadi perusahaan yang bertumbuh. Di tahun 2018 pertumbuhan perusahaan ini lebih dari 40% (khusus untuk pertumbuhan prosuk lip sebesar 37% dari total pertumbuhan). Hal inilah yang menjadi niali plus PTI yang masih memilih dan memposisikan dirinya sebagai perusahaan yang terus bertumbuh. Meskipun perusahaan besar kalau untuk bertumbuh tentu lebih susah karena nilai yang didapat awalnya juga sudah tinggi berbeda dengan pertumbuhan UMKM.

Selanjutnya, dibahas tentang posisi pekerjaan sebagai sales manager. Bagian ini masuk dalam departemen komersial. Sales juga memprediksi penjualan. Untuk mengembangkan bisnis kebanyakan orang-orang sales masih terus dipertahankan. Bagain dari keluarga Commercial Department yaitu key account yakni akun-kun besar supermarket yang berlangganan memasok, lalu ada sales operation bertugas untuk memaintain hubungan customer dan toko-toko general, kemudian custimer marketing yang bekutat dengan strategi penjualan atau pemasaran, dan terakhir adalah activation and demand creation untuk memperkenalkan produk-produk perusahaan. Orang-orang yang bekerja di bagian ini perlu memiliki sifat komunikatif, leadership, entrepreneur, dan accomplishing.

Sesi selanjutnya adalah pemaparan dari operation exelence in beauty industry yakni Mas Kukuh Damareza alumni Teknik Industri UGM. Di PTI ada 3 pabrik industri. Tugas bagian ini adalah merencenakan area manufacturing feature, dengan produksi sebesar 135jtpcs/tahun. Dari sisi industri PTI menekankan konsep tentang quality, cost, delivery, safety, morale, ditambahkan lagi yang membedakan yakni service, environment, dan flexibility. Namun, sayang penjelasan dair Mas Kukuh yang sempat Early tangkap ini aja, selebihnay Early dan Elma harus balik ke MIPA ngejar kuliah yang makhruh juga untuk bolos, tugas belajar tetep yang utama kan..hehehe