CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 13 Juni 2015

Perjalanan OSN Geografi-Part 2

Next story about my journey in geographic olympiad
 Yap, in the year 2015, it is the last chance for me to follow that competition. Tentu saja di tahun terakhir ini aku tidak mau menyia-nyiakan. Belajar semakin belajar, tentu saja pengalaman kemaren2 akan menjadi guru berharga bagi langkah terakhirku ini. Pada desember 2014 lalu sebelum kenaikan semester, saya sudah diwanti-wanti oleh Pak Aris agar semakin giat berlatih, mengerjakan soal, dan membaca buku. Beliau juag turut aktif mencarikan materi-materi, memberikan modul, dan membelikan buku-buku suplemen olimpiade. Meskipun itu masih terbatas, tapi saya berusaha memanfaatkan apa yang ada itu dengan maksimal.  

Pak Aris menerangkan bahwa di awal 2015 akan diadakan seleksi pra olimpaide khusus untuk Kabupaten Sleman, diman ayang lolos bisa dapat tambahan pembinaan khusus dari Dinas. Pak Aris menginginkan agar saya bisa lolos pada seleksi tersebut sehingga saya bisa dapat tambahan pembinaan. Pak Aris sebagai pembina olimp Geografi sekaligus Kebumian memang tidak cukup banyak waktu intensif mengawal kedua bidang itu. Maka beliau mengharapkan saya bisa lolos sehingga bisa pembinaan bisa lebih maksimal dan tidak hanya mengandalkan dari pak Aris saja. Terlebih lagi sekarang pak Wahyu sudah tidak mengajar di SMAPA. Mendengar adanya berita seleksi pra olimpiade tersebut kembali menyadarkan saya bahwa liburan akhir tahun ini harus diisi dengan hal sama seperti tahun lalu yakni belajar dan belajar mempersiapkan olimpiade. Terlebih lagi pak Aris sudah membekalkan beberapa buku materi olimpiade. Maka langkah saya berikutynya adalah mengkaji sungguh-sungguh buku-buku itu. Sekaligus juga membuat ringkasan dan cara lain sesuai metode belajar saya.

Dalam buku Suplemen Olimipade Geografi yang diterbitkan oleh Gadjah Mada University Press memang kebanyakan lebih menekankan pada geografi pertanian ya penyusun buku utama bu Rika Harini juga merupakan Dosen Geografi Pertanian saat itu. But, materi-materi lain seperti geomorfologi dan meteorologi juga cukup. Saya membuat ringkasan khusus mengenai 2 hal tersebut. Januari 2015 sudah datang dan seleksi pra olimpiade semakin dekat. Berbagai persiapan sudah saya lakukan sehingga jujur ketika H-1 saya hanya mengulang sedikit2 materi saja bahkan malamnya saya malah mengerjakan PR Biologi hehehe. Well, saya ingin menghadapi seleksi tersebut dengan hati yang tenang dan diharapkan nanti bisa mudah mengerjakan dengan pikiran yang tenang teresbut. Pertengahan Januari saya melaksanakan seleksi pra olimpiade tersebut. Tiap mapel diwakili 4-5 orang. Seleksi ini hanya diikuti oleh 10 SMA pilihan di kabupaten Sleman yang utamanya sekolah-sekolah tersebut adalah sekolah yang menjunjung olimpiade. Beberapa sekolah tersebut diantaranya SMA 1 Sleman, SMA 1 Kalasan, SMA 1 Depok,  SMA 1 Godean, SMA 1 Minggir, SMA de brito, SMAI Budi Mulia, dan tentunya sekolah saya SMA 1 Pakem.

Melihat berbagai pesaing dari sekolah-sekolah tersebut saya tidak merasa berkecil hati. Saya berusaha tetap menanamkan kepercayaan diri. Ketika mengerjakan, alhamdulillah saya merasakan kemudahan dan kelancaran dalam menjawabnya. Saya bisa mengerjakannya. Di akhir-akhir pengerjaan meski saya telah selesai dan sedang mengoreksi sudah ada beberapa peserta yang selesai dahulu dengan gayanya yang menurut saya terkesan arrogant menampilkan kecepatannya. Penilaian memang didasarkan atas skor tertinggi dan jika ada nilai yang sama diperhitungkan kecepatan waktunya. Maka mulai banyak peserta yang terkesan memperhatikan target kecepatan waktu saja, tapi saya tak tahu apakah mereka telah yakin pada kebenaran jawabannya atau tidak. Saya berusaha tetap santai dan tenang dengan mengoreksi jawaban dengan baik. Meski semakin banyak peserta keluar dari ruangan bak rayap berterbangan. Akhirnya 100 soal sudah mampu saya selesai dengan keyakinan yang mantap dan suah dikoreksi, saya pastiakn saya tidak akan merugi dengan jawaban yang seharusnya betul tapi salah menyilang. Well, jawaban sudah dikumpul dan terlihat saya menempati urutan 10. Hufft...saya berharap masih tetap lolos karena kuota lolos untuk tiap mapel hanya 10. 


Minggu selanjutnya selepas seleksi pra olimpaide tersebut. Pada sebuah kelas geografi entah secara sengaja atau bukan pak Aris mengumumkan kelolosan saya secara implisit dan tak terduga-duga. Saya masih ingat kata-katanya dalam prolog beliau membuka pelajaran. “ Maka dari itu keberhasilan itu butuh usaha keras meski di sekolah kita olimpiade belum begitu diperhatikan seperti teman Anda ini, juara 2 pada seleksi kemaren....” Tak di sangka-sangka bukan diumumkan di sela-sela perbincangan beliau yang saya kira itu hanyalah pidato singkat saja mengawali pelajaran. Kemudian saya semakin diberi wejangan lagi agar memanfaatkan kesempatan pembinaan besok dengan baik, dan jangan lupa untuk rendah hati. Kelolosan ini belum akhir, karena OSK yang sesungguhnya masih tetap ada dan masih harus saya jalani.

Pembinaan yang berlangsung selama 8 kali pertemuan saya lampahi dengan suka cita dan keikhlasan hati. Dalam 1 minggu ada 2 kali pertemuan jadi total intensif ada 1 bulan. Setiap Selasa dan Jumat saya tidak pernah absen ikut pembinaan khusus yang diselenggarakan Dinas di SMA 1 Depok. Meski harus pulang sore dan ijin 2 jam terakhir di sekolah alhamdulillah tidak ada halangan yang berarti. Alhamdulillah, teman-teman yang lolso untuk mengikuti pembinaan tersebut juga cukup banyak totalnay ada 12 orang. Setiap jumat saya diantar ibu ke sana sedangkan setiap selasa alhamdulillah bisa boncengan dengan teman dan terkadang juga bareng sama bapak-ibu guru naik mobil hehehe.

Well, ke sepuluh orang yang dibina khusus tersebuut berasal dari SMA 1 Kalasan (2), SMA 1 Pakem(2), SMA De Brito,(2) SMA 1 Depok(1), SMA 1 Sleman(1), SMA 1 Godean(1), dan SMA 1 Ngaglik(1). Saya merasa ini adalah saat yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan di anatra teman-teman yang juga hebat-hebat dari SMA – SMA khusus tersebut.  Mensikapi teman-teamn baru tersebut yang sekaligus saingan saya tetap “down to earth” bersikap rendah hati dan hati-hati. Selama pembinaan saya mendapatkan teman baru yakni Chacha (Salwa Salsabila) dan Deka. Khusus Chacha jadi teman sebangku ku hehe.. Meski dia masih kelas 10 tapi dia asyik juga diaak ngobrol dan belajar. Nah, beberapa pesaing saya yang menurut saya kurang friendly sehingga saya juga susah bersosialisasinya adalah teman-teman dari SMA 1 Kalasan dan SMA De Brito. Sebenarnya sih, saya juga takut lho sama mereka secara sekolah mereka itu sekolah yang concern sama olimpiade dan terkenal siswanya jago olimp. Juara 1-3 tahun lalu saja dari De-Brito dan 1 Kalasan. Dan juara 1 seleksi ini dari De-Brito. Terlebih lagi SMA 1 Kalasan selalu mendatangkan tentor dosen untuk mengajari. Keminderan sedikit muncul namun, berusaha saya tutupi dengan semangat baru memanfaatkan pembinaan ini dan tentunya belajar mandiri. Saya percaya dan ingin membuktikan bahwa sekolah saya juga bisa membanggakan dalam olimpiade.

Selama di  kelas pembinaan saya berusaha terus memperhatikan penjelasan bapak ibu guru pembimbing. Ada 3 guru yang membimbing kami yakni Pak Utoyo, guru Guru Geografi dari MAN Tempel, Pak Aprin guru geografi SMA De Brito, Bu Rini guru Geografi SMA 1 Depok. Pak Aris sendiri menjadi pembina kebumian. Meski tidak ada guru langsung dari SMAPA tapi saya tetap menghargai ketiga guru tersebut dan berprasangkan baik akan profesionalitas mereka. Dari ketiga guru tersebut, saya paling suka kalau diajari Pak Aprin, gaya mengajarnya cepat tapi mudah masuk juga di otak, terkesan cepat dan padat. Jadi, selama 1 kali pertemuan nggak terasa udah 2 jam atau kadang lebih membahas tuntas 2 materi. Meski kadang juga saya merasa ngantuk di depan materi yang terpampang pada layar LCD. Jujur saya sempat memejamkan mata sebentar sambil tangan saya masih menulis catatan dari presentasi. Saya sih malunya kalau ketahuan pak Guru itu, tapi ya semoga pa Guru bisa maklum dan tahu kalau ngantuk dan tidurnya saya ini bukan maksud saya malas denagn materi tapi saya sedang kelelahan. Well, senjata ampuh saya untuk mengatasi kantuk itu terkadang saya mengunyah permen karet. Untungnya saja nggak ada yang melarang sih jadi it’s good idea is’n it?

Dari panas banget, mendung, hingga hujan deras saya lalui selama pembinaan. Saya selalu hadir meski teman-teman banyaknya yang absen dan terkadang yang ikut tidak lebih dari setengah. Ya, mungkin sih mereka udah ada pembinaan lain kali. Tapi, tak apalah ilmu dari bapak-ibu gur udi pembinaan khusus juga sama pentingnya kok. Setiap pertemuan saya rajin mencatat dan menjwaba quiz lisan dari beberap guru. Ya, Alhamdulillah keaktifan saya mulai nampak, saya juga tak ragu menanyakan beberapa hal yang ingin saya tahu lebih dalam. Setiap wawasan dan pengetahuan baru dari beliau semakin menambah khazanah saya dengan dunia geografi dan alam Indonesia pada khususnya. Ternyata banyak sekali yang bsia dipelajari terutama pada geografi ini. Seperti ketika membahas sungai maka kita akan menyambungkan tentang DAS, tentang meandering, tentang bagaimana sawah lebak itu, tentang bagaiaman sharusnya irigasi yang baik itu, yang menurut serita Pak Utoyo di daerahnya pembersihan selokan mataram yang salah waktu membuat petani di sekitarnay yang masih mengandalkan irigasi teknis dari selokan mataram mengalami kekeringan. Proyek pembersihan yang menyedot air itu juga tidak segera dirampungkan sehingga semakin memperlambat produktivitas pertanian. Atau masalah-masalah lain seperti fenomena plunge pool, erosi mundur, yang membuat kenampakan-kenampakan baru pada air terjun, bekas meandering yang akan meninggalkan oxbow lake. Kenampakan sossial juag ada diamna poliandri terjadi di India karen alebih banyak lelaki atau fenomen abonus demografi saat ini di Indonesia. Ada juga ice bird salah satu bentuk pariwisata dari negara subtropis ketika dilandan musim dingin untuk sengaja ke negara tropis mencari hangatnya mentari. Banyaaakk sekali yang bisa digali dari geografi, kita bisa meninjau dari beberapa hal dan disambungkan dengan berbagai bidang lain.

Minggu demi minggu berlalu tak terasa sekitar pertengahan 12 Februari seleksi pun dimulai. Pagi itu Saya aga hati ini dengan mood yang baik, keceriaan, dan ketenangan batin. Saya sudah merasa siap dengan cekokan materi yang sudah cukup selama beberapa bulan terakhir, dan belajar saya sendiri bersama dengan teman-teman di grup FB Road IGEO 2015. Alhamdulillah juga saya bisa masuk ke grup itu sehingga kami semua saling bertukar informasi dan pemahaman baru. Seleksi dimulai pukul 08.00 tepat, saya tak mau tertinggal dan terburu-buru maka sekitar pukul 07.00 saya sampai di SMPN 1 Sleman, tempat seleksi diadakan. Saya aseniang sekali hari itu, diantar bersama ayah saya, bersama adik-adik saya. Begitu terlihat kasih-sayang dan ketulusan mereka, memilih mengantarkan saya dibanding saya harus bolak-balik naik motor ke SMA dulu. Semoga Allah juga menyayangi mereka.

Tiba di sana, suasana masih sepi hanya ada beebrapa siswa yang saudah bersiap. Saya diantar ayah menlihat ruang seleksi dan memastikan saya tahu. Okelah setelah melihat denah lokasi, Ayah pamit pulang dan saya salim, eminta restu. Semua berjalan terasa khidmat hingga kulanjutkan kekhidmatan pagi yang sejuk itu dengan sholat dhuha 4 rakaat. Saya tidak kesulitan menemukan mushola di sana, langsung mengambil air wudhu lalu sholat. Seusai sholat, saya disapa oleh salah satu pengawas yang kebetulan juga akan sholat. Saya masih ingat dengan postur bapak tersebut, sudah sedikit terlihat tuha dengan jangggut yang putih dan pecis di kepalanya. Beliau dengan ramah menaypa saya, “dari sekolah mana mbak?” , saya pun menjawab pelan “SMA 1 Pakem pak”,  “Ikut mapel apa?” tanya beliau lagi.  “Geografi pak” jawab saya lagi singakt. “Oh, Geografi itu ruangannya di atas, hmm semoga bisa lolos ya” jawabnya diserta harapan sambil tersenyum. “Amiin pak” ungkap saya sambil salim dengan beliau.

Selepas sholat saya mencoba ke halaman depan, di sana sudah berkumpul banyak mobil-mobil dan bus yang membawa kontingen sekolah masing. Segera saya mencari-cari mana SMA 1 Pakem berkumpul?. Cukup alama saya menanti, dan akhirnya mereka datang juga dengan minibusnya. Kami langsung daftar ulang bersama, mendapatkan kartu. Saya segera daftar ulang tak mau menunda waktu yang segera menuju jam 08.00. Alhamdulillah saya tidak mendapat antrean panjang ketika daftar ulang. Selesai daftar ulang langusng menuju ruang 35 di lantai 2 tempat seleksi cabang Geografi.
Oh yeah, ternyata di sana juga sudah banyak orang, tetapi untungnya saya tak terlambat. Hufft.. masih ada waktu menenangkan diri dulu, saya pastikan saya tidak gerogi. Tak lama kemudian soal dibagikan beserta lembar jawab dan 1 lembar khusus lagi yang katanya untuk corat coret perhitungan. Oh ya di geografi itu juga ada perhitunganya lho, seperti mengukur gari kontur lereng, ketinggian lereng, seleksi waktu jam antar bujur, serta dependecy ratio. Jadi, ya jangan menganggap kita cuma apalan aja ya hehehe. Seperti yang sudah saya ungkapkan sebelumnya, geografi mencakup bidang lainnya termasuk penerapan fisika pada perhitungan-perhitungan tersebut.

Soal sudah terbagi, dan saya siap mengerjakan. Sebelumnya tak lupa doa khusyu’ terucap. Pekrjaan dimulai. Seperti tipe-tipe soal sebelumnya bagian pertama selalu diisi dengan meteorologi. Sistem soal masih sama seperti dulu benar +3 salah -1 tak dijawab 0. Kehati-hatian adan spekulasi masih diperhitungkan. Terlebih saya mendapatkan info lagi dari grup Road IGEO untuk minimal menjawab setengah soal dengan yakin dahulu baru mungkin bisa spekluasi tapi haru tetap hati-hati. Saya mencoba menerapkan prinsip itu pada pengerjaan soal di kesempatan terakhir ini. Penalaran, ingatan alhamdulilah bisa muncul juga. Terutama pada perhitungan-perhitungan selisih waktu dengan sistem  garis bujur. Di kertas corat-coret saya berikan semua penjelasannya dan alur berpikir serta logika saya.  

Alhamdulillah, saya merasa soal tahun ini lebih mudah dari tahun lalu. Saol tahun ini lebih banyak pada pengetahuan umum yang kebetulan sekali saya juga tahu hehehe. Selain itu, pemahaman pada soal juga bisa saya tangkap jadi meski ada soal yang saya ragu untuk menjawab ki kertas corat-coret saya tetap menyertakan alasan-alsan dan cara berpikir saya. Usai tes alhamdulillah perasaan cukup lega dengan penuh harapan untuk bsia lolos. Keluar kelas saya sempat bertemu dengan teman-teman yang juga ikut pembinaan di SMA 1 Depok. Terhadap mereka saya tetap bersikap rendah hati, saya tidak mau merasa sangat yakin dan terlihat “sok bisa” ketika mengerjakan tes tadi. Maka, saya tetap calm, dan santai di hadapan mereka.

Hari demi hari berlalu, perasaan cemas dan khawatir tentu menyeimuti hari-hariku saat itu. Tetapi, demi tetap bersadar diri, saya juga turut merajut sikap-sikap penerimaan saya ketika mengetahui kalau saya tidak lolos. Sekitar akhir februari, di tanggal 20 Februari saya sudah menghitung kalau ini sudah 2 minggu pasca seleksi kabupaten. Saya sedikit mencari-cari info dari teman saya di SMA 1 Yogya, mereka juga belum dapat tanda-tanda pengumuman, Tetapi, kata salah seorang sahabat saya, Marisha Salsabila bilang kalau teamnnay di SMA Kesatuan Bangsa Bantul sudah mengetahui hasilnya. Hati saya semakin dag-dig-dug, menurut saya sih itu pertanda bahwa seharusnya hasil sudah diumumkan. Atau jika tdak segera saya mendapatkan suatu kabar itu, ya mungkin saya akan simpulkan saya tidak lolos.


Saya coba menenangkan diri, dan terus menanyakan kabar kepada teman saya di SMA 1 Yogya, Agum dan Marisha. Wilayah kota sampai tanggal 24 Februari 2015 belum ada kabar. Saya sedikit lega karena masih ada daerah lain juga yang belum mendapatkan hasil, artinya barangkali kabupaten Sleman akan diberitakan hasilnya pada hari-hari lain tidak serentak dengan Kabupaten Bantul. Rasa harap-harap cemas semakin berlajut. Hingga akhirnya, malam hari pukul 19.30 selepas sholat isya, mendartlah dering WA masuk pada ponsel. Ternyata WA tersebut dari pak Aris dan langsung terlihat pesan singkatnya yang begitu mencengangkan. “ Selamat mendapat juara 1” Wow, Alhamdulillah, sungguh bahagianya hati ini tak terikria sujud syukur terpanjatkan. Rasanya lega dan sedikit tidak menyangka apa yang saya inginkan terwujud bahkan melebihi target saya yang hanya menjadi  3 besar, kini justru Allah memberikan lebih juara 1. Alhamdulillah, selepas isya tersebut saya benar-benar gembira, cemas saya serasa pecah dan semangat semakin membara. Saya langsung menyakan info lanjut ke Pak Aris, namun sayang beliau belum terlalu mengatuinya. Maka sejak saatitu saya menanti lagi untuk mendapatkan pembinaan khusus se-Provinsi. 

5 komentar:

  1. halo ka, boleh tanya klo waktu menghadapi osn geografi kaka ada buku latihan ga ? atau hanya latian dari kertas soal soal tahun lalu ?

    BalasHapus
  2. saya kebanyakan latihan soal dari soal-soal osn dikpora tahun lalu sama soal osn yang diadakan universitas2. selebihnya perbanyak pengetahuan umum saja hehe. maaf baru balas yaa

    BalasHapus
  3. Halo kak, boleh minta nomor WA atau e mail? Mau tanya" nih...Kebetulan aku juga ikut geo

    BalasHapus
  4. hei meru, maaf baru kembali lagi ke blog. Iya bisa meru silakan e mail kakak di zahwaearly@gmail.com

    BalasHapus
  5. oh ya jangan lupa follow blogkakak ini ya. Terimakasih

    BalasHapus