CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 06 Juni 2016

Ku Petik Inspirasi di Hari Pertama Puasa



Hello guys. nggak terasa .udah lama gak psoting..dan nggak terasa juga udah berjumpa di bulan Ramadhan lagi. Di hari pertama puasa ini, nggak sengaja sih aku liat film salah satu stasiun TV. Film ini awalnya ilm kupikir membosankan karena tentang kartun monster-monster gitu. Namun ternyata, film produksi Disney yang menjadi prekuel dari film “ Monster Inc” ini mengandung pelajaran-pelajaran baik yang bisa aku tangkap. Nah, dari awareness ini aja udah dapat pelajaran untuk don’t judge the book from its cover. (Jangan keburu merasa bosen dulu pada suatu hal, tapi nikmatilah proses dan apa yang ada dulu. Lalu, baru bisa kamu putuskan ini merasa cocok buat kamu tidak, hehe)

Oke, kembali ke film. Pelajaran-pelajaran yang tersirat dari film ini mulai muncul pada bagian klimaks dan akhir. Bermula dari monster mata hijau bernama Mike. Dia baru saja diterima di Monster University (ya mungkin intinya Universitas terkenalnya di dunia monster). Si Mike ini memiliki cita-cita untuk masuk ke Jurusan Menakut-Nakuti (agar menjadi monster yang membuat takut). Dia juga ingin memasuki Dewan Mahasiswa yang aktif dalam perlombaan menakut-nakuti. Sebagai mahasiswa baru yang sangat bersyukur bisa diterima di MU Monster University), Mike memiliki ambisi kuat untuk berprestasi di jurusan menakut-nakuti ini. Dia sangat rajin membaca buku teori menakut-nakuti. Oleh dosen bagian teori, keterampilan Mike sangat baik dalam memaparkan teori-terori yang harus dilakukan dalam setiap kondisi. Berbeda dengan teman Mike yakni Sullivan, yang agak rendah kemampuan dalam menghafal teori. Dalam suatu ujian praktek simulasi menakut-nakuti terjadi pertengkaran antara Mike dan Sullivan ini. Pertengkaran mereka sangat menghebohkan hingga membuat kepala jurusan marah dan langsung memberi ujian mereka di tempat kejadian. Hasil dari ujian praktek itu membawa Mike dan Sullivan terbuang dari kelas menakut-nakuti.

Perjuangan Mike mencapai cita-citanya tentu saja tidak berhenti. Di dalam Dewan Mahasiswa menakut-nakuti, Mike membentuk sebuah kelompok untuk mempersiapkan ajang bergengsi lomba menakut-nakuti tingkat Universitas. Di dalam kelompok Mike ini juga beranggotakan Sullivan yang awalnya agak ogah-ogahan satu kelompok dengan rivalnya. Tim yang dibentuk Mike ini dinamai OK!. Anggota dalam tim ini tidak semuanya dari kelas menakut-nakuti. Ada salah satu anggota yakni monster bintang laut yang sudah bekerja sebagai sales, meski sebelumnya dia juga memiliki cita-cita masuk ke jurusan menakut-nakuti. Setiap anggota dari tim OK! ini sangat rajin berlatih. Mereka juga mematuhi ajaran ketua mereka yakni si Mike yang memang memiliki kelebihan pengetahuan teknik menakut-nakuti. Anggota kelompok OK! ini diajarkan Mike untuk memaksimalkan apa yang diri mereka punya dalam usaha menakut-nakuti (karena setiap monster punya kelebihan dan ciri khas berbeda). Meskipun awalnya sang rival Sullivan sangat tidak bersemangat bekerjasama dalam tim OK!, namun ada suatu peristiwa yang membuat Sullivan yakin dengan kemampuan timnya. Hal ini terjadi saat lomba pertama yang mereka ikuti,  Sullivan tiba-tiba menghancurkan strategi Mike di tengah lomba. Namun, ternyata Mike tidak terlalu khawatir, justru memerintahkan anggota lain untuk mencari perhatian monster gurita penjaga perpusatakaan. Alhasil, berkat kerjasama yang baik dari anggota lainnya mereka berhasil mengambil bendera dan tidak dibuang monster penjaga ke kolam.

Perjalanan lomba dan perjuangan tim OK! semakin berlanjut. Keterampilan mereka semakin terasah.  Dalam hal menakut-nakutin ternyata bukan hanya soal seram semata, tapi ada teknik dan strategi berbeda yang
harus dilakukan untuk tiap-tiap kondisi. Nah, di balik itu semua ada Mike yang sangat pandai mengatur strategi. Sehingga tim OK! ini unggul bukan hanya soal seram tetapi teknik yang tepat dalam menakut-nakuti sang korban. Singkat cerita tim OK! semakin di kenal oleh publik monster. Terlebih saat mereka akan melakukan pertandingan final melawan tim RNR.  Prestasi dan kemenagan tim OK! sebelumnya telah membuat Mike semakin percaya diri, bahwa tim OK! dapat menjadi pemenang. Jika mereka berhasil menjadi pemengang, maka Mike dan Sullivan bisa kembali ke kelas menakut-nakuti. Namun, pemikiran Mike sangat berbeda di benak kepala jurusan. Kepala jurusan masih menilai Mike tidak akan menjadi sosok yang menakutkan (mengingat watak dan kepribadian Mike digambarkan sangat friendly dan extrovert). Hal ini disampaikan langsung kepala jurusan kepada Sullivan. Mendengar perkataan kepala  jurusan yang juga tidak sama dengan harapannya, membuat Sullivan berusaha berganti mengajarkan Max agar tampak lebih seram, buas, dan ganas.

Hari perlombaan final tiba, setiap monster di tes satu per satu dalam sebuah ruang simulasi untuk menakut-nakuti seorang anak yang sedang tidur. Mike awalnya ingin maju terlebih dahulu tetapi, Sullivan mencegahnya karena suatu maksud lain. Akhirnya Mike dengan tidak terpaksa mengikuti  Sullivan nmaju di urutan akhir. Nilai antara tim OK dan tim RNR saling bekejaran. Perbedaan yang sangat tipis membuat kompetisi semakin seru. Semua anggota tim OK! berhasil menampilkan aksi menakut-nakuti mereka dengan maksimal dan nilai yang didapat bisa mengungguli nilai anggota tim lawan. Tiba giliran Mike, di dalam ruang simulasi Mike tampak berusaha keras memasang tampang ganas (meski menurutku dia belum terlalu terlihat menyeramkan dibanding tim lawan). Namun yang agak mengejutkan, Mike mendapat poin tertinggi dalam ronde itu. Tim OK! pun berhasil menjadi juaranya). 

Tetapi, hasil yang didapatkan Mike ternyata bukan sepenuhnya hasil murni. Sullivan dengan sangat terpaksa mengatur tombol dan sistem agar mesin pencetak poin memberikan nilai tertinggi untuk setiap tindakan Mike. Mengetahui, langkah bohong ini, Mike sangat kesal dengan Sullivan. Mike merasa Sullivan  juga meragukan kemampuan Mike dalam menakut-nakuti. Kekesalan Mike dicurahkan dengan menguji dirinya sendiri memasuki dunia manusia dengan pintu terlarang. Mike mencoba menakut-nakuti gadis yang sedang tidur di sebuah panti. Ternyata respons gadis-gadis itu juga menganggap Mike lucu, tidak menakutkan. Benarlah, apa yang dianggap kepala jurusan kalau dia belum bisa membuat menakutkan. Di dunia manusia tersebut kegencaran tak lama terjadi untuk memburu Mike. Mike bahkandianggap sebagai makhluk alien. Tetapi akhirnya dia berhasil melarikan diri ke tepi danau.

Mendengar berita bahwa Mike ke dunia manusia melewati pintu terlarang, Sullivan pun segera bertindak.  Sullivan tak habis pikir langsung menyusul Mike melalui pintu terlrang, meski dia sudah dicegah oleh kepala jurusan. Tiba di dunia manusia, Sullivan langsung mencari Mike. Sullivan juga hampir diketahui oleh polisi langsung berlari menjadi sosok yang ketakutan dengan manusai. Di tepi danau Mike dan Sullivan mengutarakan segala isi hatinya. Mike merasa tidak cocok di kelas menakut-nakuti, dan saat itu semangatnya mulai menurun. Sedangkan Sullivan mengakui kebohongannya dan memberi semangat kepada Mike bahwa dibalik tampang Mike yang tidak menyeramkan tetapi Mike sangat jenius dialah yang berhasil membuat tim OK! menjadi juara dalam kompetisi dengan cara menakut-nakuti yang cerdas, tidak asal bertampang menyeramkan. Mendengar motivasi Sullivan, semangat Mike mulai bangkit. Mike mengajak Sullivan untuk kembali ke dunia monster. Mereka berdua pun menuju panti tadi, untuk kembali melewati pintu rahasia menuju dunia monster. Celakanya pintu itu tiba-tiba terkunci, karena kepala jurusan mematikan kekauatam yang menghubungkan dunia monster dan dunia manusia. Mereka berdua pun terbingung. Untungnya Mike yang cerdas mengingat bahwa jika dalam kondisi seperti ini, kita dapat kembali ke dunia monster dengan membuat kekauatan hebat. Kekuatan itu bisa dihasilkan dengan cara menakut-nakuti para manusia. 

Sullivan awalnya sedikit takut dan ragu akan kemampuan dirinya menakut-nakuti manusia. Tetapi, Mike, sang sahabat selalu memberikan keyakinan dan kekuatan hati pada Sullivan agar dia optimis. Mike pun menyusun startegi jitu dalam menakuti para manusia. Strategi tersebut terdiri dari tiga fase. Menyadari bahwa tampangnya tidak seseram Sullivan, maka Mike melakukan cara lain utnuk mensuksesskan aksi mereka. Mike yang membuat tipuan-tipuan aneh yang mengherankan para manusia. Mike menghidupkan mainan tiba-tiba, membunyikan suara-suara, dan belari cepat untuk menciptakan efek tertentu. Di fase terakhir, Mike mencoba menerangkap para  manusia secara tidak langsung, dengan menjerat menggunakan tali yoyo. Alhasil pada gong aksi Sullivan yang menakuti para manusia dengan gaya bak singa mengaum, para manusiapun tak bisa menghindar. Kekuatan di ruang itu sangat besar dan berhasil membuat Mike dan Sullivan kembali ke dunia monster dengan cara dahsyat hingga berapi-api. Kepala jurusan pun sedikit terkaget dengan apa yang mereka lakukan di dunia manusia hingga bisa membuat kekuatan besar. 

Namun, sayang akibat aksi teledor Mike dan Sullivan, kedua sahabat ini harus rela dikeluarkan dari MU. Mereka pun menerima dengan pasrah. Bahkan Mike merasa telah merusak nama baik tim OK!. Mike  merasa sangat mengecewakan teman-temanya. Teman-teman Mike pun sedih dengan kepergian sosok Mike dan Sullivan, terutama Mike yang telah membantu mereka. Teman-teman Mike sangat banyak terbantu mulai dari diajarkan teknik menakut-nakuti, memaksimalkan kemampuan diri, menjadi juara, hingga akhirnya beberapa teman Mike dapat diterima di jurusan menakut-menakuti. Di  epilog, Mike yang jenius itu tiba-tiba hilang perencanaan. Bahkan Sullivan terheran dengan sahabat yang telah membesarkan namanya ini. Mike pulang terlebih dahulu daro Sullivan. Tiba-tiba di tengah perjalanan pulang, Sullivan menyusul dan menahan Mike. Sullivan merasa dia harus bersama Mike. Pada adegan ini, tiba-tiba kepala jurusan muncul dengan sedikit memarahi mahasiswa yang dikeluarkan dari kampus. Dia menyodorkan koran yang memuat foto Mike dan Sullivan “The Freshmen is expelled”. Kepala jurusan menyatakan kekecewaan kepada mereka. Meski sebenarnya, kepala jurusan juga mengakui kehebatan dan kepiawaian mereka dalam hal membuat takut.
Selepas kepala jurusan pergi, Mike mencoba membaca isi koran. Tak terduga, dia menemukan lowongan pekerjaan untuk monster membuat takut. Segera ia langsung mengajak Sullivan melama di perusahaan tersebut. Singkat cerita mereka berhasil meniti karier di suatu perusahaan meski mereka belum lulus. 

Berdasarkan keseluruhan ceriata maka ada suatu bagian yang perlu kita renungi, yakni kemampuan dalam hal teknis. Seringkali kita asal melakukan sesuatu yang acuannya karena “biasa” dialukan orang begitu. Namun, agar pekerjaan tersebut dapat berhasil lebih baik kita perlu teknik dan pengetahuan tertentu. Hal ini diharapkan pekerjaan akan lebih efektif dan efisien. Tenaga yang dikeluarkan banyak tetapi hasil maksimal. Seperti, cara-cara yang dilakukan tim OK! dalam mebuat takut. Mereka tidak langsung berteriak menyeramkan seperti monster pembaut takut lainnya, mereka menggunakan cara lain untuk menimbulkan efek takut. Cara yang mereka bisa sesuai dengan kemampuan dan kelebihan mereka. Jadi, dalam menyusun teknik kita pun perlu memikirkan teknik yang sesuai dengan kemampuan diri kita. 

Hal lain yang patut diperhatikan yakni dalam kerja tim. Di dalam tim setiap anggota memiliki karakteristik bermacam-macam, setiap individu perlulah menyesuaikan diri dengan tugas, visi, dan misi tim tersebut. Meski tidak semua anggota memiliki kapabilitas sama atau sesuai standar, usahakan kita sebagai bagian dari tim juga turut berkontribusi. Kita dapat menggunakan kelebihan kita yang lain dalam hal mensukseskan goal dari tim. Bahkan seorang ketua tim tidak harus bisa melakukan apa yang kebayakan anggota mereka bisa lakukan. Seperti halnya tindakan Mike ini, Mike sebagai ketua tim OK! tidak memiliki kemampuan heboh dalam hal membuat seram. Tetapi, Mike memiliki kapabilitas lain dalam menyusun strategi dan teknik membuat takut. Mike juga bisa mengarahkan teman-teman lainnya untuk memaksimalkan kemampuan mereka dalam membuat takut. Dengan demikian dalam kerja kelompok kita dapat berperan seperti Mike ini. Jika kita tidak mampu, kita tidak perlu menjadi aktor utama yang langsung berperan di medan. Kita bisa menjadi aktor di belakang panggung. Kita perlu mengasah diri kita tentang apa yang bisa aku lakukan untuk tim, bukan bagaimana cara agar aku bisa berkemampuan seperti anggota kebanyakan. Hal ini juga dilatarbelakangi bahwa kerja tim adalah kerja bersama, kerja untuk tujuan yang sama. Kekuatan bersama dari segala sisi akan lebih baik dibanding memaksa berada pada sisi yang sama. Terpenting adalah berusahalah untuk memberi yang terbaik apa yang kita miliki dalam kerja tim.

Selain dua pokok pelajaran ini, masih ada beberapa pelajaran lain yang bisa kita ambil dalam film Monster University prekuel Monster Inc. Diantaranya adalah semangat kerja keras, rendah hati, dan selalu memiliki keinginan yang kuat disertai dengan usaha. Mungkin teman-teman memiliki interpretasi lain... yang pasti ambil sisi postifnya saja ya. Cukup sampai di sini dulu ceritanya..

2 komentar:

  1. Halo Lili, template blognya lucu yaaa. Main-main ya ke blog Mba Ami juga hehe.

    www.rahmiaziza.com

    BalasHapus
  2. udah kok mbak...
    mbk ami..klo ada lomba blog yang freethemes aku share info yaa..
    makasih :)

    BalasHapus